Ada masa ketika hidup tidak sedang mengalami masalah besar, tetapi tetap terasa melelahkan. Setiap hari berjalan dengan pola yang sama, bangun, bekerja, pulang, tidur, repeat. Perasaan semacam inilah yang menurut saya berhasil diusung dengan baik oleh One Day Off.
Drama Korea yang tayang pada 2023 ini mengisahkan Park Ha Kyung (Lee Na Young), seorang guru sastra Korea di sebuah sekolah menengah pada era 1990-an.
Di tengah kehidupan yang monoton, Ha Kyung memutuskan untuk melakukan perjalanan satu hari setiap hari Sabtu. Ia hanya berjalan-jalan, mencoba makanan, mengunjungi tempat baru, dan bertemu dengan orang-orang yang sebelumnya tidak ia kenal.
Dengan total hanya delapan episode berdurasi sekitar 25 menit, setiap episode justru menghadirkan potongan kecil dari perjalanan Ha Kyung.
Lantas, bagaimana One Day Off mengolah perjalanan sederhana tersebut menjadi kisah yang hangat? Simak ulasan lengkapnya.
Ketika Rutinitas Mulai Terasa Menyesakkan
Salah satu hal yang membuat One Day Off terasa relatable adalah cara drama ini menggambarkan kelelahan. Ha Kyung bukan seseorang yang sedang mengalami masalah besar. Ia memiliki pekerjaan dan kehidupan yang tampak biasa saja. Namun, justru kehidupan yang terus berjalan dengan pola sama itulah yang perlahan membuatnya merasa jenuh.
Menurut saya, ada jenis kelelahan yang tidak selalu bisa dijelaskan dengan mudah. Kita bukannya membenci kehidupan yang sedang dijalani, melainkan karena terlalu lama berada di dalam rutinitas yang sama.
Ha Kyung kemudian menemukan cara sederhana untuk memberi jarak antara dirinya dan kehidupan sehari-hari. Setiap Sabtu, ia pergi ke tempat yang berbeda. Ia berjalan tanpa terburu-buru, menikmati makanan, mengamati orang-orang, dan membiarkan dirinya mengalami sesuatu yang tidak biasa.
Di sinilah One Day Off terasa menarik. Kadang-kadang, seseorang memang perlu meninggalkan rutinitas untuk sementara agar bisa kembali melihat kehidupannya dengan perspektif yang berbeda.
Perjalanan Kecil dan Pertemuan yang Bermakna
Setiap episode One Day Off memiliki cerita dan karakter yang berbeda. Ha Kyung bertemu dengan berbagai macam orang dalam perjalanannya. Sebagian dari mereka hanya hadir dalam hidupnya selama beberapa jam. Setelah itu, mereka mungkin tidak akan pernah bertemu lagi.
Namun, pertemuan singkat tersebut tetap meninggalkan kesan. Saya menyukai gagasan bahwa tidak semua orang yang kita temui harus menjadi bagian permanen dalam hidup kita agar bisa memberikan pengaruh.
Terkadang, sebuah percakapan singkat dengan orang asing justru bisa membuat kita memikirkan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah kita sadari.
Drama Healing yang Tidak Menjanjikan Perubahan Besar
Berbeda dari banyak drama yang menjadikan perjalanan sebagai titik balik besar dalam kehidupan tokohnya, One Day Off tidak menawarkan perubahan yang spektakuler.
Ha Kyung tidak tiba-tiba menemukan tujuan hidup baru. Ia juga tidak pulang dari setiap perjalanan sebagai orang yang sepenuhnya berbeda. Namun, justru di situlah kekuatan drama ini. One Day Off tidak berusaha mengatakan bahwa semua masalah bisa diselesaikan dengan bepergian.
Drama ini juga tidak memaksa penonton untuk mencari makna besar dari setiap pengalaman. Sebaliknya, ia menunjukkan bahwa terkadang kita hanya membutuhkan jeda kecil.
Menurut saya, konsep tersebut terasa semakin relevan karena banyak orang kini terbiasa memandang istirahat sebagai sesuatu yang harus produktif. Liburan harus menghasilkan pengalaman, perjalanan harus memiliki tujuan, bahkan waktu luang kadang harus digunakan untuk mengembangkan diri.
Padahal, kita boleh berjalan-jalan hanya karena ingin melihat tempat lain. Kita boleh mencoba makanan baru tanpa alasan khusus. Tidak semua hal harus menghasilkan sesuatu yang besar.
Hanya saja, dengan ritme yang pelan dan cerita yang sederhana, drama ini mungkin tidak cocok bagi penonton yang mencari konflik besar atau alur yang penuh kejutan.
Namun, bagi saya, justru ketenangan itulah yang membuatnya menarik. One Day Off mengingatkan bahwa hidup tidak selalu membutuhkan perubahan besar agar terasa lebih baik.
Baca Juga
-
Salah Kaprah Budaya Nrimo dan Hilangnya Kesadaran atas Hak Hidup Layak
-
Cuan Tanpa Drama: Mudahnya Investasi Bersama New BIONS by BNI Sekuritas
-
Orang Miskin Dituntut Tahu Diri, Orang Kaya Bebas Mengejar Ambisi
-
The Spies Who Loved Me: Uniknya Kisah Cinta di Balik Operasi Intelijen
-
Ironi Ruang Publik: Spanduk Protes Ditertibkan, Bendera Partai Dibiarkan
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar
-
Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi
-
Beautiful Pain: Kisah Nyata Perjuangan Perempuan Bangkit dari Luka KDRT
-
Mengapa Pikiran Memengaruhi Keadaan Kita? Review Buku The Law of Attraction
-
Review Film Henry's First Date: Misteri Ingatan yang Tereset Setiap Pagi
Terkini
-
Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah
-
Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi
-
Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me
-
Pemerintah Gemar Solusi Instan, Siapa yang Menyelesaikan Akar Masalah?
-
Sisi Gelap Tren Thrifting: Niat Kurangi Limbah, Malah Nimbun Baju Bekas