Dongeng sering kali identik dengan keajaiban, pangeran tampan, dan akhir yang bahagia. Namun, dalam dunia yang diciptakan Melissa Albert, dongeng justru menjadi tempat yang penuh bahaya, kekerasan, dan kegelapan.
Melalui novel The Night Country, sekuel dari The Hazel Wood. Albert kembali mengajak pembaca memasuki semesta fantasi yang unik, tempat batas antara cerita dan kenyataan terus kabur.
Diterbitkan di Indonesia oleh Elex Media Komputindo pada 24 Juli 2024, novel setebal sekitar 296 halaman ini melanjutkan kisah Alice Proserpine.
Identitas Buku
Alice Proserpine, seorang gadis yang berhasil melarikan diri dari Hinterland, dunia dongeng misterius yang diciptakan neneknya. Namun, seperti banyak kisah fantasi gelap lainnya, melarikan diri ternyata tidak berarti bebas sepenuhnya dari masa lalu.
Di akhir The Hazel Wood, Alice berhasil keluar dari Hinterland dengan bantuan Ellery Finch. Ia akhirnya memperoleh kesempatan untuk menjalani kehidupan normal di New York, jauh dari kutukan cerita dan warisan gelap keluarganya. Namun kehidupan biasa yang selama ini diidam-idamkan ternyata tidak semudah yang dibayangkan.
Para penghuni Hinterland yang berhasil lolos ke dunia nyata juga berusaha membangun kehidupan baru. Mereka adalah "mantan cerita"—tokoh-tokoh dongeng yang kini harus belajar hidup sebagai manusia biasa di tengah hiruk-pikuk Kota New York. Akan tetapi, kedamaian tersebut tidak berlangsung lama. Satu per satu para penyintas Hinterland mulai ditemukan tewas secara misterius.
Kematian-kematian tersebut bukan sekadar rangkaian kebetulan. Alice mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih besar dan lebih berbahaya sedang terjadi. Ancaman yang mengintai para mantan penghuni Hinterland tampaknya berkaitan dengan kehancuran dunia asal mereka. Ketika jumlah korban terus bertambah, Alice merasa tidak punya pilihan selain kembali terlibat dalam misteri yang berhubungan dengan masa lalunya.
Di sisi lain, Ellery Finch menjalani petualangan yang berbeda. Jika Alice berjuang di dunia nyata, Finch harus menghadapi konsekuensi dari kehancuran Hinterland yang perlahan-lahan menghilang dari eksistensi. Melalui sudut pandang Finch, pembaca diperlihatkan bagaimana sebuah dunia dapat mati, bukan secara perlahan, melainkan melalui kehancuran yang dramatis dan menyakitkan.
Kelebihan dan Kekurangan
Salah satu kekuatan utama The Night Country adalah cara Melissa Albert membangun dunia fantasinya. Hinterland bukanlah negeri dongeng yang penuh warna dan kebahagiaan. Dunia ini lebih menyerupai mimpi buruk yang indah sekaligus mengerikan.
Cerita-cerita di dalamnya dipenuhi karakter tragis, kutukan, kekerasan, dan takdir yang sulit dihindari. Albert berhasil membalikkan banyak elemen dongeng klasik menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap dan kompleks.
Keunikan tersebut membuat novel ini terasa berbeda dari kebanyakan fantasi remaja. Pembaca tidak akan menemukan kisah pahlawan yang sederhana atau pertarungan antara baik dan jahat yang hitam-putih. Sebaliknya, hampir semua karakter berada di wilayah abu-abu, termasuk Alice sendiri.
Dalam novel ini, perkembangan karakter Alice menjadi fokus utama. Jika pada buku pertama ia berusaha memahami siapa dirinya sebenarnya, maka The Night Country lebih banyak mengeksplorasi pertanyaan yang lebih penting: setelah bebas dari takdir yang ditentukan orang lain, ingin menjadi siapa dirinya?
Konflik tersebut membuat perjalanan Alice terasa personal dan emosional. Ia tidak hanya menghadapi ancaman fisik dari pembunuh misterius, tetapi juga pergulatan batin mengenai identitas, kebebasan, dan pilihan hidup. Sebagai seseorang yang pernah menjadi bagian dari sebuah cerita, Alice kini harus menentukan narasinya sendiri.
Rekomendasi Pembaca
Tema identitas menjadi salah satu pesan paling kuat dalam novel ini. Melissa Albert seolah mengajak pembaca merenungkan apakah manusia benar-benar dapat melepaskan diri dari masa lalunya, atau justru harus belajar hidup berdampingan dengannya. Pertanyaan tersebut muncul berulang kali sepanjang cerita dan menjadi inti dari perjalanan Alice.
Selain itu, novel ini juga mengangkat tema kehilangan, harapan, dan pencarian tempat untuk pulang. Banyak karakter dalam cerita merasa terasing, baik dari dunia asal mereka maupun dari dunia baru yang mereka tempati. Perasaan tidak memiliki rumah inilah yang membuat kisah mereka terasa relevan dan menyentuh.
The Night Country adalah novel fantasi gelap yang memadukan misteri, romansa, dan petualangan dengan sangat baik. Melissa Albert menghadirkan cerita yang tidak hanya memikat melalui dunia dongengnya yang kelam, tetapi juga melalui pertanyaan-pertanyaan mendalam tentang identitas dan kebebasan.
Bagi penggemar fantasi portal, misteri, dan dongeng yang memiliki sisi gelap, novel ini menawarkan pengalaman membaca yang kaya, menegangkan, dan sulit dilupakan.
Identitas Buku
- Judul: The Night Country
- Penulis: Melissa Albert
- Penerbit: Elex Media Komputindo
- Tanggal Terbit: 24 Juli 2024
- Tebal: 296 halaman
- ISBN: 9786230059407
- Genre: Fantasi, Young Adult
- Seri: The Hazel Wood #2
Baca Juga
-
Anggaran MBG Membengkak, Apakah Semua Anak Benar-Benar Membutuhkannya?
-
Bukan Tak Peduli, Ketika Masyarakat Adat Takut Membela Tanahnya Sendiri
-
Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah
-
Negara Minta Inovasi, tetapi Pelaku Agribisnis Justru Dipersulit
-
Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta
-
Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik
-
Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel
-
Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca
-
Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah
Terkini
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
-
Sukses Besar, Serial Carrie Resmi Lanjut Musim 2 Gandeng Mike Flanagan
-
Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan
-
Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan