Sekar Anindyah Lamase | Oktavia Ningrum
Gesture (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Komunikasi tidak hanya terjadi melalui kata-kata. Sering kali, pesan yang paling jujur justru disampaikan lewat ekspresi wajah, gerakan tangan, arah pandangan mata, hingga cara seseorang duduk atau berdiri. Inilah gagasan utama yang diangkat dalam buku Gesture: Mengungkap Makna Di Balik Bahasa Tubuh Orang Lain dari Mikroekspresi Hingga Makroekspresi karya Zaka Putra Ramdani.

Buku yang diterbitkan oleh Jendela Book pada 2021 ini hadir sebagai bacaan populer yang memadukan teori komunikasi nonverbal dengan psikologi pengembangan diri. Dengan ketebalan sekitar 224 halaman, buku ini ditujukan bagi pembaca umum yang ingin memahami bagaimana bahasa tubuh dapat memengaruhi komunikasi sehari-hari.

Isi Buku

Manusia sering kali mampu mengendalikan kata-kata yang diucapkannya, tetapi tidak selalu mampu mengendalikan respons tubuhnya. Karena itu, memahami bahasa tubuh dinilai dapat membantu seseorang menangkap emosi, keraguan, rasa percaya diri, bahkan kemungkinan adanya ketidaksesuaian antara ucapan dan perasaan lawan bicara.

Zaka Putra Ramdani mengajak pembaca mengenal berbagai bentuk komunikasi nonverbal. Mulai dari mikroekspresi yang berlangsung hanya sepersekian detik, makroekspresi yang lebih mudah diamati, gerakan tangan, posisi tubuh, kontak mata, hingga intonasi suara atau paralinguistik. Semua unsur tersebut dijelaskan sebagai bagian dari pesan yang sering kali luput dari perhatian ketika orang hanya fokus pada kata-kata.

Salah satu bagian yang menarik adalah pembahasan mengenai mikroekspresi. Penulis menjelaskan bahwa ekspresi wajah yang muncul sangat singkat dapat mengungkap emosi spontan seperti marah, takut, sedih, atau terkejut. Dalam praktiknya, kemampuan mengenali mikroekspresi diklaim dapat membantu pembaca memahami kondisi emosional lawan bicara secara lebih baik.

Selain itu, buku ini juga membahas konsep haptics communication atau komunikasi melalui sentuhan, pentingnya intuisi dalam berinteraksi, serta hubungan antara kecerdasan emosional dan kemampuan membaca perilaku orang lain. Penjelasan disampaikan dengan bahasa yang ringan sehingga tidak terasa seperti membaca buku psikologi akademik.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan lain buku ini adalah banyaknya contoh situasi sehari-hari. Misalnya, bagaimana mengenali seseorang yang terlihat ragu meskipun mengatakan "ya", bagaimana memahami sikap defensif melalui posisi tangan, atau bagaimana memperhatikan perubahan nada suara ketika seseorang sedang gugup. Contoh-contoh semacam ini membuat pembaca lebih mudah menghubungkan teori dengan pengalaman nyata.

Namun demikian, pembaca juga perlu membaca buku ini secara kritis. Sebagian pembahasan mengenai komunikasi nonverbal memang memiliki dasar dalam kajian psikologi dan ilmu komunikasi. Akan tetapi, beberapa topik lain seperti menghubungkan karakter seseorang dengan golongan darah, tulisan tangan, atau tanda tangan.

Masih menjadi perdebatan dan tidak memiliki dukungan ilmiah yang sekuat penelitian tentang ekspresi wajah atau komunikasi nonverbal.

Karena itu, bagian-bagian tersebut lebih tepat dipandang sebagai tambahan wawasan daripada dijadikan dasar untuk menilai seseorang.

Hal lain yang perlu diingat adalah bahasa tubuh tidak dapat digunakan sebagai alat pasti untuk mendeteksi kebohongan. Tidak ada satu gerakan, tatapan mata, atau posisi tubuh yang secara universal berarti seseorang sedang berbohong. Dalam praktik profesional, para ahli biasanya menilai bahasa tubuh dengan melihat keseluruhan konteks, pola perilaku, situasi, dan isi pembicaraan, bukan hanya satu isyarat tertentu.

Rekomendasi Pembaca

Meski demikian, buku ini tetap memberikan manfaat bagi pembaca yang ingin meningkatkan kemampuan observasi. Setelah membacanya, kita menjadi lebih sadar bahwa komunikasi yang efektif tidak hanya bergantung pada kemampuan berbicara, tetapi juga kemampuan mendengarkan dan mengamati. Bahasa tubuh dapat menjadi petunjuk untuk memahami apakah lawan bicara merasa nyaman, gugup, antusias, atau justru tidak setuju.

Secara keseluruhan, Gesture merupakan bacaan yang menarik bagi siapa saja yang ingin mengenal dunia komunikasi nonverbal tanpa harus membaca buku-buku psikologi yang berat. Gaya penulisannya ringan, mudah dipahami, dan dipenuhi contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Meskipun beberapa pembahasannya perlu disikapi secara kritis karena tidak seluruhnya didukung bukti ilmiah yang kuat, buku ini tetap berhasil membuka wawasan bahwa komunikasi bukan hanya soal apa yang keluar dari mulut seseorang, tetapi juga tentang apa yang diam-diam disampaikan oleh tubuhnya.

Pada akhirnya, kemampuan membaca bahasa tubuh bukan untuk menghakimi orang lain, melainkan untuk membangun komunikasi yang lebih peka, empatik, dan minim kesalahpahaman.

Identitas Buku

  • Judul: Gesture: Mengungkap Makna Di Balik Bahasa Tubuh Orang Lain Dari Mikroekspresi Hingga Makroekspresi
  • Penulis: Zaka Putra Ramdani
  • Penerbit: Jendela Book 
  • Tahun Terbit: 2021
  • ISBN: 978-602-5254-91-8
  • Tebal: 224 halaman