Lintang Siltya Utami | Oktavia Ningrum
You've Reached Sam (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Kehilangan seseorang yang dicintai selalu menyisakan pertanyaan yang tidak mudah dijawab. Bagaimana jika masih ada kata-kata yang belum sempat diucapkan? Bagaimana jika perpisahan datang tanpa tanda-tanda?

Gagasan inilah yang menjadi inti novel You've Reached Sam karya Dustin Thao, yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Merelakan Sam oleh Gramedia Pustaka Utama pada 2024.

Novel bergenre young adult romance setebal 374 halaman ini mengangkat tema kehilangan, penyesalan, dan proses menerima kenyataan. Alih-alih hanya menawarkan kisah cinta remaja yang manis, Dustin Thao mengajak pembaca menyelami perjalanan emosional seorang gadis berusia 17 tahun yang harus belajar melanjutkan hidup setelah kehilangan orang yang paling dicintainya.

Sinopsis Novel

Tokoh utama dalam novel ini adalah Julie Clarke. Seperti kebanyakan remaja seusianya, Julie telah menyusun masa depan bersama sang kekasih, Sam Obayashi. Mereka bermimpi kuliah di kota yang sama, menjalani kehidupan baru, dan mengejar cita-cita bersama. Namun, semua rencana itu hancur ketika Sam meninggal secara mendadak akibat kecelakaan.

Kematian Sam membuat Julie kehilangan arah. Ia menghindari teman-temannya, menjauh dari keluarga Sam, bahkan berusaha menghapus semua kenangan tentang kekasihnya. Namun, semakin keras ia mencoba melupakan, semakin besar pula rasa rindu yang menghantuinya.

Premis novel ini menjadi menarik ketika Julie, dalam keputusasaan, menelepon nomor ponsel Sam. Ia tentu tidak berharap ada yang menjawab. Namun, sesuatu yang mustahil terjadi.

Sam mengangkat telepon itu.

Dustin Thao tidak memberikan penjelasan ilmiah mengenai keajaiban tersebut. Novel ini memang tidak berusaha menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi. Sebaliknya, telepon ajaib tersebut menjadi simbol kesempatan kedua bagi dua orang yang belum sempat mengucapkan selamat tinggal.

Melalui percakapan-percakapan mereka, pembaca diajak melihat kembali kenangan indah Julie dan Sam, sekaligus menyaksikan bagaimana rasa bersalah, penyesalan, dan cinta dapat menghambat seseorang untuk benar-benar melepaskan orang yang telah pergi.

Kelebihan dan Kekurangan

Salah satu kekuatan terbesar novel ini adalah penggambaran proses berduka yang terasa sangat manusiawi. Julie tidak digambarkan sebagai tokoh yang selalu kuat. Ia marah, egois, menyalahkan diri sendiri, bahkan beberapa kali melukai orang-orang yang sebenarnya ingin membantunya.

Karakter seperti ini memang menuai beragam respons dari pembaca. Sebagian merasa Julie sulit disukai karena sifatnya yang keras bahkan sebelum kehilangan Sam. Namun, bagi pembaca lain, justru ketidaksempurnaan itulah yang membuatnya terasa nyata.

Selain hubungan Julie dan Sam, novel ini juga menyoroti pentingnya keluarga dan persahabatan. Kehadiran Mika, Oliver, Yuki, Rachel, Jay, Tristan, hingga keluarga Sam menunjukkan bahwa kehilangan tidak hanya dirasakan oleh satu orang. Setiap tokoh memiliki cara masing-masing dalam menghadapi duka. Pesan ini membuat cerita terasa lebih luas daripada sekadar kisah cinta remaja.

Dari segi penulisan, Dustin Thao berhasil menghadirkan narasi yang emosional dan mudah diikuti. Alur maju-mundur yang menampilkan kilas balik hubungan Julie dan Sam membantu pembaca memahami mengapa kehilangan itu terasa begitu besar. Meski demikian, beberapa pembaca menilai bagian pertengahan novel berjalan terlalu lambat. Konflik utama terasa berulang sehingga cerita sebenarnya dapat disampaikan dengan lebih ringkas. Beberapa tokoh pendukung juga belum memperoleh porsi yang cukup untuk berkembang.

Terlepas dari kekurangan tersebut, bab-bab terakhir menjadi kekuatan utama novel ini. Penutup dan epilognya mampu menghadirkan emosi yang kuat tanpa terkesan berlebihan. Dustin Thao mengingatkan bahwa menerima kenyataan bukan berarti melupakan orang yang telah pergi. Merelakan adalah belajar hidup berdampingan dengan kenangan tanpa membiarkannya menghentikan langkah kita.

Novel ini juga menyampaikan pesan sederhana tetapi mendalam: jangan menunda mengungkapkan rasa sayang, meminta maaf, atau mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang berarti. Kehidupan tidak selalu memberikan kesempatan kedua, dan tidak semua perpisahan datang dengan waktu untuk berpamitan.

Pada akhirnya, You've Reached Sam bukan sekadar novel tentang kematian atau kisah cinta remaja. Novel ini adalah refleksi tentang bagaimana manusia menghadapi kehilangan dan belajar bangkit.

Dustin Thao menunjukkan bahwa cinta tidak selalu diukur dari lamanya bersama, melainkan dari keberanian untuk tetap melanjutkan hidup ketika orang yang dicintai telah tiada. Mungkin itulah alasan mengapa setelah halaman terakhir ditutup, justru pembacalah yang merasa paling sulit untuk benar-benar merelakan Sam.

Identitas Buku

  • Judul:You've Reached Sam
  • Penulis: Dustin Thao
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit: 2024
  • ISBN: 978-602-067-847-4
  • Tebal: 374 Halaman
  • Genre: Young Adult Fiction, Romance