Ada banyak hal yang tampak sederhana bagi orang dewasa, tetapi terasa seperti pencapaian besar bagi seorang anak. Mengikat tali sepatu adalah salah satunya. Bagi anak-anak, kemampuan tersebut bukan sekadar keterampilan baru, melainkan bagian dari perjalanan untuk menjadi “anak besar”. Inilah pengalaman sederhana yang dikemas dengan sangat menyenangkan dalam buku Loops karya Jashar Awan.
Loops mengikuti seorang anak yang baru saja mengenakan sepatu pertamanya dengan tali. Sepatu itu mungkin sedikit kebesaran karena masih bisa digunakan saat ia tumbuh nanti, tetapi ia sudah merasa siap merawatnya sendiri.
Masalahnya, sepatu tersebut terus-menerus terlepas. Untungnya, ia tahu cara mengikat tali sepatu. Atau setidaknya, ia merasa tahu.
Dari sinilah petualangan kecil yang lucu dimulai. Ketika satu masalah berhasil diselesaikan, masalah lain muncul. Tali sepatu harus diikat kembali, sepatu terlepas lagi, dan tiba-tiba salah satu sepatu bahkan menghilang.
Situasi sederhana ini terasa sangat dekat dengan pengalaman anak-anak yang sedang belajar melakukan sesuatu untuk pertama kalinya.
Hal menarik dari Loops adalah cara Jashar Awan mengubah pengalaman sehari-hari menjadi cerita yang penuh energi dan humor. Buku ini tidak mengajarkan ketekunan melalui nasihat panjang atau pesan moral yang terasa menggurui.
Sebaliknya, pembaca diajak menyaksikan langsung bagaimana tokoh utamanya menghadapi keberhasilan, kegagalan, kebingungan, dan rasa frustrasi. Inilah salah satu kekuatan utama buku ini. Loops memahami bahwa sesuatu yang tampak kecil bagi orang dewasa bisa terasa sangat besar bagi seorang anak.
Belajar mengikat tali sepatu bukan hanya tentang membentuk simpul yang benar. Ada rasa bangga ketika berhasil, kecewa ketika gagal, dan keinginan untuk terus mencoba meskipun hasilnya belum sempurna.
Bahasa yang digunakan terasa ringan, komunikatif, dan penuh semangat. Gaya penceritaannya seperti percakapan yang mengajak pembaca mengikuti setiap kejadian dengan antusias. Karena itu, buku ini sangat cocok dibacakan bersama anak-anak.
Orang dewasa pun mungkin akan tersenyum karena pengalaman tokoh utamanya terasa begitu familiar: mencoba sesuatu yang baru, merasa sudah menguasainya, lalu kembali menghadapi masalah yang sama.
Ilustrasi menjadi bagian penting dari daya tarik Loops. Jashar Awan menghadirkan gambar digital yang terasa hangat dan ekspresif.
Tokoh utama digambarkan dengan berbagai ekspresi yang membantu pembaca memahami perasaan di balik setiap kejadian. Keberhasilan, kegagalan, kebingungan, dan kegembiraan semuanya terasa hidup melalui ilustrasi yang sederhana tetapi penuh karakter.
Salah satu keunikan buku ini adalah konsep “lingkaran” yang juga berkaitan dengan judulnya. Cerita tidak hanya berputar pada simpul tali sepatu, tetapi juga memiliki struktur yang terasa seperti sebuah loop.
Pembaca diajak mengikuti perjalanan tokoh utama, kemudian menemukan bahwa kejadian-kejadian dalam cerita seolah membawa mereka kembali ke awal. Bahkan, keberadaan sepatu yang hilang menjadi bagian dari permainan kreatif tersebut.
Konsep ini membuat Loops menjadi buku yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyenangkan untuk dibaca berulang kali. Anak-anak mungkin akan menikmati pengulangan dan kejutan kecil yang muncul di sepanjang cerita, sementara orang dewasa dapat melihat pesan yang lebih luas tentang proses belajar.
Buku ini mengingatkan bahwa tidak ada yang langsung mudah ketika seseorang baru belajar melakukan sesuatu. Mengikat tali sepatu, mengambil langkah pertama, mencoba permainan baru, atau menghadapi tantangan lain dalam masa kanak-kanak semuanya membutuhkan waktu.
Pesan tersebut juga membuat Loops relevan bagi pembaca dari berbagai usia. Anak-anak dapat merasa terwakili oleh tokoh utamanya, sedangkan orang dewasa mungkin diingatkan bahwa menjadi lebih mahir dalam sesuatu memang membutuhkan keberanian untuk terus mencoba.
Dengan cerita yang lucu, ilustrasi yang menawan, serta pesan tentang kesabaran dan ketekunan, Loops menjadi picture book yang hangat dan menghibur. Buku ini cocok untuk anak-anak yang sedang belajar mandiri, terutama mereka yang sedang menghadapi tantangan baru dan mudah merasa frustrasi ketika belum langsung berhasil.
Namun, pesan terbaik dari Loops mungkin justru sederhana: tidak apa-apa jika sesuatu belum bisa dilakukan dengan sempurna. Teruslah mencoba. Karena sebelum menyadarinya, sesuatu yang awalnya terasa sulit bisa menjadi bagian dari kemampuan baru yang membanggakan.
Baca Juga
-
Bukan Sekadar Buku Anak, 'Dad' Menggambarkan Sisi Kompleks Seorang Ayah
-
Bukan Hantu Menyeramkan! Ini Alasan "Aggie and the Ghost" Begitu Lucu
-
Review The Sweater: Pelajaran Sederhana tentang Berbagi dan Peduli
-
Kura-Kura Pakai Kostum Beruang? Ini Keseruan Buku Bob Shea
-
Misi Menyelamatkan Dunia di Balik Sikap Jutek Cranky, Crabby Crow
Artikel Terkait
Ulasan
-
Bukan Sekadar Buku Anak, 'Dad' Menggambarkan Sisi Kompleks Seorang Ayah
-
Memeluk Diri di Seri Chicken Soup for the Soul, Saat Hidup Terasa Berat
-
A Painted House: Kisah si Kecil Luke dan Takdir yang Tak Selalu Memihak
-
Dari Lelucon Erotis hingga Arisan Valas: Sisi Lain Kaum Borjuis Tempo Dulu
-
Ulasan Film Smile 2: Sekuel Paling Mencekam dengan Nuansa Horor yang Pekat!
Terkini
-
Tayang September, Film Tazza: The Song of Beelzebub Jadi Penutup Seri Tazza
-
Review Buku 'Pertama, Sayangi Dirimu Lebih Dahulu': Kecil Langkahnya, Besar Dampaknya
-
Bukan Sembarang Donat, Ini 5 Keunikan Kkwabaegi, Donat Kepang Khas Korea
-
4 OOTD Minimalist Casual ala Jongho ATEEZ yang Cocok Dipakai Kapan Saja!
-
4 Ide OOTD Y2K Streetwear Style ala Jennie BLACKPINK yang Cozy dan Trendi!