Lintang Siltya Utami | Sam Edy
Buku Catatan Harian Bang Ojol. (Dokumen pribadi/Sam)
Sam Edy

Buku Catatan Harian Bang Ojol berisi kumpulan kisah penuh tawa dan duka seorang tukang ojek online bernama Mas Pur atau Bagus Purwandi Darsiyan. Kebetulan saya cukup mengenal akrab sosok Mas Pur meksi hanya berinteraksi di media sosial. Bapak dua anak ini memiliki semangat yang tinggi di dunia kepenulisan. Sejumlah bukunya pun sudah terbit di berbagai penerbit ternama. Karya-karyanya seperti cerpen banyak termuat di sejumlah media massa.

Selain menulis, Mas Pur juga menekuni dunia ojek online. Itu semua dilakukannya demi mencukupi kebutuhan hidup dan dua anaknya yang sudah beranjak remaja. Kalau hanya mengandalkan dari honor menulis saja sepertinya tidak cukup. Terlebih saat ini banyak media massa yang gulung tikar atau tak lagi mampu memberikan honor kepada para penulis. Maka tak heran, menekuni dunia ojek online (ojol) menjadi pilihan bagi Mas Pur.

Di buku yang diterbitkan oleh Cheklist Media ini, Mas Pur menceritakan suka dukanya selama menjadi ojol. Kisah-kisahnya begitu menarik dan segar dibaca karena ditulis dengan gaya bahasa ringan, santai, dan mudah dipahami.

Salah satu kisah Mas Pur saat menjadi ojol misalnya ketika ia mendapat orderan ojek dari seorang dokter. Kebetulan malam itu bertepatan dengan malam perayaan Valentine. Meski saat itu tubuh Mas Pur sudah terasa penat, ia berusaha tetap semangat menjalani profesinya.

Customer yang adalah dokter itu ternyata masih muda dan cantik. Tak hanya itu, Bu Dokter juga tampak ramah. Sepanjang perjalanan menuju rumah Bu Dokter, mereka pun terlibat obrolan hangat. Mas Pur menceritakan kisah singkat hidupnya pada Bu Dokter, termasuk kisah istrinya yang sudah meninggal dunia dan kini hanya hidup dengan kedua anaknya.

Tak dinyana, saat sudah sampai di rumah Bu Dokter, Mas Pur disuruh menunggu sebentar. Ternyata Bu Dokter memberikan sebuah bingkisan berisi cokelat untuk kedua anaknya di rumah. Tentu saja Mas Pur sangat gembira dan berharap kedua anaknya akan senang dengan kado berisi cokelat tersebut.

Menjadi ojol ternyata harus siap ketika ada customer yang tiba-tiba men-cancel orderannya. Mas Pur juga pernah mengalami hal itu. Suatu hari ada orderan ekspres masuk: mengantar kue-kue donat. Pengirim berlokasi di perumahan elite di Pekalongan Timur. Lokasi pengantaran di wilayah selatan yang hanya berjarak 2 kilometer.

Sialnya, saat Mas Pur tiba di lokasi, ternyata orderan sudah dibatalkan oleh customer tanpa ia mengerti alasannya. Dengan lemas, ia bergegas akan putar haluan. Namun tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya. Ternyata ia adalah ibu customer yang membatalkan pesanan tersebut.

“Maaf Pak, tadi saya cancel, karena kue donatnya diantar oleh suami saya. Ini ongkos kirimnya,” ujar ibu customer. Sebenarnya Mas Pur sudah berusaha menolak pemberian ongkos tersebut karena merasa sudah dicancel. Tapi si ibu tetap memberikannya. Dari kisah ini, kita dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya menghargai seseorang. Menurut saya, tetap memberikan ongkos adalah sebuah tanggung jawab customer karena telah men-cancel orderan secara sepihak.

Kisah mengharu biru lainnya dialami Mas Pur ketika ia mengantar customer menuju daerah Karangjompo, Pekalongan. Tak dinyana, ternyata kampung tempat customer tersebut sedang dilanda banjir. Namun, Mas Pur berhasil mengantarkan customer dengan selamat sampai tujuan.

Sayangnya, sepulang mengantar customer, Mas Pur mengalami musibah. Karena tak begitu hapal medan daerah tersebut, ia dan motornya terperosok di selokan pinggir jalan. Untung saja warga sekitar segera menolongnya. Mas Pur bahkan menumpang mandi di salah satu rumah warga untuk membersihkan muka dan sekujur tubuhnya yang penuh dengan air berlumpur.

Selain ketiga kisah tersebut, tentunya masih banyak kisah-kisah lain yang bisa dibaca langsung di buku ini. Saya benar-benar salut dengan kegigihan Mas Pur menjadi Bang Ojol. Di sela-sela kesibukannya menunggu orderan, ia masih rutin menuliskan kisahnya. Kisah yang bisa menjadi bahan renungan buat para pembaca.

Identitas Buku

  • Judul Buku: Catatan Harian Bang Ojol
  • Penulis: Bagus Purwandi Darsiyan
  • Penerbit: Checklist Media, Yogyakarta
  • Tebal Buku: vi + 134 halaman
  • Tahun Terbit: Cetakan Pertama, 2023
  • ISBN: 978-623-8114-31-3