Di Kabupaten Kediri ada satu masjid yang punya cerita menarik. Namanya Masjid Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP) Tanwirus Su'ada, atau yang lebih akrab disebut warga sebagai Masjid Pancasila.
Kabupaten Kediri memang punya banyak masjid dengan berbagai bentuk dan gaya arsitektur. Namun, kalau kalian sedang jalan-jalan ke wilayah Plosoklaten, ada satu masjid yang rasanya sayang untuk dilewatkan. Masjid Tanwirus Su'ada berada di Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
Masjid ini termasuk bagian dari 999 masjid di Nusantara yang dibangun pada masa Presiden kedua RI, Soeharto. Masjid Tanwirus Su'ada sendiri diresmikan pada 16 Februari 1987. Artinya, bangunan ini sudah menemani masyarakat Kediri selama puluhan tahun.
Masjid Pancasila Peninggalan Presiden Soeharto
Bagi sebagian orang, nama Masjid Tanwirus Su'ada mungkin terdengar asing. Namun, begitu melihat bentuk bangunannya, kemungkinan kalian akan langsung teringat dengan masjid-masjid Pancasila yang ada di daerah lain.
Masjid YAMP memang memiliki ciri khas arsitektur yang hampir serupa. Bentuk bangunannya sederhana, tetapi justru punya karakter yang kuat. Tidak perlu kubah raksasa atau menara menjulang tinggi untuk membuatnya mudah dikenali.
Masjid Tanwirus Su'ada juga masih mempertahankan struktur bangunan aslinya. Jadi, meskipun sudah berusia puluhan tahun, wajah lama masjid tetap terasa. Ada semacam suasana nostalgia ketika melihat bangunan yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman.
Masjid Pancasila memang bukan hanya ada di Kediri. Masjid-masjid dengan gaya arsitektur serupa tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Karena bentuknya yang khas, masyarakat kemudian lebih mudah menyebutnya sebagai Masjid Pancasila.
Di Kabupaten Kediri sendiri, saya sempat menemukan beberapa masjid dengan gaya arsitektur seperti ini. Setidaknya ada empat masjid yang tersebar di Kecamatan Mojo, Kunjang, dan Pare.
Sementara di Kota Kediri, bangunan dengan karakter serupa juga bisa ditemui di Kecamatan Kota dan Mojoroto. Jadi, kalau kalian penasaran seperti apa bentuk Masjid Pancasila, sebenarnya tidak perlu jauh-jauh pergi ke luar daerah.
Jangan Kaget, Bagian Dalamnya Justru Bikin Pangling
Nah, bagian yang menurut saya menarik justru ada di dalam masjid.
Kalau dari luar kesan bangunan lama masih sangat terasa, bagian interior Masjid Tanwirus Su'ada sudah mendapat sentuhan dari takmir. Interior dipercantik tanpa mengubah struktur bangunan asli.
Hasilnya cukup menarik. Nuansa masjid lama khas Masjid Jawa masih dipertahankan, tetapi bagian dalam terasa lebih nyaman dan enak dipandang. Rasanya seperti melihat bangunan lawas yang mendapat sedikit polesan tanpa kehilangan identitas aslinya.
Dari beberapa Masjid Pancasila yang pernah saya temui di Kediri, menurut saya Masjid Tanwirus Su'ada menjadi salah satu yang paling menarik.
Bukan karena bangunannya paling besar atau paling megah. Justru kesederhanaan bentuknya menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi interiornya sudah ditata dengan cukup apik sehingga kesan bangunan lama tidak membuat masjid terasa kuno.
Ada perpaduan menarik antara arsitektur masa lalu dan sentuhan interior masa kini. Bangunannya tetap menjadi saksi perjalanan waktu, sementara bagian dalamnya membuat pengunjung merasa nyaman ketika berada di dalam.
Ada Cerita Panjang di Balik Bangunan Sederhana
Masjid yang diresmikan pada 16 Februari 1987 ini tentu sudah melewati banyak cerita. Selama puluhan tahun, tempat ibadah seperti Masjid Tanwirus Su'ada bukan hanya menjadi tempat masyarakat menunaikan salat.
Masjid juga menjadi ruang bertemunya warga, tempat berbagai kegiatan keagamaan berlangsung, sekaligus bagian dari kehidupan masyarakat sekitar. Karena itu, mempertahankan bangunan lama sebenarnya juga berarti merawat bagian kecil dari sejarah daerah.
Kadang kita terlalu sibuk mencari bangunan yang baru, besar, dan terlihat megah. Padahal, bangunan lama seperti Masjid Pancasila justru punya cerita yang tidak bisa dibeli dengan kemewahan.
Jadi, kalau kalian sedang main ke Plosoklaten atau kebetulan melintas di sekitar Desa Pranggang, coba sempatkan mampir ke Masjid Tanwirus Su'ada.
Selain bisa menunaikan ibadah, kalian juga bisa melihat salah satu bangunan Masjid Pancasila yang masih bertahan di Kabupaten Kediri. Apalagi bagian interiornya sudah dipercantik sehingga cukup menarik untuk dilihat.
Masjidnya mungkin tidak semegah masjid-masjid baru yang sekarang banyak bermunculan. Namun justru di situlah menariknya. Sebab, kadang bangunan yang sudah berusia puluhan tahun punya cerita yang jauh lebih panjang daripada sekadar kemegahan arsitekturnya.
Baca Juga
-
Masjid Baiturrahman Alasmalang, Dirawat Seperlunya Tanpa Ubah Wajah Lama
-
Masjid Lawang Songo, Jejak Arsitektur Jawa yang Tetap Terjaga di Lirboyo
-
Masjid Tegalsari: Jejak Islam dan Jawa yang Bertahan Melintasi Zamannya
-
Masjid Al-Alawi Banjarmlati, Sokoguru Penjaga Jejak Arsitektur Jawa Kediri
-
Masjid At Taqwa Pare, Lebih Seabad Berdiri Menjaga Jejak Sejarah Kediri
Artikel Terkait
-
Nyore di Kyfein.id: Spot Hidden Gem yang Nyaman buat Nongkrong dan WFC
-
Hanung Bramantyo Bicara Pedas Insiden GKPI Rajeg: Saya dan Istri Dianggap Kafir Gara-gara Protes Toa
-
Houthi Tuduh Arab Saudi Nodai Kesucian Makkah: Dari Konser Hiburan hingga Corong Zionis
-
Provokasi Benjamin Netanyahu: Lakukan Ritual Yahudi di Masjid Al-Aqsa
-
Benjamin Netanyahu Injak Kaki ke Masjid Al-Aqsa, Hamas Murka: Provokasi Terang-terangan
Ulasan
-
The Revolt of Arabia: Mengenal Revolusi Arab dan Perubahan Kekuasaan di Hijaz
-
Semangat Muda: Ketika Tan Malaka Membaca Indonesia dari Pertarungan Kelas
-
Review Serial American Classic: Kisah Kehidupan Teater Kecil yang Unik
-
Skenario Sang Jenderal: Runtuhnya Tembok Kebohongan Ferdy Sambo
-
Novel Zero Byte: Ketika Deadline Skripsi dan Perjodohan Datang Bersamaan
Terkini
-
Curah Hujan Tinggi tapi Kekeringan, Ahli UGM Ungkap Masalah Air Jawa Barat
-
5 Gaya OOTD Kasual ala Park Jinyoung GOT7, Kece untuk Daily Outfit!
-
Manga Manchuria Opium Squad Kembali Terbit, Tsurushima Jadi Ilustrator Baru
-
Penuh Ambisi! BoyNextDoor Siap Raih Masa Depan Cerah di Lagu Animal
-
Merasa Bersalah Kalau Lagi Istirahat? Saatnya Belajar Seni Memberi Jeda Lewat Tulisan Reflektif