Lintang Siltya Utami | Tarassa Q.
Kucing Penyelamat Buku (Gramedia)
Tarassa Q.

Kucing Penyelamat Buku (The Cat Who Saved Books) karya Nosuke Satsukawa merupakan novel fantasi yang menghadirkan perpaduan antara petualangan, kecintaan terhadap literatur, dan proses penyembuhan emosional. Meski memiliki cerita yang ringan dan jumlah halaman yang relatif singkat, novel ini menyimpan gagasan yang cukup dalam mengenai bagaimana manusia seharusnya memperlakukan buku dan orang-orang di sekitarnya.

Tokoh utama cerita adalah Rintaro Natsuki, seorang remaja yang cenderung menutup diri dari lingkungan setelah kehilangan kakeknya. Sang kakek selama ini mengelola sebuah toko buku bekas bernama Natsuki Books dan menjadi sosok penting dalam kehidupan Rintaro. Setelah kepergiannya, Rintaro tidak tahu harus berbuat apa terhadap toko tersebut. Ia bahkan mempertimbangkan untuk meninggalkannya dan mengikuti bibinya.

Keadaan berubah ketika seekor kucing belang bernama Tiger muncul secara tiba-tiba. Hal yang membuat pertemuan tersebut semakin aneh adalah kemampuan Tiger berbicara seperti manusia. Kucing misterius itu kemudian membawa Rintaro pada sebuah misi yang tidak pernah dibayangkannya sebelumnya: menyelamatkan buku-buku yang diperlakukan secara tidak semestinya.

Bersama Tiger, Rintaro memasuki empat tempat misterius yang berbentuk labirin. Setiap bagian mempertemukannya dengan karakter yang memiliki cara pandang keliru terhadap buku. Dalam petualangan pertama, ia menghadapi seorang kolektor yang gemar memenuhi ruangan dengan buku, tetapi tidak benar-benar menikmati isinya. Buku hanya menjadi benda koleksi yang menunjukkan status.

Petualangan berikutnya memperlihatkan sosok yang memperlakukan bacaan layaknya informasi instan. Buku dipangkas dan diringkas secara berlebihan agar dapat dikonsumsi secepat mungkin. Setelah itu, Rintaro berhadapan dengan pihak penerbit yang menjadikan angka penjualan, tren pasar, dan keuntungan sebagai ukuran utama keberhasilan sebuah karya. Rintaro akhirnya menghadapi tantangan terbesar yang memaksanya menentukan alasan sebenarnya mengapa buku layak diperjuangkan.

Bagi saya, novel ini meninggalkan kesan yang sangat hangat meskipun hanya memiliki sekitar 200 halaman. Ada sesuatu yang menenangkan setelah menyelesaikan ceritanya. Saya juga menikmati konflik yang dibangun Nosuke Satsukawa karena persoalan yang diangkat terasa dekat dengan kebiasaan masyarakat dalam memandang buku dan aktivitas membaca.

Salah satu gagasan yang paling membekas adalah pandangan bahwa buku bukan sekadar objek yang dapat dikumpulkan, dihitung, atau dijadikan komoditas. Di dalamnya terdapat gagasan, emosi, pengalaman, dan ketulusan seseorang yang ingin berkomunikasi dengan pembacanya. Karena itu, membaca seharusnya tidak semata-mata menjadi perlombaan untuk menyelesaikan sebanyak mungkin judul.

Novel ini juga mengingatkan bahwa jumlah buku yang berhasil ditamatkan tidak otomatis menunjukkan kedalaman pemahaman seseorang. Membaca sedikit karya tetapi benar-benar merenungkan isinya bisa jauh lebih berarti daripada mengejar angka tanpa memahami pesan di dalamnya.

Selain kritik terhadap cara menikmati literatur, kisah Rintaro mengangkat persoalan manusiawi mengenai kehilangan dan kesepian. Perjalanan bersama Tiger perlahan membuatnya berani menghadapi perasaan yang selama ini ia pendam. Ia belajar bahwa keluar dari keterasingan membutuhkan kemauan untuk menerima perhatian dan membangun hubungan dengan orang lain.

Pada akhirnya, Kucing Penyelamat Buku bukan hanya cerita tentang usaha menyelamatkan buku dari perlakuan yang salah. Novel ini menjadi pengingat bahwa literatur dapat menghubungkan manusia, menumbuhkan empati, dan membantu seseorang memahami dirinya sendiri.

Rintaro akhirnya mampu berdamai dengan masa lalunya dan memilih mempertahankan toko buku peninggalan kakeknya. Keputusan tersebut menjadi simbol bahwa ia telah menemukan kembali keberanian untuk menjalani hidup sekaligus meneruskan sesuatu yang bermakna baginya.

Identitas Buku

Judul: Kucing Penyelamat Buku (The Cat Who Saved Books)
Penulis: Nosuke Satsukawa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786020671659