Dari dulu aku suka banget baca buku-buku bergenre metropop. Dunia kerja ala mbak-mbak kantoran selalu menarik buat dibaca, mulai dari percintaan yang kandas sampai masalah gede ataupun ampas. Salah satunya yang terjadi sama tokoh di novel satu ini.
Pernah nggak sih, baru bangun tidur, lihat rambut di kaca, lalu mood langsung ambyar? Padahal belum sarapan, belum buka laptop, bahkan belum sempat membalas chat. Tapi gara-gara rambut gagal diajak kompromi, rasanya satu hari sudah diprediksi bakal berantakan.
Kalau pernah mengalami hal serupa, mungkin kita akan cukup relate dengan Andita Soekardi, tokoh utama novel Hair-Quake! karya Mariskova. Novel bergenre MetroPop ini diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada 2008. Tebalnya sekitar 280 halaman. Ceritanya ringan, jenaka, penuh drama kantor, percintaan, dan tentu saja satu masalah besar: rambut.
Sinopsis Buku
Andita sebenarnya bukan tipe perempuan yang terobsesi ingin tampil seperti Barbie. Ia justru cukup percaya diri dengan tubuhnya yang kurus, kulit cokelat eksotis, dan mata besar berbentuk almond. Soal pacar? Kebetulan belum punya. Dan Andita baik-baik saja dengan itu.
Masalahnya cuma satu: rambut.
Bagi Andita, rambut yang bagus bisa menentukan kualitas hari. Potongan yang oke bikin percaya diri naik. Sebaliknya, rambut yang susah diatur bisa membuat mood turun drastis. Prinsip hidupnya sederhana: “Better hair brings better luck.”
Kedengarannya memang agak lebay. Tapi siapa bilang hidup harus selalu masuk akal?
Masalah Andita menjadi semakin serius ketika sebuah majalah mode berskala Asia menampilkan foto rambutnya dengan model potongan yang dianggap sudah ketinggalan zaman. Bayangkan: gaya rambut yang selama ini membuatnya percaya diri tiba-tiba dipermalukan di ruang publik.
Efeknya? Kantor langsung berubah menjadi arena roasting.
Teman-teman sekantornya ikut meledek. Ia menjadi bahan pembicaraan. Bahkan supervisornya ikut memberikan nasihat karena sedang mempertimbangkan Andita untuk mendapatkan promosi. Rambut yang seharusnya cuma perkara penampilan mendadak terasa seperti masalah karier.
Di tengah kekacauan itu, Andita tentu mencari pihak yang bisa disalahkan. Target paling obvious: salon yang memotong rambutnya.
Bukannya mendapatkan penyelesaian dramatis, Andita justru menemukan awal petualangan baru. Ia mendapatkan tawaran dari Mas Boy untuk menjalani 12 kali perawatan di salon CuteCut. Ironisnya, salon tersebut justru menjadi tempat yang membuatnya mengenal “kesialan” rambutnya.
Tapi ternyata, ada kejutan lain.
Saat menjalani perawatan pertamanya, Andita bertemu seorang laki-laki yang juga sedang creambath. Lelaki tersebut bahkan memberikan rekomendasi tonic agar rambut Andita lebih halus dan wangi. Pertemuan yang awalnya terlihat sepele itu kemudian berkembang menjadi hubungan pertemanan yang unik.
Jadwal creambath mereka bahkan sering berbarengan.
Kalau biasanya orang bertemu calon pasangan di kantor, kampus, kafe, atau acara teman, Andita justru punya kemungkinan bertemu seseorang di antara aroma shampoo, handuk salon, dan suara hair dryer. Romantis? Aneh. Lucu? Jelas.
Kelebihan dan Kekurangan
Novel Hair-Quake! bukan cuma cerita tentang rambut dan gebetan. Sebagai novel MetroPop, kehidupan kantor juga mendapat porsi yang cukup besar. Ada persaingan antarkaryawan, perebutan posisi, ambisi mendapatkan promosi, hingga orang-orang yang merasa harus menang sendiri.
Andita harus menghadapi lingkungan kerja yang tidak selalu sehat. Kenaikan jabatan yang seharusnya menjadi kesempatan berkembang bersama malah bisa berubah menjadi ajang saling sikut. Situasi seperti ini terasa dekat dengan kehidupan pekerja kantoran. Orang-orang yang sama-sama ingin maju, tetapi kadang lupa bahwa keberhasilan seseorang tidak selalu berarti kegagalan orang lain.
Di situlah rambut menjadi semacam metafora kecil dalam cerita. Andita awalnya percaya bahwa rambut bagus bisa membawa keberuntungan, cinta, bahkan kehidupan yang lebih baik. Tetapi semakin jauh ia menjalani berbagai kejadian, pembaca diajak melihat bahwa hidup tidak sesederhana itu.
Rambut bisa membuat seseorang lebih percaya diri, tetapi tidak otomatis menyelesaikan persoalan. Penampilan bisa membuka pintu, tetapi karakter, keberanian, kemampuan, dan cara seseorang menghadapi masalah tetap menentukan apa yang terjadi setelah pintu itu terbuka.
Pesan Moral
Dengan gaya yang ringan, dialog yang santai, dan berbagai situasi absurd khas kehidupan perempuan urban, Hair-Quake! menawarkan bacaan yang cocok untuk pembaca yang ingin menikmati cerita tanpa harus dibuat pusing dengan konflik yang terlalu berat.
Pada akhirnya, Andita mungkin memang ingin menjalani hari tanpa bad hair day. Namun perjalanan hidupnya justru membuktikan bahwa hari yang buruk tidak selalu berarti hidup yang buruk.
Kadang rambut berantakan. Karier bikin stres. Urusan cinta bikin bingung. Teman kantor bikin emosi.
Tapi ya sudah.
Rapikan rambut, tarik napas, lalu lanjutkan hidup.
Karena mungkin, seperti motto Andita, “Better hair brings better luck, better love, and better life.” Setidaknya, kalau keberuntungan belum datang, rambut kita sudah siap menyambutnya.
Identitas Buku
- Judul: Hair-Quake!
- Penulis: Mariskova
- Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
- Tahun Terbit: 2008
- Tebal: 280 halaman
- ISBN: 978-979-22-3642-2
Baca Juga
-
Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak
-
Membaca Yuk Gaul! Jadi Orang Keren Tanpa Kehilangan Arah
-
Bahaya Laten Normalisasi Korupsi: Saat Pejabat Publik Memaklumi Kejahatan Luar Biasa
-
Pray for Kalimantan: Ketika Hutan Gundul, Kemarau Menjadi Api
-
Membaca Citizen 4.0: Manusia yang Menyetir atau Kita yang Diatur Teknologi?
Artikel Terkait
-
Dari Rak Buku ke Ruang Lifestyle, Wajah Baru Toko Buku di Tengah Era Digital
-
Acorn Was a Little Wild: Dari Jiwa Bebas Menjadi Pohon yang Megah
-
Le Petit Prince, Buku Anak yang Diam-Diam 'Menampar' Orang Dewasa
-
Metamorfosis: Menilik Proses Gregor Samsa 'Menghilang' dari Dunia
-
Membaca Orang Tuaku Hobi Menghukum: Seni Mendidik Tanpa Melukai
Ulasan
-
Review Kadet 1947: Saat Sejarah Perang Dikemas Penuh Humor, Romansa, dan Tanpa Kesan Kaku
-
The Fantastic Four: First Steps, Fondasi Baru Menuju Konflik Besar MCU
-
Review Film A New Dawn: Potret Puitis Perubahan Zaman dan Kenangan Manusia
-
Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5
-
Review Loki Season 2: Dari God of Mischief Menjadi Penjaga Multisemesta
Terkini
-
Sinyal Darurat Seleksi Hakim Agung: Benarkah Rekam Jejak Terabaikan?
-
Segera Tayang! Intip Fakta-Fakta Menarik Drama Korea 'New Recruit 4'
-
Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan
-
Filosofi SpongeBob Jadi Ubur-Ubur dan Ilusi Kabur dari Burnout
-
Bebas White Cast, Ini 5 Loose Powder Anti Flashback yang Aman untuk Foto