Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster film Awarapan 2 (IMDb)
Ryan Farizzal

Awarapan 2, sekuel dari film kultus Bollywood tahun 2007, resmi dirilis secara teatrikal di seluruh dunia pada 14 Agustus 2026. Di Indonesia, film ini mulai tayang di bioskop sejak 21 Agustus 2026 dan masih diputar di berbagai jaringan seperti Cinema XXI, CGV, dan Cinépolis. Informasi ini bisa kamu lihat melalui situs jadwalnonton.com yang mencantumkan jadwal penayangan di sejumlah kota, termasuk Surabaya dan Jakarta.

Film berdurasi sekitar 140 menit ini disutradarai oleh Nitin Kakkar dan diproduksi Vishesh Bhatt di bawah Vishesh Films. Emraan Hashmi kembali memerankan Shivam Pandit, didampingi Disha Patani sebagai Zara serta Shabana Azmi sebagai Nafisa.

Pengorbanan Shivam Melawan Kejahatan Lintas Negara

Salah satu adegan di film Awarapan 2 (IMDb)

Cerita berpusat pada perjalanan Shivam yang ternyata bertahan hidup setelah peristiwa tragis di film pertama. Setelah menemukan bayi perempuan yang ditinggalkan dan menamakannya Aaliyah, ia menyerahkannya untuk diadopsi. Ketika anak tersebut hilang dan terjerat dalam jaringan perdagangan anak di Bangkok, Shivam terpaksa kembali memasuki dunia kriminal. Ia menyusup ke keluarga mafia yang dipimpin Zorawar, saudara Zara dan Sikandar, sambil mencari cara untuk menyelamatkan Aaliyah dan korban lainnya.

Emraan Hashmi mendominasi layar dengan intensitas yang khas. Ia menampilkan sosok yang terluka secara emosional, namun tetap mematikan dan penuh tekad. Disha Patani memberikan nuansa kelembutan melalui peran Zara yang ingin menjauh dari dunia kriminal keluarganya, sementara Shabana Azmi hadir sebagai antagonis yang kuat dan berwibawa. Musik menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Versi baru dari lagu-lagu ikonik seperti Toh Phir Aao dan Tera Mera Rishta berhasil membangkitkan nostalgia sekaligus memperkuat suasana emosional. Sinematografi oleh Vishnu Rao dan sekuens aksi dinilai lebih matang dibandingkan film aslinya, dengan lokasi Bangkok yang memberikan nuansa eksotis dan tegang.

Review Film Awarapan 2

Salah satu adegan di film Awarapan 2 (IMDb)

Secara kritis, Awarapan 2 kupuji karena performa Hashmi, elemen musik, serta kualitas visual. Akan tetapi, alur cerita dinilai cenderung prediktif, terutama pada babak ketiga yang terasa berlarut-larut. Beberapa karakter pendukung kurang dikembangkan secara mendalam, dan elemen romansa tidak selalu terasa meyakinkan. Meskipun demikian, film berhasil menjadi salah satu keberhasilan komersial signifikan di India pada tahun 2026.

Salah satu adegan aksi paling seru terjadi ketika Shivam menyusup dan bertempur di lingkungan kriminal Bangkok. Pertarungan yang melibatkan tembakan beruntun, pengejaran di gang-gang sempit, serta konfrontasi langsung dengan anak buah Zorawar menampilkan koreografi yang ketat dan visual yang dinamis. Hashmi bergerak dengan ketepatan tinggi, menciptakan ketegangan yang nyata di layar.

Adegan lain yang menonjol adalah penyelamatan di dermaga ilegal. Di sini, Shivam menghadapi ancaman langsung terhadap anak-anak yang diperdagangkan, termasuk Aaliyah. Kombinasi aksi fisik, ledakan, dan tekanan waktu membuat sekuens ini sangat menegangkan.

Adegan yang paling bikin greget setelah menonton film ini adalah klimaks di dermaga. Pada momen tersebut, identitas Shivam terungkap, diikuti oleh penyiksaan dan kejutan mengenai nasib Aaliyah. Ia harus memilih antara menyelamatkan nyawa orang lain dan menghadapi Zorawar dalam situasi yang sangat berbahaya. Ketika Shivam melepaskan senjatanya demi melindungi seorang anak, kemudian dihadapkan pada permainan Russian Roulette yang melibatkan Zara, ketegangan mencapai puncaknya.

Kehadiran Sikandar yang mengambil tindakan tegas serta keputusan Zara yang mengejutkan menambah intensitas emosional. Penggabungan elemen aksi dengan pengungkapan emosional—terutama saat Shivam menghadapi pilihan pengorbanan—meninggalkan kesan yang kuat. Musik latar yang mengiringi sekuens tersebut semakin memperkuat dampaknya, membuatku merasakan beban penebusan yang ditanggung tokoh utama.

Overall, Awarapan 2 berhasil menghidupkan kembali dunia Shivam Pandit dengan sentuhan modern pada aspek visual dan aksi. Meskipun tidak sepenuhnya menyamai kedalaman emosional film aslinya, film ini menawarkan pengalaman yang memuaskan bagi penggemar Emraan Hashmi dan pecinta film aksi-drama Bollywood yang kaya musik. Pesan mengenai penebusan yang menuntut pengorbanan terbesar disampaikan melalui aksi, musik, dan performa yang solid.

Buat kamu yang ingin menyaksikannya di layar lebar, film ini masih tersedia di bioskop hingga saat ini. Kusarankan untuk memeriksa jadwal terkini melalui situs resmi bioskop atau aplikasi tiket sebelum berkunjung ya Sobat Yoursay. Rating pribadi: 7.5/10.