M. Reza Sulaiman | Ryan Farizzal
Salah satu adegan di serial Reacher Season 3 (IMDb)
Ryan Farizzal

Serial aksi Reacher Season 3, yang diadaptasi dari novel Persuader karya Lee Child, menandai kembalinya Jack Reacher (Alan Ritchson) ke layar Amazon Prime Video dengan kualitas yang lebih matang dibandingkan musim sebelumnya. Musim ini terdiri dari delapan episode dan ditayangkan perdana pada 20 Februari 2025, dengan tiga episode awal dirilis secara bersamaan, diikuti oleh rilis mingguan hingga episode terakhir pada 27 Maret 2025.

Di wilayah Indonesia, seluruh episode Season 3 telah tersedia untuk ditonton secara lengkap di Amazon Prime Video sejak rilisnya, mengingat distribusi global layanan streaming tersebut mencakup lebih dari 240 negara dan wilayah, termasuk Indonesia. Penonton di Indonesia dapat mengaksesnya melalui langganan Prime Video tanpa kendala geografis khusus, baik dalam kualitas 4K, HDR, maupun audio Dolby Atmos.

Ketegangan Aksi Misi Penyamaran yang Penuh Risiko

Salah satu adegan di serial Reacher Season 3 (IMDb)

Alur cerita Season 3 berpusat pada Jack Reacher yang terpaksa bekerja sama dengan agen DEA, Susan Duffy (Sonya Cassidy) dan Guillermo Villanueva (Roberto Montesinos), untuk menyelamatkan informan yang hilang bernama Teresa. Reacher menyusup ke dalam organisasi bisnis impor karpet milik Zachary Beck (Anthony Michael Hall) di Maine dengan berpura-pura menjadi pengawal putranya, Richard Beck (Johnny Berchtold). Operasi ini ternyata menjadi kedok perdagangan senjata ilegal yang melibatkan musuh lama Reacher dari masa dinasnya, Francis Xavier Quinn (Brian Tee), yang sebelumnya dianggap telah tewas. Kehadiran Paulie (Olivier Richters), pengawal bertubuh raksasa yang melebihi ukuran Reacher sendiri, menambah ketegangan fisik yang intens. Maria Sten kembali sebagai Frances Neagley, memberikan dukungan penting di bagian akhir.

Dibandingkan Season 2 yang lebih berfokus pada kerja tim, Season 3 kembali ke formula yang lebih personal dan berdiri sendiri, mirip Season 1. Reacher harus menyeimbangkan misi penyelamatan dengan hasrat balas dendamnya terhadap Quinn, yang bertanggung jawab atas kematian rekan kerjanya, Dominique Kohl, di masa lalu. Adaptasi ini relatif setia pada novel, meski terdapat penyesuaian untuk keperluan televisi, seperti perluasan peran Neagley. Kalau menurutku sih musim ini sebagai yang terbaik sejauh ini, berkat aksi yang padat, ketegangan yang terjaga, dan penampilan Ritchson yang semakin meyakinkan.

Review Serial Reacher Season 3

Salah satu adegan di serial Reacher Season 3 (IMDb)

Kekuatan utama Season 3 terletak pada pembangunan karakter dan setpiece aksi yang cermat. Ritchson tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga menampilkan sisi intelektual dan emosional Reacher yang lebih dalam, terutama dalam flashback terkait Quinn. Anthony Michael Hall sebagai Beck memberikan nuansa antagonis yang kompleks, sementara Sonya Cassidy sebagai Duffy menjadi pasangan dinamis yang seimbang. Olivier Richters sukses menampilkan sosok Paulie yang begitu mengintimidasi secara fisik, hingga pertarungan di antara mereka menjadi salah satu adegan yang paling ditunggu-tunggu.

Adegan paling dramatis dalam musim ini terjadi di episode final berjudul Unfinished Business. Perkelahian panjang antara Reacher dan Paulie berlangsung di berbagai lokasi di sekitar properti Beck, mulai dari luar ruangan, di dalam bangunan, hingga di tepi pantai yang berombak. Adegan ini penuh ketegangan fisik ekstrem: saling lempar tubuh, pergumulan di air, hingga penggunaan benda-benda di sekitar sebagai senjata. Klimaksnya datang ketika Paulie mengarahkan senjata mesin ke Reacher, tapi peluru justru meledak ke arah dirinya sendiri karena Reacher telah menyabotase senjata tersebut sebelumnya. Momen ini menggabungkan kekerasan brutal dengan kecerdasan strategis Reacher, menandai puncak konflik fisik musim ini.

Sementara itu, adegan yang paling kuingat adalah rangkaian flashback di episode keempat, yang berjudul Dominique. Di sini, aku pun diperlihatkan secara detail bagaimana Quinn menyiksa dan membunuh Dominique Kohl di masa lalu. Pendekatan sinematografi yang lebih subtil—menampilkan kaki berdarah, tumpukan pakaian, dan genangan darah tanpa eksploitasi visual berlebihan—justru memperkuat dampak emosionalnya. Reacher kemudian membawa jenazah rekan kerjanya dengan penuh hormat, sebuah momen yang menampilkan sisi kemanusiaan di balik karakter yang biasanya stoik.Adegan ini tidak hanya menjelaskan motivasi balas dendam Reacher, tetapi juga mengangkat kualitas dramaturgi serial di luar sekadar aksi.

Secara keseluruhan, Reacher Season 3 berhasil memperbaiki kelemahan musim sebelumnya dengan mengembalikan fokus pada perjalanan individual Reacher, diperkuat oleh lawan yang setara secara fisik dan emosional. Aksi yang brutal namun terarah, plot yang padat, serta penampilan para pemeran pendukung yang solid menjadikan musim ini layak ditonton ulang. Dengan seluruh episode telah tersedia di Prime Video Indonesia, kamu dapat menikmati serial ini secara penuh kapan saja, sambil menantikan kelanjutan di Season 4 yang telah tayang sejak Agustus 2026. Musim ketiga ini membuktikan bahwa formula sederhana namun dieksekusi dengan baik tetap mampu memberikan kepuasan maksimal bagi penggemar genre aksi-kriminal.

Rating pribadi: 8/10.