"Seseorang pernah bilang kepadaku kalau cinta akan berawal dan berakhir di tempat yang sama, Leo." (ROMA: Con Amore, halaman 368).
Novel ROMA: Con Amore karya Robin Wijaya merupakan novel ketiga dari seri Setiap Tempat Punya Cerita (STPC) yang diterbitkan oleh penerbit Gagas Media. Salah satu hal unik dari novel ini adalah ROMA: Con Amore ditulis oleh penulis laki-laki yang mampu menggambarkan ceritan romansa yang manis dan menenangkan.
Novel yang memiliki jumlah halaman kurang dari 400 ini menampilkan berbagai keindahan arsitektur dari berbagai kota di Italia dan menjabarkan ilmu tentang lukisan secara mendalam. Sebuah lukisan dalam karya ini akan mempertemukan dua orang bagai takdir yang telah direncanakan.
Sinopsis Novel ROMA: Con Amore
Cerita novel ROMA: Con Amore diawali dengan petemuan yang tidak sengaja antara Felice dengan Leonardo Halim, seorang pelukis yang saat itu tengah mengadakan pameran di Kota Roma. Pertemuan mereka terbilang tidak cukup baik dan mengesankan karena adanya kejadian salah antar lukisan yang membuat keduanya sempat salah paham. Sejak pertemuan itu, bagaikan takdir, Felice dan Leonardo Halim kembali dipertemukan di Denpasar, dan tanpa sadar pertemuan kedua tersebut membuat mereka menjadi akrab satu sama lain.
Leonardo atau Leo yang awalnya mengira Felice adalah seorang gadis yang sangat sombong dan menyebalkan, tanpa sadar setelah mengenal gadis itu lebih dalam, ia hanya menemukan sosok gadis yang kesepian dan rapuh. Begitu juga dengan Felice yang merasa menemukan figur seorang ayah yang selama ini dirindukannya hanya dengan melihat Leo yang berada di sisinya.
Pertemuan di Denpasar tersebut mengantarkan mereka untuk bertemu kembali ke Kota Roma, lalu mengunjungi berbagai kota yang ada di Italia, dan puncaknya ketika mereka berada di Saint Agnes, tempat yang menjadikan inspirasi bagi Leo untuk Felice dalam lukisan yang bernama The Lady.
Namun, ketika perasaan keduanya semakin berkembang dan benih-benih cinta mulai tumbuh, akankah perasaan itu adalah hal yang benar?
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Novel ini memiliki gaya narasi yang lumayan panjang dibandingkan seri STPC lainnya, namun dikemas dengan bahasa yang ringan. Penulis juga mampu menggambarkan latar tempat dan berbagai informasi tentang seni yang membuat pembaca banyak mendapatkan pengetahuan tentang seni di dalamnya, mulai dari penggambaran detail tentang sudut Kota Roma, gereja Saint Agnes, suasana pameran seni, hingga berbagai informasi mengenai seni arsitektur juga ditulis dengan rinci.
ROMA: Con Amore memiliki alur yang ringan dan tidak membuat para pembaca mudah pusing di tengah bacaan dan konflik yang ada di dalamnya. Selain itu, hubungan yang terjalin antara tokohnya juga sangat kuat dengan penggambaran trauma dan luka masa lalu Felice dituliskan dengan baik. Novel ini memiliki sudut pandang orang ketiga, dengan pembagian dari penceritaan sudut pandang Leonardo Halim, Felice, dan Marla (kekasih Leo).
Namun, novel ini juga memiliki banyak sekali tokoh pendukung yang bermunculan hampir setiap bab, membuat fokus para pembaca dengan cepat teralihkan dan jadi tidak bisa fokus sepenuhnya dengan konflik emosional yang ada di dalam novel ini. Selain itu, juga terdapat isu perselingkuhan, baik yang dialami oleh para tokoh pendukung maupun tokoh utamanya secara tidak langsung, sehingga membuat sebagian para pembaca mungkin akan kurang nyaman ketika membaca novel ini.
Jika para pembaca sedang mencari novel romansa yang manis dengan topik seni dan keindahan arsitektur yang ada di Kota Roma, maka novel ini bisa dijadikan rekomendasi utama. Namun, jika para pembaca mudah kehilangan fokus dengan banyaknya tokoh pendukung dan kurang suka mengenai isu perselingkuhan yang ada di dalamnya, maka novel ini bisa dipertimbangkan kembali jika ingin membacanya.
Identitas Novel
- Judul: ROMA: Con Amore
- Penulis: Robin Wijaya
- Tahun Terbit: Februari 2013
- Penerbit: Gagas Media
- Tebal: 384 halaman
- ISBN: 9789797806149
- Genre: Romance Fiction
Baca Juga
-
Moon Geun Young, Ko A Seong, dan Kim Si Ah Dipastikan Bintangi Film Yeto
-
2,578.0 km: Saat Semesta Mengalahkan Itinerary Manusia Lewat Cinta Baru
-
Drakor Our Beloved Summer: Kisah Mantan Kekasih yang Bikin Gagal Move On
-
Tayang 2027, Ini Jajaran Pemain Utama Film Akgu: The Secret of the Moon
-
Tayang 16 September, Han So Hee Jadi CEO Muda dalam Film The Intern
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Drama Marriage Contract, Pengorbanan Seorang Ibu Untuk Putrinya
-
Review Film Mantis: Saat Ambisi Berubah Jadi Pertarungan Hidup dan Mati
-
Review Film Glass Heart: Ketika Musik Menjadi Jalan untuk Menemukan Diri
-
Review Yona of the Dawn: Transformasi Epik dari Putri Manja Menjadi Pejuang Tangguh
-
Review Awarapan 2: Sinema Noir India Terbaik yang Penuh Ketegangan Seru!
Terkini
-
Bekantan Terdesak Api: Hutan Kalimantan Terbakar, Mereka Kehilangan Rumah
-
Dekonstruksi Loyalitas: Mengapa Gen Z Tak Takut Resign Demi Work-Life Balance
-
Jadwal MotoGP Aragon 2026: Marc Marquez Kejar Hattrick, Aprilia Mengintai!
-
Darurat Karhutla Kalimantan: Saat Jutaan Manusia dan Satwa Endemik Berebut Ruang Napas
-
Gaya Hidup Paycheck to Paycheck Bikin Finansial Gen Z Makin Rentan