Hayuning Ratri Hapsari | Oktavia Ningrum
Deadline (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Bayangkan pulang dari medan perang dengan kepala yang masih dipenuhi suara ledakan, kehilangan teman, dan berbagai kejadian mengerikan. Secara fisik mungkin sudah berada di rumah, tetapi secara mental, sebagian diri masih tertinggal di medan perang. Itulah kondisi yang dialami Dawson Scott dalam novel Deadline karya Sandra Brown.

Novel ini memadukan thriller, misteri investigasi, drama psikologis, konspirasi, dan sedikit romance. Versi Indonesianya diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama, diterjemahkan oleh Dharmawati, dengan ketebalan 536 halaman. Novel ini terbit pada 9 April 2015.

Sinopsis Novel

Dawson Scott adalah jurnalis terkenal yang baru kembali dari Afghanistan. Pengalaman meliput perang meninggalkan trauma mendalam. Ia mengalami kelelahan emosional, sulit tidur, dan kehilangan semangat untuk kembali menulis. Kondisinya semakin tidak nyaman setelah terjadi pergantian pimpinan di tempatnya bekerja.

Namun, hidup Dawson berubah ketika seorang sumber dari FBI menghubunginya. Ada kasus lama yang kembali menemukan titik terang.

Kasus tersebut bermula sekitar 40 tahun sebelumnya dan berkaitan dengan hilangnya Jeremy Wesson, seorang mantan Marinir yang diduga menjadi korban pembunuhan. Awalnya kasus tersebut mungkin terlihat seperti cerita kriminal lama yang sudah dingin. Tetapi hasil tes DNA kemudian membuka fakta mengejutkan: Jeremy ternyata merupakan anak biologis pasangan teroris yang pernah masuk daftar pencarian FBI.

Bagi seorang jurnalis, ini jelas bukan berita biasa. Dawson melihat peluang mendapatkan kisah terbesar dalam kariernya. Ia mulai menggali masa lalu Jeremy, mencari hubungan antara identitasnya, keluarga, dan jaringan terorisme yang selama puluhan tahun menyimpan begitu banyak misteri.

Semakin dalam penyelidikan dilakukan, semakin banyak pertanyaan muncul. Kemudian ada Amelia Nolan, mantan istri Jeremy.

Ketertarikan Dawson kepada Amelia membuat kasus yang awalnya profesional menjadi semakin personal. Namun sebelum hubungan tersebut berkembang lebih jauh, keadaan berubah drastis. Pengasuh anak-anak Amelia ditemukan tewas pada tengah malam ketika badai sedang berlangsung.

Dawson yang berada di sekitar kasus tersebut justru berubah dari penyelidik menjadi tersangka. Situasinya menjadi semakin rumit karena Dawson sendiri sedang berusaha menghadapi trauma perang. Ketika seseorang yang mengalami tekanan psikologis berat harus berhadapan dengan tuduhan pembunuhan, tentu batas antara mencari kebenaran dan mempertahankan diri menjadi semakin tipis.

Kelebihan dan Kekurangan

Sandra Brown tidak hanya membangun misteri berdasarkan pertanyaan siapa pembunuhnya. Ia juga memasukkan persoalan identitas, trauma, kehilangan, terorisme, bunuh diri, serta hubungan keluarga. Kasus kriminal menjadi pintu masuk untuk membongkar bagaimana masa lalu dapat memengaruhi kehidupan seseorang bahkan puluhan tahun kemudian.

Salah satu daya tarik novel ini adalah struktur ceritanya yang bergerak maju-mundur. Informasi diberikan sedikit demi sedikit, kemudian ditutup dengan kejutan pada bagian akhir beberapa bab. Teknik tersebut membuat pembaca terdorong untuk terus melanjutkan karena selalu ada pertanyaan baru yang belum terjawab.

Yang lebih menarik, misterinya ternyata bukan hanya tentang Jeremy Wesson.

Dawson perlahan menemukan bahwa penyelidikannya membawa dirinya sendiri semakin dekat dengan rahasia yang selama ini tidak diketahuinya. Identitas dan masa lalunya menjadi bagian penting dari teka-teki.

Twist terakhir menjadi salah satu bagian paling mengejutkan karena mengubah cara pembaca melihat berbagai kejadian yang sudah dilewati sebelumnya.

Dengan lebih dari 500 halaman, beberapa bagian terasa cukup panjang dan bertele-tele. Ada adegan yang terasa mengulur sehingga pembaca mungkin tergoda melewati narasi dan lebih fokus pada dialog. Unsur romance juga terasa tidak sekuat beberapa karya Sandra Brown lainnya. Chemistry antara Dawson dan Amelia tidak selalu terasa intens, terutama karena Amelia cenderung tertutup dan ketertarikan emosionalnya baru terlihat lebih jelas menjelang akhir.

Meski demikian, unsur romance tersebut justru tidak mengambil alih cerita. Fokus utama tetap berada pada misteri, investigasi, dan obsesi terhadap masa lalu.

Pesan Moral

Hal yang paling menarik adalah bagaimana sebuah konflik yang terjadi puluhan tahun lalu ternyata tidak benar-benar selesai. Obsesi seseorang untuk mengalahkan musuh masa lalu dapat diwariskan, memengaruhi generasi berikutnya, dan menciptakan rangkaian tragedi baru.

Deadline adalah cerita tentang seseorang yang sedang berusaha mengungkap kebenaran di luar dirinya, sementara tanpa disadari ia juga sedang membongkar dirinya sendiri.

Dan ketika halaman terakhir dibaca, satu pertanyaan besar akhirnya mendapatkan jawabannya. Seberapa jauh kita benar-benar mengenal diri sendiri jika masa lalu yang membentuk kita ternyata selama ini adalah sebuah rahasia?

Identitas Buku

  • Judul: Deadline
  • Penulis: Sandra Brown
  • Penerjemah: Dharmawati
  • Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
  • Tebal: 536 halaman
  • Tahun Terbit: April 2015
  • ISBN: 978-602-03-1480-8