Kita sering mengenal seseorang dari apa yang mereka katakan dan lakukan di hadapan kita. Namun, bagaimana jika seseorang sudah tiada dan satu-satunya yang tersisa hanyalah barang-barang miliknya? Premis inilah yang membuat Move to Heaven memiliki cerita yang unik dan berbeda dari drama lainnya.
Lewat pekerjaan mengurus barang peninggalan orang yang sudah meninggal, drama ini menghadirkan kisah dari sudut pandang yang jarang ditemui. Barang-barang pribadi menjadi petunjuk untuk memahami kehidupan pemiliknya, termasuk hubungan yang pernah mereka jalani dan perasaan yang belum sempat tersampaikan.
Lantas, seberapa kuat Move to Heaven mengolah premis sederhana tersebut menjadi cerita yang mampu menyentuh penonton? Simak ulasan lengkapnya.
Setiap Barang Membuka Kisah yang Berbeda
Move to Heaven mengikuti kisah Han Geu Ru (Tang Joon Sang), seorang pemuda dengan Asperger syndrome yang bekerja bersama ayahnya di sebuah perusahaan trauma cleaning bernama Move to Heaven. Mereka bertugas membereskan barang-barang peninggalan orang yang telah meninggal dan menyampaikannya kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kehidupan Geu Ru berubah setelah ayahnya meninggal dunia. Ia kemudian harus tinggal bersama pamannya, Cho Sang Gu (Lee Je Hoon), seorang mantan narapidana dengan sifat keras dan masa lalu yang rumit.
Sang Gu ditunjuk sebagai wali Geu Ru dan mau tidak mau ikut menjalankan bisnis tersebut. Dari pekerjaan inilah keduanya bertemu dengan berbagai kisah kehidupan yang perlahan mengubah cara mereka memandang kehilangan, keluarga, dan satu sama lain.
Salah satu hal yang membuat Move to Heaven menarik adalah cara drama ini menjadikan pekerjaan trauma cleaning sebagai pintu masuk menuju cerita. Penonton tidak hanya diperlihatkan proses membereskan rumah orang yang sudah meninggal, tetapi diajak mengikuti apa yang ditemukan di balik barang-barang tersebut.
Setiap episode pun seperti memiliki cerita sendiri, tetapi tetap menjadi bagian dari keseluruhan alur. Penonton perlahan diajak mengenal kehidupan orang-orang yang telah meninggal melalui apa yang mereka tinggalkan.
Bukan Sekadar Drama yang Bikin Nangis
Kalau hanya mengandalkan cerita sedih, Move to Heaven sebenarnya bisa saja menjadi drama yang terasa manipulatif. Namun, di sini, penonton terlebih dahulu diberi kesempatan untuk mengenal situasi dan orang-orang di dalamnya sebelum akhirnya diajak menghadapi kehilangan mereka.
Hal tersebut juga terasa dari isu-isu yang diangkat. Ada cerita tentang lansia yang hidup sendirian, kekerasan dalam rumah tangga, bullying, hingga kasus anak adopsi. Isu-isu tersebut hadir melalui pengalaman personal para karakter, sehingga tidak terasa seperti drama yang sedang sengaja menggurui penonton.
Meski begitu, beberapa subplot dan karakter pendukung terasa kurang mendapatkan penyelesaian cerita yang memuaskan. Ada bagian yang seolah di-build cukup panjang, tetapi kontribusinya terhadap keseluruhan cerita tidak sebesar yang diharapkan. Untungnya, kekurangan tersebut tidak sampai mengganggu cerita utamanya.
Selain itu, akting para pemerannya juga tidak diragukan lagi. Tang Jun Sang mampu membawa karakter Geu Ru dengan cukup natural, sementara Lee Je Hoon berhasil memerankan karakter Sang Gu yang keras. Chemistry keduanya membuat perkembangan hubungan mereka menjadi salah satu alasan utama Move to Heaven layak diikuti sampai akhir.
Buat kamu yang mencari tontonan dengan cerita yang menyentuh, karakter yang kuat, dan banyak hal untuk direnungkan, Move to Heaven layak masuk daftar tontonan. Apalagi, setiap kisah yang dihadirkan punya cara sendiri untuk membuat kita melihat kembali arti kehilangan dan hubungan dengan orang-orang di sekitar kita.
Baca Juga
-
Di Balik Tren Stop the Wedding: Bukan Takut Nikah, Tapi Makin Sadar Risiko
-
Salah Kaprah Budaya Nrimo dan Hilangnya Kesadaran atas Hak Hidup Layak
-
Cuan Tanpa Drama: Mudahnya Investasi Bersama New BIONS by BNI Sekuritas
-
Orang Miskin Dituntut Tahu Diri, Orang Kaya Bebas Mengejar Ambisi
-
The Spies Who Loved Me: Uniknya Kisah Cinta di Balik Operasi Intelijen
Artikel Terkait
-
Beautiful Pain: Kisah Nyata Perjuangan Perempuan Bangkit dari Luka KDRT
-
Sinopsis Eugenia, Drama Misteri Jepang Terbaru Kishii Yukino dan Kiryu Mai
-
Review In My Prime: Kisah Bayi Tertukar yang Mengubah Nasib Dua Keluarga
-
Review Drama Spooky In Love, Mengungkap Kejahatan dari Cerita Para Arwah
-
Doctor X Hadapi Petisi Penghentian Siaran Usai Angkat Tragedi Gwangju 1980
Ulasan
-
The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan
-
Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara
-
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
-
Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral
-
Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!
Terkini
-
Connor Storrie Negosiasi Peran Antagonis di Film Ghost Rider MCU
-
Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Tanpa Upah, Haruskah Kita Biarkan Relawan Berjuang dengan Uang Sendiri?
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
4 Moisturizer Berbahan Honey Extract Berikan Efek Hidrasi agar Wajah Lembap