Fly Him to the Moon karya Mariskova merupakan novel bergenre romansa yang tidak hanya menawarkan kisah percintaan, tetapi juga mengangkat persoalan persahabatan, kecemburuan, ego, dan pilihan-pilihan sulit yang muncul ketika dua sahabat menyukai orang yang sama. Diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, novel ini pertama kali terbit pada 2010.
Sinopsis Novel
Premis novel ini menarik karena menggunakan perumpamaan matahari dan bulan untuk menggambarkan hubungan dua sahabat. Jelita Gani adalah sosok yang seperti matahari. Cantik, pintar, populer, dan selalu menjadi pusat perhatian. Ke mana pun Jelita pergi, laki-laki seolah berlomba mendapatkan perhatiannya.
Sementara itu, ada Anjani Anjasmara, sahabat Jelita sejak kecil. Karakternya jauh berbeda. Anjani digambarkan tomboy, sederhana, dan lebih sering berada di belakang layar. Ia terbiasa menjadi tempat curhat sekaligus orang yang membantu Jelita menghadapi berbagai persoalan percintaan.
Perbedaan karakter tersebut justru menjadi salah satu daya tarik cerita. Persahabatan mereka memperlihatkan bagaimana seseorang dapat merasa sangat dekat dengan sahabatnya, tetapi pada saat yang sama perlahan kehilangan dirinya sendiri.
Anjani menyadari bahwa setiap kali Jelita muncul, dirinya seperti menghilang di balik cahaya sang sahabat. Namun, ia tetap bertahan karena menganggap persahabatan mereka jauh lebih berharga daripada hubungan asmara dengan laki-laki mana pun.
Masalah kemudian muncul ketika urusan cinta mulai masuk ke dalam persahabatan mereka.
Salah satu pemicunya adalah Donny, laki-laki yang pernah menjalin hubungan dengan Jelita. Ketika Jelita memutuskan hubungan mereka, Donny bahkan mencoba bunuh diri dengan menyayat lengannya. Peristiwa tersebut menjadi awal dari berbagai persoalan yang semakin rumit.
Jelita sendiri merupakan karakter yang cukup menarik sekaligus bisa membuat pembaca gemas. Ia memiliki pendirian kuat dan tidak mudah kehilangan kendali hanya karena cinta. Ketika sebuah hubungan sudah tidak sesuai dengan keinginannya, ia mampu mengambil keputusan untuk pergi.
Di satu sisi, sikap tersebut terlihat sebagai bentuk ketegasan. Namun di sisi lain, Jelita juga memiliki ego yang besar. Ia terbiasa menjadi pusat perhatian sehingga sulit menerima keadaan ketika perhatian tersebut beralih kepada orang lain.
Anjani pun bukan tanpa masalah. Kesetiaannya kepada Jelita terkadang justru membuatnya terlihat terlalu naif. Ia terlalu sering mendahulukan sahabatnya, bahkan ketika kepentingan dan perasaannya sendiri mulai terabaikan.
Di sinilah novel ini menjadi menarik untuk direnungkan. Apakah sahabat yang baik memang harus selalu mendahulukan sahabatnya?
Kelebihan dan Kekurangan
Persahabatan tentu bukan sekadar selalu mendengarkan curhat, membela, memaafkan, atau menempatkan sahabat di atas segala-galanya. Ada batas ketika seseorang perlu mengatakan bahwa dirinya juga memiliki perasaan, keinginan, dan kehidupan sendiri.
Konflik semakin pelik ketika muncul sosok laki-laki yang menjadi perhatian keduanya. Situasi seperti ini sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menyukai orang yang sama dalam satu lingkaran pertemanan bukan sesuatu yang mustahil. Yang menjadi persoalan bukan semata-mata siapa yang mendapatkan cinta, melainkan bagaimana seseorang mempertahankan hubungan ketika perasaan mulai mengambil alih logika.
Novel ini juga menarik karena tidak membawa konflik persahabatan menuju kehancuran total. Ada ruang bagi tokoh-tokohnya untuk menghadapi konsekuensi pilihan dan memahami kembali arti hubungan yang selama ini mereka bangun.
Meski demikian, perjalanan menuju klimaks mungkin terasa seperti cerita FTV. Penuh drama, karakter yang sangat kontras, dan konflik percintaan yang cukup intens. Karakter Anjani yang terlalu naif juga mungkin membuat pembaca bertanya-tanya apakah tindakannya benar-benar mencerminkan sosok sahabat ideal.
Novel ini tidak harus membuat pembaca menyukai semua karakternya. Sebaliknya, pembaca diajak melihat bahwa persahabatan pun memiliki sisi rumit. Ada ego, rasa kehilangan, kecemburuan, cinta, bahkan ketakutan ditinggalkan.
Pada akhirnya, Fly Him to the Moon adalah cerita tentang dua perempuan yang harus belajar bahwa mencintai seseorang tidak berarti kehilangan diri sendiri, dan menjadi sahabat bukan berarti harus terus-menerus mengorbankan perasaan pribadi.
Identitas Buku
- Judul Buku: Fly Him to the Moon
- Penulis: Mariskova
- Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
- Tahun Terbit: 2010
- Tebal: 352 halaman
- ISBN: 9789792260052
- Genre: Fiksi, MetroPop, Romansa
Tag
Baca Juga
-
Dreams of Joy: Antara Impian Seorang Gadis vs Kelamnya Tiongkok Era Mao
-
A Note to Remember: Seni Mengejar Mimpi Meski Takut dan Ragu!
-
Sempat Dianggap Tokoh Mitos, Ini Alasan Ratu Kalinyamat Justru Ditakuti Penjajah Portugis
-
Relung yang Patah: Ketika Melepaskan Menjadi Cara Terakhir untuk Bertahan
-
Dari Puisi Kampus hingga Renungan Cendekiawan: Membaca Dari Waktu ke Waktu
Artikel Terkait
Ulasan
-
Obrolan Tanpa Akhir dan Seni Jatuh Cinta dalam Film Before Sunrise
-
Review The Boy and the Heron: Kisah Fantasi Hayao Miyazaki yang Penuh Makna
-
Dreams of Joy: Antara Impian Seorang Gadis vs Kelamnya Tiongkok Era Mao
-
Review The Whisper Man: Drama Kriminal Penuh Misteri dan Emosi yang Haru
-
5 Rekomendasi Buku Klasik Anak untuk Bacaan si Kecil, Siap Eksplor!
Terkini
-
4 Acne Cleanser yang Ampuh Hempaskan Bruntusan Tanpa Merusak Skin Barrier
-
Retsu Kaioh Masuk Dunia Isekai, Manga Spin-Off Baki Resmi Dapat Anime TV
-
Retsu Kaioh Masuk Dunia Isekai, Manga Spin-Off Baki Resmi Dapat Anime TV
-
Retsu Kaioh Masuk Dunia Isekai, Manga Spin-Off Baki Resmi Dapat Anime TV
-
Pecco Bagnaia Merasa Berada di Titik Terendah dalam Kariernya, Putus Asa?