Lagu “Manusia Kuat” dari Tulus pertama kali dirilis pada 3 Agustus 2016 dan masuk dalam album Monokrom. Dua tahun setelah dirilis, lagu ini kembali mendapat perhatian karena dipilih sebagai salah satu lagu resmi Asian Para Games 2018 di Indonesia.
Pemilihan lagu tersebut rasanya memang cocok dengan pesan yang dibawa “Manusia Kuat”. Liriknya bercerita tentang seseorang yang tetap berusaha mengejar mimpi meski menghadapi banyak rintangan. Tidak hanya tentang rasa sakit, lagu ini juga mengingatkan bahwa kegagalan dan keadaan sulit bukan alasan untuk berhenti.
Di part awal, Tulus menyanyikan lirik, “Kau bisa patahkan kakiku, tapi tidak mimpi-mimpiku.” Kalimat ini menggambarkan seseorang yang tidak ingin kehilangan mimpinya meski ada keadaan yang membuat langkahnya terhambat. “Kakiku” dapat diartikan sebagai langkah dalam perjalanan, sedangkan mimpi menjadi sesuatu yang tetap ingin ia pertahankan.
Lirik berikutnya, “Kau bisa merobek hatiku, tapi aku takkan berhenti,” membawa pembahasan pada rasa sakit. Seseorang mungkin kecewa atau terluka karena keadaan, tetapi hal tersebut tidak membuatnya meninggalkan apa yang sedang diperjuangkan. Setelah mengalami sesuatu yang menyakitkan, ia tetap memilih untuk berjalan.
Jika dua lirik tersebut diperhatikan, ada dua hal yang sama-sama bisa menghambat seseorang, yaitu masalah yang membuat langkah terhenti dan luka yang memengaruhi perasaan. Tulus seperti ingin mengatakan bahwa keduanya memang bisa terjadi dalam hidup, tetapi bukan berarti seseorang harus kehilangan arah.
Masuk ke reff, Tulus menyanyikan, “Manusia-manusia kuat.” Kalimat singkat ini menjadi inti dari pesan lagu. Manusia kuat bukan berarti seseorang tidak pernah sedih, kecewa, atau lelah. Rasa-rasa tersebut tetap bisa muncul, tetapi ada kemauan untuk kembali bangkit dan melanjutkan perjalanan.
Kemudian ada lirik, “Kau bisa hilangkan senyumku, tapi aku takkan menyerah.” Hilangnya senyum dapat menggambarkan masa ketika seseorang sedang kehilangan kebahagiaan atau semangat. Masalah yang datang mungkin membuat hari-hari terasa lebih berat, tetapi kondisi itu tidak harus menentukan bagaimana seseorang menjalani hidup setelahnya.
Lirik tersebut juga membuat makna lagu ini terasa lebih luas. “Manusia Kuat” tidak hanya cocok untuk orang yang sedang menghadapi satu masalah besar. Seseorang yang gagal meraih sesuatu, kehilangan orang yang disayangi, menghadapi masalah keluarga, atau sedang mengejar cita-cita juga bisa menemukan pesan yang sama.
Di part berikutnya, pembahasan kembali mengarah pada mimpi dan perjuangan. Tidak semua hal yang diinginkan bisa didapatkan dengan cepat. Ada yang membutuhkan waktu lebih lama, ada pula yang harus melewati kegagalan terlebih dahulu. Karena itu, proses untuk mencapai tujuan juga membutuhkan kesabaran.
Lagu ini juga tidak mengatakan bahwa seseorang harus memaksakan diri untuk selalu kuat. Ketika lelah, beristirahat tetap diperlukan. Ketika sedih, memberi waktu kepada diri sendiri juga bukan sesuatu yang salah. Yang penting, rasa lelah dan sedih tersebut tidak menjadi alasan untuk mengubur semua mimpi yang masih ingin dicapai.
Kalau dilihat secara keseluruhan, “Manusia Kuat” lebih dari sekadar lagu penyemangat. Liriknya mengajak pendengar memahami bahwa masalah, kegagalan, dan rasa sakit merupakan hal yang bisa muncul dalam perjalanan hidup. Namun, semua itu tidak harus menjadi akhir dari perjuangan.
Mimpi bisa tertunda, rencana bisa gagal, dan keadaan bisa berubah. Meski begitu, selalu ada kesempatan untuk mencoba lagi ketika sudah siap. Pesan inilah yang membuat “Manusia Kuat” masih relevan bagi siapa saja yang sedang mencari alasan untuk terus melangkah.
Menurutku, “Manusia Kuat” cocok didengarkan saat semangat sedang turun dan rasanya ingin menyerah. Lagu ini mengingatkan bahwa kita boleh lelah dan kecewa, tetapi masih bisa memilih untuk bangkit dan melanjutkan langkah.
Setelah memahami makna lagu “Manusia Kuat” dari Tulus, apa hal yang masih ingin kamu perjuangkan meski sempat membuatmu ingin menyerah?
Baca Juga
-
The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup
-
Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?
-
Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender
-
Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru
-
Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress
Artikel Terkait
-
Pembalut Dikenakan PPN, Negara Tak Etis Pajaki Kebutuhan Dasar Perempuan
-
Bikin Deg-degan! Jisoo Terjerat Pesona Cinta Mematikan di Lagu Addicted
-
Rilis French Kissing! AND2BLE Bahas Rasa Penasaran dan Ketertarikan Intens
-
Bergenre Disko-Funk, NCT Dream Ajak Kita Berdansa Lewat Lagu Boogie Woogie
-
SPYAIR Resmi Rilis Album BEST OF ANIME: 16 Years of SPYAIR Anime
Ulasan
-
The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup
-
Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia
-
Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
Terkini
-
Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban
-
CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual