"Tuhan mempertemukanmu dengan orang-orang bukannya tanpa alasan. Dia tahu kebutuhanmu. Dan, begitulah yang terjadi padaku, Callysta." (Last Minute in Manhattan, halaman 153).
Last Minute in Manhattan merupakan sebuah novel kedua dari seri Setiap Tempat Punya Cerita (STPC) yang diterbitkan oleh penerbit Bukuné. Novel karya Yoana Dianika yang memiliki tebal 408 halaman ini merupakan novel romansa yang mampu membuat para pembacanya merasa terhibur dan tersenyum dengan karakter laki-laki yang ada di dalam novel ini.
Novel ini memiliki konflik yang sederhana dan cukup mainstream. Meskipun demikian, latar tempat yang disajikan dalam novel ini sangat detail, rapi, dan mampu membuat para pembaca membayangkan berbagai tempat tersebut, bahkan tempat-tempat yang jarang untuk dijadikan sebagai destinasi wisata yang terkenal juga dijabarkan dengan jelas. Selain itu, novel ini juga mengajarkan bahwa semua akan indah pada waktunya, baik itu dalam hal cinta, kasih sayang keluarga, dan persahabatan.
Sinopsis Novel Last Minute in Manhattan
Last Minute in Manhattan mengisahkan tentang Callysta, seorang gadis remaja yang baru tamat dari SMA dan diselingkuhi oleh pacarnya yang bernama Abram. Di tengah rasa sedihnya setelah putus dengan Abram, ia malah harus bertemu dengan ibu tiri yang berasal dari California beserta adik tirinya. Namun, tanpa diduga, ibu tirinya adalah orang yang baik, begitu juga dengan adiknya yang bernama Mark.
Callysta mendapatkan tawaran untuk pindah ke California karena gadis itu baru saja lulus dari sekolahnya dan belum punya rencana masa depan yang pasti. Akhirnya, sembari menyembuhkan hatinya yang masih sakit, Callysta menyetujui ajakan dari ibu tirinya, Sophie. Akhirnya, Callysta pergi dari Indonesia dan pindah ke Hermosa, salah satu kota pantai yang terdapat di wilayah California.
Di Hermosa, Callysta bertemu dengan Vesper Skyller, salah satu sahabat dekat dari Mark. Vesper memiliki paras yang sangat rupawan, pembawaannya tenang dengan sorot mata yang teduh, dan ia sangat menyukai tentang hal-hal yang berbau dengan astronomi.
Tidak membutuhkan waktu lama, Vesper dan Callysta menjadi dekat. Mereka sering bercerita satu sama lain, Vesper juga menjadi lebih terbuka dengan Callysta dengan menceritakan berbagai mimpi dan rahasia-rahasia lain yang tidak pernah lelaki itu bagikan kepada orang lain, dengan mudahnya ia ceritakan kepada Callysta.
Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin Callysta mengenal lebih dalam sosok Vesper, lelaki itu banyak menyembunyikan sesuatu darinya dan ia merasa ragu dengan perasaan Vesper padanya yang terlihat abu-abu.
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Salah satu ciri khas seri STPC adalah latar tempatnya yang beragam di setiap novel, mulai dari London, Tokyo, hingga Manhattan. Penjabaran latar tempat dalam novel ini juga dijelaskan dengan detail bahkan sampai ke tempat-tempat yang jarang dibahas, mulai dari Hermosa Beach, Santa Cruz, hingga fenomena Manhattanhenge yang dibuat seromantis mungkin membuat novel ini mendapatkan poin plus. Selain latar tempatnya, kisah romansa yang disajikan juga menjadi kelebihan dari seri ini, apalagi disajikan dengan gaya penulis yang berbeda-beda di setiap bukunya.
Untuk novel Last Minute in Manhattan memiliki gaya kepenulisan yang ringan dan mudah dipahami, lalu berbagai kutipan-kutipan menarik dari novel ini juga menjadi daya tarik dari novel ini. Alur yang digunakan merupakan alur maju tapi terdapat beberapa adegan flashback ketika Callysta masih di sekolah.
Novel ini juga menjelaskan perasaan cinta sejati dan hal-hal indah dalam hidup akan datang di waktu yang tepat. Perkembangan karakter Callysta yang awalnya merasa trauma menjalin hubungan asmara, sulit terbuka dengan keluarga baru, dan tidak mempercayai pertemanan akibat kehidupan di masa sekolahnya dulu, perlahan mulai terbuka dan menerima hal-hal baik ketika ia memutuskan untuk bangkit dan berusaha sembuh dari luka batin.
Seperti novel romansa lainnya, beberapa pembaca beranggapan bahwa novel ini tipikal romansa cheesy ala anak muda dengan konflik yang ringan. Beberapa karakter tokoh di dalamnya dan konflik kesalahpahaman antar satu sama lain membuat para pembaca mudah bosan di tengah bacaan.
Jika para pembaca menyukai novel romansa dan ingin membaca novel dengan keindahan California dan konflik yang ringan, maka buku ini akan sangat direkomendasikan. Namun, jika para pembaca belum terbiasa dengan bacaan novel romansa, konflik ringan, dan karakter tokoh yang masih labil, maka buku ini bisa dipertimbangkan kembali jika ingin membacanya.
Identitas Novel
- Judul: Last Minute in Manhattan
- Penulis: Yoana Dianika
- Tahun Terbit: Januari 2013
- Penerbit: Bukuné
- Tebal: 408 halaman
- ISBN: 9786022200833
- Genre: Romance Fiction
Baca Juga
-
Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2
-
The Great Bang Ok Sook Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya!
-
Amnesia Pasca Kecelakaan? Misteri Kelam dalam Novel Ketika Sukma Terjaga
-
Jangan Diklik! Misteri Aplikasi Teror dan Kematian dalam Novel Rahasia Ayu
-
Still Shining Tayang Oktober, Kisahkan Dua Sahabat yang Terpisah 60 Tahun
Artikel Terkait
Ulasan
-
Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan
-
Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan
-
Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!
-
Through the Darkness: Mengurai Criminal Profiling dan Psikologi Kejahatan
-
5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap
Terkini
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?
-
Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2