Kalau ada perempuan yang pria di dekatnya selalu mengalami kematian misterius setelah mengambil asuransi jiwa, apakah kalian akan mencurigai dia sebagai pelakunya?
Banyak orang mungkin akan menuduh dia sebagai pembunuh dengan modus penipuan asuransi, menghakiminya sebagai pembawa sial, hingga menyebutnya penyihir. Kurang lebih hal itulah yang dialami oleh Han Seol-ah di drama Siren's Kiss. Padahal faktanya, ia sama sekali tidak menerima klaim uang asuransi sepeserpun setelah kematian tiga mantan kekasihnya. Bahkan sebelum pria-pria itu meninggal, asuransinya sudah terlebih dahulu dibatalkan.
Lantas apa yang sebenarnya terjadi? Kita akan temukan jawabannya di 12 episode drama ini.
Sinopsis Drama Siren's Kiss
Siren's Kiss bercerita tentang Han Seol-ah (Park Min-young), seorang kepala juru lelang barang-barang seni elite di Royal Auction yang dikenal dingin dan elegan. Namun, di balik kesuksesannya, ia menyimpan masa lalu kelam terkait kematian beberapa orang di sekitarnya, mulai dari orang tua hingga beberapa pria kaya yang pernah menjadi kekasihnya.
Suatu ketika, Kim Yoon-ji, asisten juru lelang Seol-ah tewas terjatuh di gedung Royal Auction usai menghubungi Cha Woo-seok (Wi Ha-joon) untuk memberikan informasi tentang penipuan asuransi. Cha Woo-seok sendiri merupakan mantan detektif yang bekerja sebagai investigator asuransi.
Kematian Kim Yoon-ji membawa Woo-seok bertemu dengan Han Seol-ah yang dia curigai sebagai pelaku di balik kasus Yoon-ji sekaligus beberapa kekasihnya. Namun, semakin dalam ia menggali kehidupan Seol-ah, Woo-seok justru malah jatuh cinta dengan perempuan itu dan memilih melibatkannya dalam penyelidikan demi menemukan pelaku di balik kematian misterius tiga mantan kekasih Seol-ah.
Ulasan Drama Siren's Kiss
Salah satu hal yang paling saya suka dari drama ini adalah ketegangan dan berbagai situasi penuh kecurigaan yang berhasil dibangun dengan begitu kuat sejak awal. Dari episode pertama hingga menjelang akhir cerita, penonton terus dibuat menebak siapa pelaku sebenarnya dan apakah Seol-ah benar-benar tidak ada kaitannya dengan semua itu. Setiap episode-nya benar-benar dibuat nggak mudah untuk ditebak.
Jujur saja, saking penasarannya, saya sempat mengintip episode terakhir setelah nonton beberapa episode awal. Tapi meskipun sudah melihat endingnya, tapi perasaan deg-degan saat lanjut menonton masih tetap ada. Justru malah makin penasaran dan banyak pertanyaan lain yang muncul tentang pelaku, masa lalunya dengan Seol-ah, hingga bagaimana Seol-ah bisa tahu dia pelakunya.
Tentang karakter Han Seol-ah, mungkin ada yang merasa akting Park Min-young agak terasa kaku dan monoton di awal cerita. Namun, menurut saya hal itu bisa dimengerti mengingat karakternya yang mengalami trauma berat di masa kecil hingga dewasa. Ia memikul semua rasa bersalah kehilangan orang-orang di sekitarnya sendirian, bahkan kadang juga disalahkan dan dianggap penyihir atau pembawa sial. Mungkin kondisi itulah yang membuat sosoknya menjadi tertutup dan nggak mudah berinteraksi dengan orang lain.
Sementara itu, kalau kita bicara soal adegan romansa, di drama ini Park Min-young dan Wi Ha-joon berhasil membangun chemistry yang kuat sebagai dua orang dengan luka batin yang cukup dalam. Yang paling saya suka adalah saat melihat keduanya saling menguatkan di situasi ketika mereka harus berhadapan dengan trauma masing-masing.
Wi Ha-joon berhasil menampilkan Cha Woo-seok sebagai sosok pelindung bagi Seol-ah yang memilih untuk percaya dan berusaha tetap rasional ketika semua kecurigaan mengarah ke perempuan itu. Sementara Seol-ah sendiri mungkin terlihat kuat dan mencurigakan dari luar. Namun sebenarnya, dia hanyalah perempuan rapuh yang sudah terlalu banyak kehilangan hingga nyaris menyerah ketika kondisi menempatkannya sebagai dalang di balik semua kematian orang sekitarnya.
Dari sisi investigasinya, jujur, saya kurang suka dengan para detektif di drama ini. Mereka terlalu fokus dengan kecurigaan terhadap Han Seol-ah hingga beberapa kali mengabaikan kemungkinan lain yang bisa terjadi di tempat kejadian perkara. Bahkan menurut saya, peran Wi Ha-joon dan Han Seol-ah dalam menemukan pelaku di investigasi kali ini jauh lebih besar daripada penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian yang terlalu fokus pada bukti yang mengarah ke Seol-ah.
Melalui drama ini, kita belajar untuk tidak mudah menghakimi seseorang hanya berdasarkan rumor semata. Seperti halnya karakter Kim Yoon-ji, Do Eun-hye, dan beberapa orang lain yang sempat menganggap Han Seol-ah sebagai pelaku penipuan asuransi yang mengincar uang dari kematian orang di sekitarnya. Padahal sebelum kebenaran terungkap secara utuh, semua kemungkinan masih bisa terjadi.
Selain itu, melalui drama ini kita juga bisa melihat bagaimana uang dan kekuasaan bisa mengubah menjadi monster. Karakter Ketua Kim, misalnya. Demi kekayaan, dia melakukan pemalsuan lukisan bernilai tinggi hingga membuat seseorang meninggal dunia karenanya.
Lalu karakter Kim Yoon-ji pun nggak jauh berbeda. Keinginannya untuk merebut posisi Seol-ah di panggung utama membuat ia hampir saja melakukan sesuatu yang merugikan Han Seol-ah sebelum berakhir tewas karena ulahnya sendiri. Dan begitu pula dengan kasus ibu Chae-rin yang tega membuat anaknya sendiri terluka demi memperoleh uang asuransi.
Kemudian dari perjalanan emosional Han Seol-ah dan Cha Woo-seok lepas dari trauma, kita belajar bahwa ternyata dibutuhkan keberanian yang cukup besar untuk membuka diri dan mempercayai orang lain sebelum luka masa lalu itu bisa benar-benar sembuh nantinya. Tentu, ini bukan hal yang mudah. Dalam prosesnya, bisa saja terjadi hal-hal tidak terduga yang bisa mengorek kembali luka lama. Namun, jika kita memilih untuk bertahan dan terus berusaha, pada akhirnya kita bisa menemukan jawaban yang kita cari selama ini.
Secara keseluruhan, Siren's Kiss bagi saya lebih dari kisah misteri dan romansa. Drama ini menunjukkan pada kita bagaimana trauma masa lalu dan sentimen publik bisa membawa pengaruh yang cukup besar dalam hidup seseorang.
Kalau Sobat Yoursay menyukai drama dengan atmosfer ketegangan yang kuat dan terasa solid sekaligus punya misteri yang sulit untuk ditebak, Siren's Kiss jadi tontonan yang terlalu sayang untuk dilewatkan.
Baca Juga
-
Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu
-
Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?
-
Lagu Mungkin di Depan Buram dan Harapan di Tengah Ketidakpastian Masa Depan
-
Begadang demi Pekerjaan: Benarkah Bekerja di Malam Hari Lebih Efektif?
-
Realita Perpisahan dalam Lagu Rutinitas yang Nggak Cuma Bikin Patah Hati
Artikel Terkait
Ulasan
-
Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'
-
Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu
-
Suicide Awareness Month: 5 Novel yang Mengajarkan Pentingnya Support System
-
Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala
-
Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan
Terkini
-
Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan
-
Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
-
Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan
-
Manga Gachiakuta Kembali Hiatus Tanpa Jadwal Kembali, Fans Harus Menunggu