Hayuning Ratri Hapsari | Tarassa Q.
Membunuh Alice (Gramedia)
Tarassa Q.

Jika selama ini Alice in Wonderland identik dengan petualangan fantasi yang penuh warna dan keanehan, Yasumi Kobayashi menghadirkan sisi yang jauh lebih gelap melalui novel Membunuh Alice (The Murder of Alice/Meruhen Guroshi). Novel setebal sekitar 360 halaman ini memadukan misteri dengan thriller psikologis, lalu membawa pembaca masuk ke sebuah dunia mimpi yang ternyata memiliki hubungan mengerikan dengan berbagai kematian di kehidupan nyata.

Tokoh utama dalam cerita ini adalah Kurisugawa Ari, seorang mahasiswa yang berulang kali mengalami mimpi tentang Negeri Ajaib. Pada awalnya, mimpi tersebut mungkin terlihat seperti bunga tidur yang aneh. Namun, Ari perlahan menyadari adanya pola mengerikan, yaitu kejadian tragis yang menimpa penghuni dunia Alice dalam tidurnya ternyata memiliki kemiripan dengan kematian orang-orang di kampus.

Salah satu kejadian yang membuat hubungan tersebut semakin jelas terjadi ketika Ari memimpikan Humpty Dumpty terjatuh dari sebuah tembok hingga tubuhnya hancur. Tidak lama kemudian, seorang peneliti kampus yang dikenal dengan julukan “si Telur” ditemukan meninggal setelah jatuh dari gedung. Peristiwa lain terjadi ketika Ari menyaksikan Gryphon mengalami kematian karena tersedak tiram mentah dalam mimpinya. Setelah itu, seorang dosen di kampusnya benar-benar kehilangan nyawa dengan cara yang serupa saat menyantap tiram.

Keadaan menjadi semakin kacau ketika penghuni Negeri Ajaib mulai mencari orang yang dianggap bertanggung jawab. Mad Hatter dan March Hare menuding Alice sebagai pembunuh. Di sinilah persoalan utama berkembang, jika Alice benar-benar dihukum mati di dunia mimpi, konsekuensinya ternyata dapat memengaruhi kehidupan manusia di dunia nyata. Ari pun tidak punya pilihan selain mencari kebenaran sebelum rangkaian kematian berikutnya terjadi.

Dalam penyelidikannya, Ari menemukan Imori, teman sekampus yang ternyata mengalami fenomena mimpi yang serupa. Keduanya kemudian berusaha mengurai hubungan antara dunia tidur dan realitas. Waktu terus berjalan, sementara kesalahan dalam memahami petunjuk dapat membuat nyawa seseorang menjadi taruhannya.

Bagi saya, membaca Membunuh Alice terasa seperti menyaksikan Alice in Wonderland yang ditarik ke dalam film horor atau thriller. Karena itu, novel ini akan terasa menarik terutama bagi pembaca yang sudah menyukai kisah Alice. Meski bagian awal terasa agak lambat, rasa penasaran mulai meningkat ketika kasus pertama muncul. Setelah itu, saya merasa terdorong untuk terus membaca karena ingin mengetahui bagaimana dua dunia tersebut dapat saling terhubung.

Selain menawarkan misteri, novel ini juga menyampaikan sejumlah pelajaran. Tuduhan terhadap Alice menunjukkan betapa berbahayanya menghakimi seseorang hanya berdasarkan asumsi dan informasi sepihak. Ketika kepanikan mengambil alih, orang cenderung mencari kambing hitam daripada memeriksa fakta. Padahal, penyelidikan yang objektif diperlukan agar keputusan tidak berubah menjadi ketidakadilan.

Keganjilan Negeri Ajaib juga menjadi cermin bagi manusia ketika menghadapi tekanan. Ari dan Imori tidak dapat menyelesaikan persoalan dengan kepanikan atau dugaan semata. Mereka harus menjaga ketenangan, berpikir kritis, serta menyusun setiap petunjuk untuk menemukan pola di balik kejadian.

Hubungan antara mimpi dan kenyataan sekaligus memperlihatkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Sebuah peristiwa kecil dapat menghasilkan efek berantai yang tidak pernah kita bayangkan. Ditambah sejumlah kejutan dalam cerita, novel ini mengingatkan bahwa penampilan tidak selalu menggambarkan niat sebenarnya. Seseorang yang tampak tidak berbahaya bisa menyimpan sisi gelap, terutama ketika berada dalam situasi penuh tekanan.

Pada akhirnya, Membunuh Alice bukan sekadar kisah pembunuhan dengan latar Alice in Wonderland. Novel ini mengajak pembaca mempertanyakan batas antara mimpi dan realitas, sekaligus mengingatkan pentingnya tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu. Bagi pencinta misteri psikologis dengan atmosfer ganjil dan gelap, novel ini layak menjadi pilihan bacaan.

Identitas Buku

Judul: Membunuh Alice
Penulis: Yasumi Kobayashi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786020687124