Lintang Siltya Utami | Tarassa Q.
Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (IMDb)
Tarassa Q.

Dirilis pada 2023, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film merupakan film komedi romantis Indonesia karya Yandy Laurens yang merangkap sebagai sutradara sekaligus penulis cerita. Ernest Prakasa turut berada di balik produksinya melalui Imajinari. Film ini menghadirkan Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Alex Abbad, Sheila Dara, dan Dion Wiyoko sebagai jajaran pemeran. Penonton yang ingin menyaksikannya dapat menemukan film ini di Netflix.

Kisah Cinta yang Lahir dari Sebuah Naskah

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (IMDb)

Cerita berpusat pada Bagus, seorang penulis skenario yang sedang mengembangkan cerita romantis. Tanpa disadari orang lain, pengalaman pribadinya menjadi bahan utama dalam tulisan yang tengah ia kerjakan. Situasi menjadi semakin menarik ketika tokoh yang menginspirasi ceritanya ternyata adalah seseorang dari masa lalunya.

Bagus kembali berjumpa dengan Hana, teman sekolahnya sekaligus perempuan yang pernah menjadi cinta pertamanya. Pertemuan itu terjadi ketika Hana sedang berada dalam masa sulit setelah kehilangan suaminya. Luka yang ditinggalkan oleh kepergian tersebut membuat Hana merasa bahwa kisah cinta seperti yang sering digambarkan di layar sudah bukan sesuatu yang mungkin terjadi dalam hidupnya.

Pernyataan Hana justru menyentuh sisi kreatif Bagus. Ia kemudian menjadikan kedekatan mereka sebagai bahan untuk mengembangkan cerita romantis. Bagus mulai mendekati Hana sekaligus menyusun perjalanan hubungan mereka ke dalam sebuah skenario, tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan Hana.

Masalah muncul ketika Hana mengetahui isi tulisan tersebut. Ia merasa dikhianati karena pengalaman pribadinya dijadikan materi cerita tanpa sepengetahuannya. Hubungan keduanya pun memburuk, terlebih ketika Hana memiliki rencana untuk meninggalkan Jakarta dan menetap di Yogyakarta.

Di tengah proses produksi film, Bagus perlahan memahami bahwa niatnya mendekati Hana tidak sepenuhnya bebas dari kepentingan pribadi. Masukan dari orang-orang yang bekerja bersamanya membuatnya melihat kesalahan yang selama ini ia abaikan. Pada akhirnya, Bagus memilih untuk menghadapi perasaannya secara lebih jujur. Ia meminta maaf sekaligus mengungkapkan cintanya kepada Hana dengan cara yang lebih tulus.

Cinta, Duka, dan Kejujuran

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (IMDb)

Menurut saya, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film memiliki konsep yang sangat cerdas karena memberikan sensasi seperti sedang menyaksikan sebuah film yang di dalamnya terdapat proses pembuatan film. Pada awalnya, saya sempat kebingungan memahami arah permainan konsep tersebut. Namun, setelah menangkap maksudnya, saya justru semakin kagum terhadap kreativitas Yandy Laurens dalam merancang cerita dan menyatukan dunia nyata dengan dunia skenario.

Saya juga menyukai keputusan menggunakan warna hitam putih untuk bagian tertentu, sementara adegan yang menggambarkan kenyataan ditampilkan dengan warna. Tone keseluruhan film terasa kuat dan konsisten. Chemistry Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir pun menjadi salah satu daya tarik utama karena hubungan kedua karakternya terasa berkembang secara bertahap.

Perubahan karakter Bagus juga digarap dengan baik. Ia tidak langsung menjadi sosok romantis yang sempurna, tetapi harus menyadari kesalahannya terlebih dahulu. Hal inilah yang membuat perjalanan emosionalnya terasa lebih manusiawi. Tidak mengherankan jika film ini memperoleh banyak pujian, meskipun saya sendiri baru berkesempatan menontonnya belakangan.

Film ini memberikan pengingat bahwa kehilangan orang terkasih bukan sesuatu yang dapat diselesaikan hanya dengan hadirnya pasangan baru. Duka membutuhkan waktu, dan seseorang yang sedang berduka berhak merasakan kesedihannya tanpa terus didorong untuk segera kembali bahagia.

Film ini juga memperlihatkan bahwa hubungan nyata jauh dari gambaran romantis yang sering ditemukan dalam FTV atau film. Pendekatan cinta dapat terasa canggung, sederhana, bahkan penuh kompromi. Terlalu sibuk menciptakan momen seperti dalam skenario justru bisa membuat hubungan terasa tidak alami. Ketulusan dan komunikasi yang terbuka jauh lebih berarti daripada rayuan yang terlihat sempurna.

Bagi saya, film ini juga menekankan pentingnya memeriksa kembali niat ketika mendekati seseorang. Perasaan yang tulus seharusnya tetap menghormati kondisi dan batasan orang lain, bukan sekadar menjadi sarana untuk memenuhi keinginan pribadi. Pada akhirnya, tidak semua perasaan akan mendapatkan balasan seperti yang diharapkan.

Dengan konsep yang unik, visual yang bermakna, chemistry pemeran yang kuat, serta pesan emosional yang dekat dengan kehidupan, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film berhasil menjadi film romantis yang tidak hanya menghibur. Film ini mengajak penonton memahami bahwa cinta di dunia nyata tidak selalu mengikuti alur cerita yang sudah ditulis. Bagi saya, film ini layak mendapatkan 8/10.