Setelah sukses membawa Eddie Horniman masuk ke dunia kriminal di season pertama, The Gentlemen kembali dengan cerita yang lebih menantang. Season 2 kembali mengikuti Eddie dan Susie Glass dalam menjalankan bisnis kriminal mereka yang dipenuhi berbagai masalah dan konflik. Season 2 tayang di Netflix sejak 3 September 2026 dengan total delapan episode.
Theo James kembali sebagai Eddie, sementara Kaya Scodelario memerankan Susie Glass. Ray Winstone dan Daniel Ings juga kembali sebagai Bobby Glass dan Freddy. Season 2 turut menghadirkan Hugh Bonneville sebagai Lord Hawthorne, Benedetta Porcaroli sebagai Bella, serta Michele Morrone sebagai Cico Maldini, salah satu tokoh yang berperan dalam alur kriminal Italia.
Cerita The Gentlemen Season 2
Sekitar setahun setelah kejadian season pertama, Eddie dan Susie sudah memperluas bisnis ganja milik keluarga Glass hingga ke beberapa wilayah Eropa. Mereka kemudian mulai masuk ke Italia dan berurusan dengan Marco Moretti, bos kriminal Italia. Di sana mereka juga dibantu Cico Maldini, yang diperankan Michele Morrone, seorang fixer yang membantu Eddie dan Susie menjalankan urusan mereka di Italia.
Di tengah urusan bisnis tersebut, Eddie juga mulai masuk ke dunia politik. Ia mendekati Lord Hawthorne untuk mendapatkan posisi di House of Lords, dengan tujuan memengaruhi kebijakan yang berkaitan dengan legalisasi ganja. Sementara itu, hubungannya dengan Bobby mulai rumit karena Eddie punya kepentingan sendiri dalam perkembangan bisnis mereka.
Eddie kemudian semakin dekat dengan Bella, seorang bangsawan Italia yang diperankan Benedetta Porcaroli. Hubungan mereka awalnya berkaitan dengan kepentingan keluarga dan bisnis, tetapi perlahan berubah menjadi hubungan yang lebih serius hingga keduanya menikah. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Tak lama setelah pernikahan mereka, pesawat yang ditumpangi Bella meledak dan membuatnya tewas.
Eddie yang terpukul kemudian mencari orang yang bertanggung jawab. Ia awalnya menduga Bobby berada di balik serangan tersebut dan bahkan mengatur pembunuhan Bobby di penjara. Namun, Eddie akhirnya mengetahui bahwa Bobby tidak terlibat. Penyelidikan kemudian mengarah kepada Gospel John dan Freddy.
Freddy ternyata ikut terlibat setelah dipengaruhi Gospel John. Kebenciannya kepada Eddie sudah menumpuk sejak season pertama karena merasa kehilangan hak atas warisan keluarga. Gospel John memanfaatkan rasa kecewa tersebut dan mendorong Freddy untuk membalas Eddie.
Di episode terakhir, Eddie akhirnya menghadapi Freddy dan Gospel John. Eddie tidak membunuh Freddy secara langsung. Ia justru memaksa kakaknya masuk ke sebuah van bersama Gospel John yang sudah diikat. Setelah pintu van ditutup, terdengar suara gergaji mesin. Freddy kemudian keluar dengan tubuh berlumuran darah sambil membawa kepala Gospel John.
Ulasan The Gentlemen Season 2
The Gentlemen Season 2 masih membawa gaya Guy Ritchie yang banyak dialog ceplas-ceplos, humor gelap, kekerasan, dan karakter dengan tingkah nyeleneh. Dari awal sampai akhir, serial ini lebih santai meskipun ceritanya berkutat dengan dunia kriminal.
Yang paling beda menurutku ada di karakter Eddie. Setelah melewati banyak masalah di season pertama, sekarang ia sudah tahu cara bermain di dunia kriminal. Theo James juga membawa Eddie dengan pembawaan yang lebih santai dan percaya diri. Karakter Eddie sekarang terlihat seperti orang yang mulai nyaman dengan kehidupan tersebut.
Hubungan Eddie dan Susie juga seru. Keduanya sering punya cara berbeda saat menghadapi masalah, tapi tetap bisa bekerja sama saat keadaan mulai kacau. Obrolan dan perdebatan mereka juga punya gaya sendiri, apalagi saat urusan bisnis mulai bercampur dengan masalah pribadi.
Di Season 2 ini Eddie dan Susie punya masalah yang lebih rumit. Dari bisnisnya yang mulai masuk ke Italia, lalu muncul mafia dan orang-orang baru yang ikut mengacaukan keadaan. Ada juga urusan keluarga dan politik yang ikut masuk ke cerita. Alurnya agak terlalu rame sih, tapi serial ini tetap ada banyak momen yang bikin penasaran sama apa yang akan terjadi selanjutnya.
Aku juga suka dark jokes yang sering muncul di tengah cerita. Ada adegan yang serius, tapi tiba-tiba diselipkan dialog dan tingkah konyol dari para karakternya. Jadi suasananya tidak terlalu tegang dan tetap terasa ringan meski ceritanya tentang dunia kriminal.
Buat aku, season 2 ini punya gaya yang bikin betah nonton. Setelah selesai, rasanya masih pengin lihat kekacauan Eddie dan kawan-kawan berlanjut di season berikutnya.
Baca Juga
-
Review Lagu Kamu Yang Kutunggu: Bukti Chemistry Romantis Rossa dan Afgan
-
Review Arab Maklum 3: Drama Keluarga yang Mengocok Perut
-
Belajar Menerima Cinta Lewat Lagu Ketika Cinta Bertasbih Melly Goeslaw
-
Review Above & Below: Bertaruh Nyawa di Tengah Hiu dan Kartel
-
Series Dendam: Perjalanan Cinta Laura Memburu Dalang Kematian Keluarga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Resident Evil 2026: Kurir Medis Melawan Chaos di Kiamat Zombie
-
365 Repeat The Year, Thriller Time Travel dengan Alur Penuh Plot Twist
-
Shaun the Sheep: The Beast of Mossy Bottom, Komedi yang Nggak Banyak Kata
-
Review Lagu Kamu Yang Kutunggu: Bukti Chemistry Romantis Rossa dan Afgan
-
Ulasan Film Istimewa: Kisah Perjuangan Anak Disabilitas yang Menginspirasi
Terkini
-
AADC Kembali Bikin Flashback: Mengapa Nostalgia SMA Tetap Memikat Gen Z?
-
Rawat Skin Barrier Kulit Kering! 4 Pelembap Cholesterol Kunci Wajah Lembap
-
Film Crayon Shin-chan ke-33 jadi Film Terlaris Sepanjang Waralaba Ini
-
Bukan dengan Nirempati, Ini Cara Tepat Menerapkan Sikap 'Mindfulness'
-
Memahami Trauma Loop Ibu: Apakah Bisa Berdampak pada Pola Asuh Anak?