Sekar Anindyah Lamase | Ryan Farizzal
Poster film Call My Agent! The Movie (IMDb)
Ryan Farizzal

Call My Agent! The Movie (Dix pour cent, le film) adalah sekuel feature-length yang hangat, cerdas, dan penuh kekacauan dari serial Prancis yang ikonik, dirilis secara global di Netflix pada 10 September 2026.

Film ini, dengan durasi sekitar 117 menit, disutradarai oleh Émilie Noblet serta ditulis oleh Fanny Herrero (pencipta serial) dan Lison Daniel.

Karya ini berfungsi sebagai reunifikasi karakter-karakter dari agensi ASK setelah penutupan lima tahun sebelumnya, dengan fokus pada pergeseran karier tokoh utama sekaligus penghormatan terhadap industri sinema.

Reuni A.S.K. yang Penuh dengan Kekacauan

Tangkapan layar adegan di film Call My Agent! The Movie (IMDb)

Lima tahun pasca kebangkrutan ASK, Andréa Martel (Camille Cottin) telah beralih menjadi sutradara dan mempersiapkan debut film fiturnya yang berjudul La Fugitive, sebuah drama bertema survival.

Produksi hampir ambruk ketika aktor utama (Laurent Lafitte yang memerankan dirinya sendiri) tiba-tiba mundur demi proyek Wes Anderson.

Andréa kemudian melibatkan Noémie Leclerc (Laure Calamy), yang kini menjadi produser televisi sukses, dengan harapan dapat mengendalikannya. Namun, kekacauan bertambah: casting ulang melibatkan Laetitia Casta dan Vincent Macaigne (keduanya sebagai diri mereka sendiri), disaster di lokasi syuting, serta ancaman hukum terkait hak asuh putrinya dengan mantan pasangannya Colette (Ophélia Kolb).

Karakter lama seperti Mathias Barneville (Thibault de Montalembert), Gabriel Sarda (Grégory Montel), Hervé (Nicolas Maury), Camille (Fanny Sidney), dan Arlette (Liliane Rovère) kembali terlibat, menghidupkan kembali dinamika persahabatan, rivalitas, dan loyalitas yang menjadi inti serial.

Review Film Call My Agent! The Movie

Tangkapan layar adegan di film Call My Agent! The Movie (IMDb)

Film ini mempertahankan gaya serial: dialog cepat, sindiran terhadap industri hiburan Prancis dan Hollywood, serta cameo selebriti yang memerankan diri sendiri. George Clooney dan Eva Longoria turut hadir.

Kupuji karena a chemistry Cottin dan Calamy sebagai duo yang saling melengkapi—Andréa yang dingin dan kontrol-oriented berhadapan dengan Noémie yang emosional dan spontan.

Film ini digambarkan sebagai billet-doux (surat cinta) terhadap sinema, menekankan bahwa pembuatan film adalah komunitas penuh kasih di samping bisnis. Format feature membuatnya terasa seperti episode panjang yang memuaskan bagi penggemar, meski kurang tajam dibanding musim terbaik serial.

Di Netflix wilayah Indonesia, film ini telah tersedia untuk streaming sejak 10 September 2026. Rilis bersifat global dan simultan, sehingga penonton di Indonesia dapat mengaksesnya langsung melalui platform tersebut tanpa penundaan regional yang signifikan.

Adegan paling dramatis berpusat pada perjuangan Andréa dengan hak asuh putrinya. Di tengah tekanan produksi yang nyaris gagal total—termasuk kehilangan aktor utama, konflik dengan produser, dan berbagai bencana lokasi syuting—ancaman hukum dari Colette yang berencana membawa anak mereka menjauh dari Paris memaksa Andréa menghadapi kerapuhan pribadi.

Adegan-adegan ini menampilkan kerentanan di balik sikap tegasnya, menghubungkan kegagalan profesional dengan risiko kehilangan peran sebagai orang tua.

Ketegangan emosional ini memberikan bobot yang serius di tengah komedi, menegaskan tema film tentang keseimbangan antara ambisi dan hubungan manusia.

Adegan yang paling kuingat adalah pertemuan dengan George Clooney. Dalam adegan singkat namun tajam, Andréa dan Noémie berusaha merekrutnya.

Noémie, tanpa menyadari bahwa Clooney menyutradarai dan menulis The Monuments Men, secara tidak sengaja mengkritik film tersebut sebagai mengecewakan serta menyebut “pria tua di akhir” yang berlebihan (yang ternyata adalah ayah Clooney sendiri).

Reaksi Clooney yang terluka namun tetap humoris, disertai dialog yang kaku dan canggung, menjadi puncak komedi cringe yang mengingatkan pada kekuatan serial dalam mengeksploitasi ego selebriti. Kurasa adegan ini sebagai yang terlucu dan paling berkesan, menggabungkan meta-humor dengan timing sempurna.

Jadi kesimpulannya, Call My Agent! The Movie berhasil menyatukan kembali ensemble yang dicintai tanpa terasa dipaksakan.

Kekuatan utamanya terletak pada penampilan ensemble yang natural, khususnya Cottin yang tetap tajam dan Calamy yang mencuri perhatian dengan energi berlebihan yang menggemaskan.

Film ini tidak sepenuhnya berdiri sendiri bagi penonton baru, tetapi bagi penggemar serial, ia menawarkan penutupan hangat dengan pesan bahwa komunitas kreatif dapat bertahan melalui kekacauan.

Akhir yang menampilkan premier di Cannes dan red carpet bersama menggarisbawahi evolusi karakter dari agen menjadi pencipta. Dengan semua elemen ini, film ini menjadi reunifikasi yang memuaskan dan penuh afeksi terhadap dunia yang digambarkannya. Rating pribadi: 7.5/10.