The Intern (2026) merupakan remake Korea Selatan dari film Hollywood tahun 2015 karya Nancy Meyers. Disutradarai Kim Do-young, film ini dibintangi Choi Min-sik sebagai Kim Ki-ho dan Han So-hee sebagai Lee Seon-woo. Film berdurasi 132 menit ini dirilis di Korea Selatan pada 16 September 2026 dan mulai tayang di bioskop Indonesia sejak 30 Oktober 2026.
Pesan Moral Mendalam tentang Nilai Ketulusan dan Empati
Lee Seon-woo (Han So-hee) adalah pendiri sekaligus CEO perusahaan rintisan fashion WOO22 yang dalam tiga tahun berhasil mencapai penjualan signifikan dan menjadi kuda hitam di industri mode. Kesuksesan tersebut membawa tekanan besar: tanggung jawab operasional, tuntutan investor yang mendorong penunjukan manajer profesional, serta kehidupan pribadi yang terganggu, termasuk hubungan dengan suami. Kehadiran Kim Ki-ho (Choi Min-sik), seorang pria dengan 37 tahun pengalaman profesional yang memutuskan kembali bekerja sebagai silver intern, mengubah dinamika di kantor yang didominasi generasi muda.
Ki-ho menghadapi tantangan adaptasi terhadap teknologi digital, budaya kerja informal, dan perbedaan cara berkomunikasi. Akan tetapi, ketulusan, etos kerja yang tenang, serta kemampuan mendengarkan menjadikannya sosok yang memberikan perspektif baru bagi Seon-woo.
Hubungan keduanya berkembang dari relasi atasan-bawahan menjadi kedekatan yang menyerupai ikatan ayah-anak, di mana keduanya saling belajar: Ki-ho memahami dunia kerja modern, sementara Seon-woo menemukan keseimbangan dan keyakinan diri yang sempat terkikis.
Review Film The Intern
Kekuatan utama film terletak pada chemistry antara Choi Min-sik dan Han So-hee. Choi Min-sik menampilkan Ki-ho dengan kehangatan, ketenangan, dan humor yang natural, menciptakan karakter yang mudah diterima tanpa terkesan menggurui.
Han So-hee berhasil menggambarkan Seon-woo sebagai sosok ambisius yang menyimpan kerentanan di balik kesuksesannya. Interaksi keduanya terasa organik, dibangun melalui momen-momen sehari-hari di kantor, percakapan santai, hingga dukungan yang tulus, tanpa bergantung pada dialog emosional berlebihan.
Sutradara Kim Do-young menyesuaikan cerita dengan konteks budaya kerja Korea Selatan, termasuk isu senioritas, kesenjangan digital, dan tekanan dalam lingkungan startup. Unsur teknologi kontemporer, seperti penggunaan kecerdasan buatan, menambah warna humor ringan. Karakter pendukung, meski tidak dieksplorasi secara mendalam, memberikan latar belakang kehidupan kantor yang cukup hidup.
Adegan yang paling emosional terjadi dalam percakapan larut malam di izakaya. Seon-woo, yang sedang diliputi tekanan dari investor dan permasalahan pribadi, mencurahkan isi hatinya. Ki-ho memberikan nasihat yang jujur namun penuh empati, menekankan bahwa Seon-woo masih muda, mampu, dan memiliki kapasitas untuk menentukan arah hidupnya sendiri.
Momen ini menampilkan kelembutan yang tulus; pujian dan dukungan yang disampaikan dengan kesungguhan membuatku merasakan betapa berharganya pengakuan yang tulus di tengah kehidupan yang penuh tuntutan. Adegan ini, kurasa sangat menyentuh kebutuhan manusia akan apresiasi yang jarang diterima.
Adegan yang paling kuingat setelah menonton adalah rangkaian interaksi kecil di lingkungan kantor yang menunjukkan transformasi hubungan keduanya secara bertahap. Salah satu yang menonjol adalah momen ketika Ki-ho dengan sabar membantu atau memberikan dukungan praktis di tengah kesibukan, serta penutup yang tenang di sebuah taman di Seoul.
Di sana, keduanya bertemu di luar konteks kerja dan berbagi momen sederhana sambil mendengarkan musik. Adegan penutup ini meninggalkan kesan damai tentang pertumbuhan, kemandirian, dan persahabatan lintas generasi yang tidak bergantung pada hierarki formal.
The Intern (2026) menawarkan cerita ringan yang menghibur dengan pesan humanis tentang nilai pengalaman, pentingnya saling memahami antar-generasi, dan keseimbangan antara ambisi serta kehidupan pribadi. Alurnya episodik dan dapat diprediksi buat kamu yang akrab dengan film aslinya, namun penyesuaian budaya Korea serta performa dua pemeran utama menjadikannya tetap menarik kok. Film ini cocok buat kamu yang mencari hiburan hangat tanpa konflik yang besar, sekaligus mengingatkan bahwa kebijaksanaan dan ketulusan tetap relevan di dunia kerja yang serba cepat.
Film ini sedang tayang di bioskop Indonesia, termasuk Cinema XXI, CGV, dan jaringan lainnya. Bagi yang mencari kisah yang menyentuh tentang persahabatan dan pertumbuhan diri, The Intern (2026) layak untuk disaksikan. Rating pribadi: 8/10.
Baca Juga
-
Review Film Apocalypse Z: New World, Sajikan Teror Zombie di Tanah Spanyol!
-
Review The Diplomat Season 1: Hadirkan Plot Twist Penutup yang Mengejutkan!
-
Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat
-
Detective Conan: Analisis Tajam Shinichi Kudo Memecahkan Kasus Pembunuhan!
-
Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik
Artikel Terkait
Ulasan
-
Misi Alexis Menyelamatkan Ingatan Kakeknya di Novel Mist-Bound
-
Review A Love Other Than Yours: Pahitnya Realita Hubungan Jangka Panjang
-
After The Storm: Bahagia Tak Harus Menunggu Semua Impian Menjadi Kenyataan
-
Review Buku Chapterhouse: Dune, Seni Mengubah Musuh Jadi Sekutu
-
Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia
Terkini
-
Meterai Rp10 Ribu: Saat Transaksi Warga Sekalipun Tak Luput dari Pajak
-
Mari Jaga Hutan Papua, Swasembada Energi atau Kedok Ekspansi Korporasi?
-
Toshiyuki Morikawa, Pengisi Suara Hokage ke-4 Jadi Doctor Doom Versi Jepang
-
Manga Mashle: Magic and Muscles Umumkan Adaptasi Film Live Action 2027
-
Dari Isi Piring hingga Obat, Politik Mengatur Kehidupan Kita Sehari-hari