Hayuning Ratri Hapsari | Akramunnisa Amir
Sampul Buku The Old Money Rules (Gramedia)
Akramunnisa Amir

Apa sebenarnya rahasia dari para old money yang mampu mempertahankan kekayaan sampai tujuh turunan? Sementara itu, kita para rakyat jelata yang hidup dari gaji UMR pas-pasan, untuk mencukupi biaya hidup satu bulan ke depan saja rasanya sudah terseok-seok. 

Bagi yang juga penasaran, hal itu dibahas dalam buku berjudul The Old Money Rules yang ditulis oleh William Win Yang. Buku ini membahas tentang struktur investasi ala elite global yang menguasai perekonomian dunia.

Dalam buku ini, penulis membahas tentang sistem yang dibangun oleh para konglomerat dan taipan sehingga mereka punya kekayaan yang seolah tak habis-habis.

Menurut penulis, sistem itu adalah aturan-aturan yang dirancang sedemikian rupa oleh para ahli finansial yang membuat mereka bisa menjamin anak cucu kelak tetap mewarisi kekayaan. Mereka mengelola aset sehingga aset itu menjadi kekayaan yang mampu bertahan lintas generasi.

Salah satu sistem yang mereka buat adalah family office, yakni lembaga yang mengelola kekayaan keluarga.

Dengan adanya family office ini, keluarga konglomerat ini tidak membelanjakan uang dengan cara impulsif, tapi mereka punya strategi dan sistem yang cerdas dalam membuat keputusan finansial.

Mereka tidak lagi berkutat pada bagaimana mencari uang, atau bagaimana memiliki kecerdasan finansial. Tapi di level tertinggi, mereka fokus pada bagaimana membangun sebuah sistem yang mengamankan kekayaan.

Mereka adalah orang-orang yang visioner sehingga tidak lagi berpikir tentang masa depan mereka sendiri karena mereka berusaha menjamin generasi setelahnya tidak menyia-nyiakan kerja keras yang selama ini mereka bangun.

Jujur saja, membaca buku seperti ini sebenarnya agak mengawang-awang bagi pembaca yang berada di kalangan menengah ke bawah. Tapi sudut pandang yang dipaparkan oleh penulis adalah hal yang patut dijadikan pembelajaran.

Saya suka dengan pembahasannya yang tidak bertele-tele dan langsung pada inti pembahasan. Tapi tenang saja. Meskipun topik utamanya adalah tentang old money, buku ini masih relevan untuk dibaca oleh kalangan mana pun. Sebab, penulis mengajak  mengajak pembaca untuk mengenali level ekonomi masing-masing. Lalu, di setiap level penulis memberikan tips yang bagi saya cukup mengena.

Bagi yang belum berada di level old money, kita bisa belajar dari sudut pandang mereka terhadap uang di level ini. Yakni Sebagai masyarakat biasa, kita bisa mencontoh bagaimana sistem ini diterapkan dalam kehidupan. Jika para old money membangun sistem dalam skala besar, kita bisa membuat sistem secara lebih sederhana. Misalnya dengan budgeting, punya dana darurat, hingga membuat rencana investasi yang realistis.

Sebagai masyarakat menengah, kunci dari sistem ini adalah disiplin. Disiplin dalam keuangan adalah sikap yang harus dimiliki oleh orang-orang dalam level mana pun jika ingin memperbaiki roda perekonomian.

Penulis juga sempat menyinggung, bahwa ketika kita masih merintis dari bawah, carilah sumber penghasilan sekecil apapun. Kita sebaiknya mengurangi biaya hidup walau merasa sudah mepet. Paksakan walau sedikit untuk menyisihkan uang untuk menabung karena ini adalah satu-satunya investasi yang realistis.

Kita harus menghindari judi dan spekulasi, pelajari apapun yang bisa dipelajari, dan jika punya kesempatan bekerja harus bersungguh-sungguh. Jika sudah merasa bahwa apa yang diusahakan tidak ada gunanya lagi, tidak apa-apa untuk mundur mundur alih-alih bertahan dalam ketidakpastian. 

Tips di atas untuk mereka yang berada di level merintis dan bergaji di bawah UMR. Di level selanjutnya ketika penghasilan sudah lebih stabil, musuh utama kita adalah diri dan mental. Dengan adanya uang, seseorang mungkin akan tergiur menaikkan gaya hidup dengan belanja melebihi kekayaan. Di titik inilah banyak orang yang terjebak Pinjol.

Maka, sebisa mungkin hindari cara instan untuk terlihat kaya. Pastikan kekayaan itu tumbuh dari sepuluh persen gaji yang disisihkan setiap bulan. Jika ingin mulai berinvestasi, jangan tergoda dengan bentuk investasi yang tidak kita pahami.

Penulis memberikan contoh tentang bagaimana sosok Rockefeller yang terkenal sebagai orang terkaya di dunia ini merintis mulai dari nol. Di setiap level, ia sangat disiplin, bekerja keras, dan senantiasa belajar. Pada akhirnya ia berhasil membangun sebuah sistem yang menjamin kekayaannya.

Nah, bagi Sobat Yoursay yang tertarik untuk mendalami mindset yang dimiliki oleh Rockefeller dan old money lainnya, buku ini bisa menjadi bacaan yang inspiratif. Selamat membaca!