Lintang Siltya Utami | Agustian Pamungkas
Suka Duka Tawa. (Cinema XXI)
Agustian Pamungkas

Suka Duka Tawa merupakan film drama komedi Indonesia yang disutradarai Aco Tenriyagelli dan dibintangi Rachel Amanda, Teuku Rifnu Wikana, serta Marissa Anita. Setelah sebelumnya tayang di bioskop Indonesia, film ini kini sudah bisa ditonton di Netflix sejak 21 Mei 2026. Film berdurasi 127 menit ini mengangkat cerita tentang keluarga, luka masa lalu, persahabatan, dan kehidupan seorang komika.

Cerita Suka Duka Tawa berfokus pada Tawa, seorang komika muda yang dikenal lewat materi stand-up comedy yang banyak mengambil pengalaman pahit masa kecilnya. Salah satu cerita yang sering ia bawakan berkaitan dengan ayahnya, Pak Keset, seorang pelawak senior yang meninggalkan Tawa dan keluarganya ketika ia masih kecil. Tanpa disangka, kisah tentang hubungan mereka justru membuat karier Tawa semakin dikenal.

Sinopsis Film Suka Duka Tawa

Tawa mulai menemukan tempatnya di dunia stand-up comedy setelah berani menceritakan pengalaman pribadi di atas panggung. Cerita tentang kehidupan keluarganya, terutama hubungan buruk dengan sang ayah, menjadi materi yang membuat penonton tertawa sekaligus membuat kariernya semakin berkembang. Tawa pun mulai dikenal sebagai komika dengan gaya bercerita yang jujur dan berani membuka kisah pribadinya.

Di sisi lain, kehidupan Pak Keset justru berjalan berlawanan. Ia merupakan pelawak senior yang dulu meninggalkan keluarganya demi mengejar karier. Ketika popularitas Tawa semakin naik, nama Pak Keset ikut kembali dibicarakan karena berbagai cerita tentang dirinya yang dibawakan putrinya. Kariernya sendiri sedang meredup dan ia harus menghadapi kenyataan bahwa masa lalu yang selama ini ditinggalkan kembali muncul ke permukaan.

Pertemuan kembali Tawa dan Pak Keset membuat hubungan ayah dan anak itu menjadi serba canggung. Tawa masih membawa luka dari masa kecilnya, sementara Pak Keset menyimpan penyesalan atas keputusan yang pernah ia ambil. Namun, bukannya menjauh, Pak Keset justru bersedia membantu Tawa dengan membuka lebih banyak cerita tentang dirinya untuk dijadikan bahan komedi.

Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka perlahan berubah. Tawa mulai melihat sisi lain dari ayahnya yang selama ini tidak pernah ia ketahui. Di balik sosok pelawak yang pernah meninggalkan keluarganya, ada rasa bersalah, penyesalan, dan alasan yang membuat masa lalu mereka menjadi jauh lebih rumit daripada yang selama ini Tawa pikirkan.

Masalah Tawa juga tidak hanya datang dari hubungannya dengan sang ayah. Ia harus menghadapi perasaan ibunya, Cantik, yang masih menyimpan luka akibat ditinggalkan suaminya. Ketika Tawa mulai dekat kembali dengan Pak Keset, hubungan antara ibu dan anak itu ikut mengalami perubahan. Tawa pun berada di posisi sulit karena ingin mengejar karier yang dicintainya tanpa membuat ibunya merasa semakin ditinggalkan.

Di tengah berbagai masalah tersebut, Tawa masih memiliki sahabat-sahabat yang selalu berada di sisinya. Mereka menjadi tempat Tawa berbagi cerita, bercanda, sekaligus menghadapi berbagai persoalan dalam hidup. Dari lingkungan pertemanannya, Tawa perlahan belajar bahwa pengalaman pahit tidak harus terus menjadi beban. Cerita yang dulu membuatnya terluka bisa ia olah menjadi bahan tawa dan cara untuk menghadapi masa lalu.

Ulasan Film Suka Duka Tawa

Film Suka Duka Tawa ini menurut aku punya cerita yang unik karena fokus ke kehidupan komika cewek bernama Tawa. Jadi, kerjaan Tawa sehari-hari itu bikin orang ketawa di panggung stand-up comedy pakai cerita sedih hidupnya sendiri, terutama soal bokapnya, Pak Keset, yang dulu sempat jadi pelawak TV terkenal tapi tega ninggalin dia waktu kecil. Lucu sekaligus miris sih, karena di saat dia sukses bikin penonton ngakak, sebenarnya hatinya sendiri lagi terluka parah.

Kerennya dari film ini, karakter-karakternya nggak ada yang murni jahat atau baik. Kita bisa ngerasain gimana rasanya jadi Tawa yang tumbuh besar tanpa sosok ayah, tapi di sisi lain kita juga diajak buat ngerti posisi Pak Keset yang punya masalah hidupnya sendiri. Film ini juga diramein sama geng temen-temen sesama komika Tawa yang kelakuannya ajaib dan kocak abis, yang selalu siap nemenin Tawa buat ngetawain kerasnya hidup.

Overall, nonton film ini tuh rasanya kayak naik roller coaster karena penonton dibawa bolak-balik antara nangis dan ketawa. Film ini juga pinter banget ngegabungin dua gaya komedi yang beda jaman, yaitu lawakan jadul ala sketsa TV punya bokapnya dan komedi kekinian khas anak stand-up jaman sekarang. Biarpun durasinya sampai dua jam lebih, filmnya nggak ngebosenin karena konflik keluarganya terasa dekat banget sama kehidupan sehari-hari kita.