Hayuning Ratri Hapsari | Sherly Azizah
Syahrini (instagram/princessyahrini)
Sherly Azizah

Jujur saja, pertama kali saya mendengar lagu "Seperti Itu?" milik Syahrini yang dirilis sekitar satu dekade lalu, saya sempat menganggapnya hanya sebagai trek dance-pop jenaka yang sekadar mengandalkan jargon-jargon viral pada zamannya.

Namun, ketika mendengarkannya kembali belakangan ini, terutama setelah kehebohan panggung Pestapora yang kembali menerbitkan nostalgia akan aksi-aksi panggung ikonik para maestro hiburan Tanah Air, ada perspektif menarik yang mendadak melintas di kepala saya.

Di balik beat up-tempo yang menghentak dan hook yang teramat adiktif, lagu ciptaan Melly Goeslaw ini sebenarnya berhasil menangkap sebuah fenomena psikologis yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda: fenomena pasangan yang terlalu overprotective, posesif, dan penuh rasa cemburu yang tidak beralasan.

Karya bergenre dance-pop yang dirilis pada tahun 2015 ini mengusung tema kecemburuan berlebih dalam hubungan asmara yang dibungkus dengan nada satire khas Princess Syahrini. Isu yang diangkat terasa sangat relevan dengan dinamika hubungan pasangan masa kini, di mana rasa curiga berlebih, pembatasan ruang gerak, hingga ketakutan berlebihan akan kehilangan sering kali mengikis kenyamanan dalam berpacaran. Menariknya, Syahrini tidak membawakan isu kecemburuan ini dengan ratapan atau kemarahan yang meluap-luap. Sebaliknya, ia menyikapinya dengan gaya sentilan yang santai, centil, elegan, dan sarat dengan rasa percaya diri yang melimpah.

Kekuatan utama dari lagu ini terletak pada keberanian liriknya dalam menyindir sikap pasangan yang serba mengekang tanpa harus terkesan menggurui. Mari kita cermati potongan lirik yang menjadi inti sentilan emosional berikut ini:

Sedikit-dikit kamu marah

Aku makin cantik kau marah

Maunya kamu aku diam

Tak ke mana-mana

Bagi saya, baris tersebut adalah representasi yang amat jujur dari rasa lelah seseorang saat harus menghadapi pasangan yang serba salah. Ada sindiran tajam di sana, bahwa sering kali kecemburuan itu muncul bukan karena kesalahan atau tindakan kita, melainkan karena rasa tidak percaya diri yang diidap oleh pasangan itu sendiri. Ungkapan "seperti itu?" yang diselipkan berulang kali menjadi bentuk konfirmasi retoris yang menggelitik sekaligus menohok.

Alih-alih merasa tertekan atau mengubah diri demi menuruti rasa cemburu pasangan, Syahrini justru menanggapi keposesifan tersebut sebagai sebuah konsekuensi logis, bahwa risiko memiliki pasangan yang menarik memang menuntut kedewasaan, bukan rasa kekang yang berlebihan.

Kaitannya menjadi jauh lebih menarik saat kita menatap lagu ini melalui kacamata fenomena panggung hiburan masa kini, seperti ajang festival Pestapora. Di panggung festival seluas itu, di mana ribuan anak muda berkumpul untuk merayakan keberagaman musik dan mengekspresikan kebebasan diri, lagu seperti "Seperti Itu?" menemukan ruang artikulasi yang baru. Ketika musik diputar di tengah kerumunan, lagu ini bukan lagi sekadar sindiran untuk pacar yang cemburuan di kamar, melainkan berubah menjadi "lagu kebangsaan" untuk merayakan kebebasan ekspresi.

Di panggung Pestapora, riuh penonton yang ikut menyanyikan liriknya membuktikan bahwa pesan utama lagu ini menang: kita tidak boleh membiarkan rasa takut atau kekangan orang lain menghentikan langkah kita untuk tampil bersinar dan menjadi diri sendiri.

Melihat dari analisis teknis dan aransemen lagunya, kelebihan utama dari karya ini adalah kejelian Melly Goeslaw dalam meracik lirik yang catchy dan penuh dengan istilah pop-kultur yang melekat lama di benak masyarakat. Sinergi antara beat elektronik yang energik dan vokal manja khas Syahrini berhasil mengubah topik hubungan yang berpotensi memicu stres menjadi sebuah hiburan yang sangat renyah dan membuat pendengar ingin ikut bergoyang.

Namun, jika harus membedahnya secara kritis dan objektif, bagi pendengar yang menyukai musik dengan kedalaman lirik puitis atau aransemen yang kontemplatif, struktur lagu ini mungkin terasa terlalu mengandalkan hook dan celetukan repetitif yang berulang di sepanjang lagu.

Lagu "Seperti Itu?" memberi kita pelajaran yang sangat berharga tentang cara merespons dinamika hubungan yang mengekang. Bagi saya pribadi, lagu ini mengajari kita bahwa ketika dihadapkan pada pasangan yang terlalu posesif, kita tidak harus selalu membalasnya dengan rasa takut atau amarah yang melelahkan. Terkadang, menjaga batas diri sambil tetap percaya diri, menikmati hidup, dan terus mengekspresikan kebahagiaan, sebagaimana riuhnya energi di panggung Pestapora—adalah cara paling elegan untuk menyikapi siapapun yang berusaha mengurung potensi diri kita.

Identitas Karya

Judul: Seperti Itu?

Penyanyi: Syahrini

Tahun Rilis: 2015

Genre: Dance-Pop / Electro-Pop

Durasi: -+ 3 menit