Sekar Anindyah Lamase | Ardina Praf
Buku Sleepy Savanna (goodreads.com)
Ardina Praf

Ada sesuatu yang menyenangkan dari buku anak yang mampu membuat waktu sebelum tidur terasa lebih istimewa. Sleepy Savanna: A Bedtime Book of Baby Animals karya Stephen R. Swinburne adalah salah satunya.

Dengan tema savana Afrika dan bayi-bayi hewan yang bersiap tidur, buku ini menghadirkan cerita sederhana, lembut, dan menenangkan, sekaligus memperkenalkan anak-anak pada kehidupan satwa liar.

Ketika malam mulai turun di savana, sepuluh bayi hewan perlahan menemukan tempat nyaman untuk beristirahat. Ada gajah kecil, cheetah, buaya, jerapah, burung unta, singa, kuda nil, badak, hingga flamingo.

Masing-masing memiliki cara unik untuk mengakhiri hari. Keunikan tersebut membuat kegiatan tidur para bayi hewan terasa lucu sekaligus menggemaskan.

Salah satu bagian yang menarik adalah ketika jerapah kecil meringkuk dan melipat tubuhnya seperti pretzel. Leher serta tubuhnya yang panjang justru menjadi bagian dari posisi tidurnya yang nyaman.

Ada pula cheetah kecil yang seolah menjalankan “mesin kecilnya” saat tidur dan buaya kecil yang beristirahat di balik “pagar gigi”. Gambaran-gambaran seperti ini membuat karakter hewan terasa hidup dan mudah disukai anak-anak.

Yang membuat buku ini semakin menarik adalah perpaduan antara cerita pengantar tidur dan fakta tentang hewan. Jadi, anak tidak hanya diajak menikmati suasana malam yang tenang, tetapi juga mendapatkan pengetahuan sederhana mengenai satwa yang hidup di savana Afrika.

Fakta-fakta tersebut disisipkan dengan cara yang tidak terasa seperti sedang membaca buku pelajaran.

Menurut saya, pendekatan seperti ini sangat cocok untuk anak-anak. Mereka dapat mengenal berbagai jenis hewan sambil tetap menikmati pengalaman membaca yang ringan.

Apalagi jika buku dibacakan oleh orang tua sebelum tidur, informasi mengenai hewan bisa menjadi bahan percakapan kecil sebelum lampu kamar benar-benar dimatikan.

Gaya penulisan Stephen R. Swinburne menjadi salah satu daya tarik utama buku ini. Kalimat-kalimatnya lembut dan puitis, sehingga terdengar menyenangkan ketika dibacakan dengan suara keras.

Ritmenya juga mendukung suasana santai sebelum tidur. Tidak ada konflik besar atau kejadian yang membuat anak terlalu bersemangat; buku ini memang dirancang untuk membawa pembaca perlahan menuju suasana mengantuk.

Ilustrasi karya Carolina Grosa juga menjadi pelengkap yang membuat Sleepy Savanna terasa semakin istimewa. Bayi-bayi hewan digambarkan dengan ekspresi dan karakter yang menggemaskan.

Warna-warna serta detail ilustrasinya membantu anak membayangkan suasana savana pada malam hari. Bahkan sebelum membaca ceritanya, sampul buku sudah memberikan kesan hangat, nyaman, dan cocok sebagai teman menjelang tidur.

Sebagai buku papan, Sleepy Savanna juga terasa sesuai untuk pembaca usia dini. Format seperti ini lebih praktis untuk tangan anak dan cocok dibaca berulang kali. Ceritanya yang singkat juga tidak terasa melelahkan, baik bagi anak maupun orang tua yang membacakannya setiap malam.

Buku ini menurut saya cocok untuk anak-anak yang menyukai hewan, terutama mereka yang tertarik dengan kehidupan satwa di kebun binatang atau ingin mengenal hewan-hewan Afrika.

Selain menjadi bacaan sebelum tidur, buku ini juga dapat menjadi pengantar untuk mengenalkan nama, kebiasaan, dan karakter berbagai satwa liar kepada anak.

Hal lain yang menarik, Sleepy Savanna tersedia dalam bahasa Inggris dan Spanyol. Pilihan bahasa tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi keluarga yang ingin memperkenalkan bacaan bilingual kepada anak sejak dini.

Secara keseluruhan, Sleepy Savanna: A Bedtime Book of Baby Animals merupakan buku pengantar tidur yang sederhana tetapi menyenangkan.

Perpaduan antara teks puitis, ilustrasi menggemaskan, suasana malam yang menenangkan, serta fakta-fakta satwa membuat buku ini tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif. Sebuah pilihan manis untuk menemani rutinitas sebelum tidur sekaligus memperkenalkan anak pada dunia hewan yang menarik.