Lintang Siltya Utami | Agustian Pamungkas
Lagu Haters Kotak. (Warner Music Indonesia)
Agustian Pamungkas

Kalau lagi bosan sama lagu cinta yang galau, mendengarkan kembali karya lama milik Kotak bisa jadi pilihan seru. Salah satu lagu lawas mereka yang belakangan ini ramai lagi di media sosial adalah Haters. Lagu penuh semangat ini diciptakan oleh musisi Dewiq dan Pay. Kehadiran karya ini memberikan warna yang segar buat industri musik kita karena berani tampil beda.

Kotak menggabungkan musik rock dengan nuansa R&B kental yang asyik didengar. Campuran aransemen ini membuat pesannya tersampaikan dengan cara yang santai. Lagu ini memberikan ruang rileks untuk menertawakan kerumitan hidup akibat omongan orang.

Bagi saya pribadi, lagu ini cocok didengar pas kita mau menjaga suasana hati tetap tenang di tengah banyaknya komentar negatif orang lain. Kita sering kali terpancing untuk membalas perkataan buruk dengan kemarahan yang sama besarnya. Melalui trek ini, Kotak mengajarkan sudut pandang yang berbeda. Mengutamakan ketenangan sendiri dan tetap fokus bahagia terbukti menjadi cara terbaik agar tidak terganggu dari luar.

Sejak awal, vokal Tantri langsung menyapa kita lewat pesan pembuka yang dikemas santai dan langsung ke inti masalah:

"Hei pembenciku jangan benci aku / Nanti kamu tersiksa / Hei pembenciku jangan mengintaiku / Nanti kamu kecewa"

Bait pembuka tersebut menarik perhatian karena maknanya yang relevan. Tantri membawakannya dengan nada bicara kasual, seolah sedang mengobrol biasa. Kata-kata tersebut memperlihatkan kebenaran bahwa kebiasaan mengintip atau tidak suka pada kehidupan orang lain hanya akan melelahkan diri sendiri. Fokus pada hal yang salah justru membuat pelakunya merasa kurang nyaman, sementara orang yang tidak disukai tetap menjalani hidupnya seperti biasa.

Suasana lagu berubah menjadi semakin ceria saat aransemen musiknya mulai bergerak ke bagian bait berikutnya:

"Aku senang-senang menikmati hidupku / Kenapa kamu yang jadinya / Tersiksa, terganggu karena aku"

Bagian ini menjadi momen favorit saya karena liriknya mengajak kita untuk fokus pada kebahagiaan diri sendiri saja. Respons terbaik saat berhadapan dengan ketidaksukaan orang lain adalah dengan tetap bersyukur dan melanjutkan aktivitas positif kita. Kita memiliki hak penuh atas kegembiraan kita sendiri, jadi tidak perlu membiarkan suasana hati rusak hanya karena pandangan miring dari orang sekitar.

Yang membuat lagu ini lebih seru muncul ketika sang pemain bas yaitu Chua mengambil peran vokal lewat bagian rap:

"Kritik sini kritik sana semua lo gak suka / Kasih makan juga gak tapi lo yang marah-marah / Gue sih gak masalah tapi lo naik darah / Selalu aja salah mending kita party aja"

Bait rap dari Chua ini terdengar natural dan menghibur. Rangkaian kata di atas merangkum realitas pergaulan sehari-hari dengan gaya bahasa yang sangat akrab. Pilihan kalimat untuk bersenang-senang menjadi contoh cara bersikap yang santai. Daripada membuang waktu meladeni perdebatan panjang yang tidak ada hasilnya, menjauhkan diri dan menjaga pikiran tetap positif adalah langkah paling pas.

Pesan utama lagu ini makin terasa kuat di bagian chorus utama yang dinyanyikan penuh energi dengan ciri khas musik rock:

"Ngaku-ngakunya bahagia / Tapi kenyataannya / Kamu susah / Susah melihat, melihat kalau aku bahagia / Itu derita lo!!!"

Kesimpulannya, lagu Haters adalah salah satu karya Kotak yang paling keren dan bikin semangat saat didengarkan. Lewat lagu ini, kita diajak buat jadi orang yang berjiwa besar dan fokus sama kebaikan diri sendiri saja. Kombinasi suara vokal Tantri yang kuat dan rap kece dari Chua berhasil menyebarkan pesan positif yaitu cara terbaik buat menikmati hidup adalah dengan tetap melangkah maju, menjaga kebahagiaan sendiri, dan cuek sama hal negatif di luar sana supaya hati kita tetap damai.