"Dan satu lagi, gue lebih respect sama pendosa yang sadar akan dosanya dan mau berubah daripada orang yang sok suci dan menganggap dirinya paling baik." (Play with Players, halaman 121).
Jika di novel fiksi remaja kita banyak menemukan karakter pria yang playboy, maka di novel Play with Players, karakter wanita yang menyabet julukan playgirl. Dalam novel dengan tebal lebih dari 300 halaman ini, para pembaca akan membaca kisah seorang mantan playgirl yang memutuskan untuk tobat dan mengejar lelaki yang membencinya. Dengan premis yang unik dan berani, novel ini tidak hanya membahas romansa manis ala remaja saja, melainkan juga menghadirkan beberapa konflik dan trauma masa lalu yang dimiliki oleh karakter utamanya.
Dari novel Play with Players, para pembaca bisa mengutip pelajaran bahwa setiap tindakan yang dilakukan akan mendatangkan konsekuensi. Meskipun seseorang sudah memutuskan untuk berubah menjadi lebih baik, konsekuensi dari perbuatan yang dilakukan sebelumnya, apalagi dari luka yang sebelumnya pernah digoreskan kepada orang lain akan tetap datang menghampiri dan mau tidak mau kita harus bersiap dan menghadapi hal tersebut.
Selain itu, sebuah ketulusan membutuhkan proses dan pembuktian. Mengubah stigma negatif tentang diri kita di mata orang tidaklah muda. Dalam novel ini, karakter utama pria, Elvin berusaha untuk menjaga jarak dari Asya karena mengetahui reputasi buruk dari perempuan tersebut. Hal ini menyadarkan para pembaca bahwa untuk mendapatkan sebuah rasa kepercayaan dan cinta yang tulus harus dibuktikan dengan perubahan sifat dan tekad yang konsisten.
Tentang Novel Play with Players
Play with Players diawali dengan Asya yang merupakan seorang playgirl memutuskan untuk tobat sebelum akhirnya ia terkena karma. Ada alasan lain bagi Asya memutuskan untuk tobat secara mendadak, yakni karena dirinya baru saja bermimpi telah diselingkuhi oleh suaminya ketika dirinya sedang hamil tua. Dengan harapan agar mimpinya tidak jadi kenyataan, Asya yang saat itu dibantu oleh dua orang sahabatnya mulai melancarkan aksi tobat dengan memutuskan semua hubungannya dengan tiga orang pacarnya.
Lalu, karena sekarang Asya sudah tidak memiliki hubungan dengan siapa pun lagi, ia dilanda oleh rasa bosan. Namun, Asya terpikirkan satu ide jahil, yaitu mengganggu di ketua kelas sekaligus ketua tim basket sekolahnya, Elvin. Elvin ini merupakan salah satu siswa paling populer yang sangat membenci Asya karena ia seorang playgirl. Asya pikir, mengganggu orang yang membencinya adalah hal yang seru dan dapat mengurangi rasa bosannya.
Mulai saat itu, Asya terus mengganggu Elvin dengan mengikuti ke manapun lelaki itu pergi, memanggil Elvin dengan panggilan Baby El, mengaku menjadi pacar Elvin di depan guru yang mengajar di kelasnya, hingga berbagai kelakuan ajaib Asya yang membuat Elvin merasa risih dengan gadis itu. Asya yang awalnya berniat untuk mengurangi rasa bosannya dengan mengganggu Elvin perlahan mulai merasakan hal aneh dalam dirinya.
Entah kenapa sejak ia mengganggu lelaki itu, Asya justru merasa semakin nyaman di dekat Elvin, ingin terus-terusan menemui lelaki itu, hingga dirinya tidak sadar bahwa Asya telah menaruh hati pada Elvin. Hingga akhirnya, Asya tidak menyadari bahwa kejutan dan karma selalu datang di saat dirinya tidak siap untuk menghadapi hal itu.
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Seperti kebanyakan novel fiksi remaja pada umumnya, novel Play with Players memiliki narasi yang mudah dipahami oleh para pembaca kalangan remaja maupun dewasa muda. Novel ini juga memiliki karakteristik tokoh utama yang unik, yaitu seorang wanita yang merupakan mantan playgirl yang memutuskan untuk pensiun karena takut kena karma, di mana karakter ini sangat jarang dibahas di novel remaja.
Lalu, penulis juga mampu menyelipkan unsur komedi yang segar dan khas anak remaja, terlebih pada interaksi ketika Asya tengah mengganggu Elvin mampu dikemas dengan humor yang menghibur, sehingga membuat para pembaca tersenyum sendiri ketika membaca berbagai tingkah konyol yang dilakukan oleh Asya.
Meskipun memiliki genre fiksi remaja, novel ini memiliki konfik batin yang kuat. Pada bagian pertengahan hingga akhir cerita, Play with Players tidak hanya menyajikan kisah cinta romansa manis ala anak remaja, melainkan juga menampilkan beberapa konflik batin yang cukup berat ketika karma dari masa lalu Asya mulai berdatangan.
Di sisi lain, novel ini banyak mengenalkan karakter pendukung di dalam novelnya, sehingga membuat sebagian para pembaca merasa bingung ketika membacanya. Lalu, pengenalan karakter Asya diawal novel yang terkenal suka berbohong, membolos, dan senang mempermainkan perasaan lelaki, membuat sebagian para pembaca mungkin akan terganggu dengan sifatnya di awal sebelum akhirnya ia memilih tobat.
Bagi para pembaca yang menyukai kisah romansa dengan karakter utama wanita yang tidak biasa, memiliki unsur komedi dan khas ala anak remaja, serta konflik batin yang emosional, maka Play with Players bisa menjadi salah satu rekomendasi utama jika ingin membacanya. Namun, jika para pembaca kurang menyukai novel yang memiliki banyak karakter pendukung dan pengenalan awal sifat karakter utama yang buruk, maka novel ini bisa dijadikan pertimbangan kembali jika ingin membacanya.
Identitas Novel
- Judul: Play with Players
- Penulis: Sweeticha
- Tahun Terbit: Maret 2024
- Penerbit: Penerbit Namina Books
- Tebal: 324 halaman
- ISBN: 9786238137350
- Genre: Fiksi Remaja
Baca Juga
-
Serial Dead-End Job Tayang 30 Oktober, Lee Jae Wook Hadapi Pekerjaan Maut
-
Novel Dilizzy: Ketika Cinta, Luka dan Mimpi Terbentur Kasta serta Restu
-
Lee Bo Young dan Kang Tae Oh Bintangi Divorce Investigator Hong Mal Geum
-
Review Novel Potrait: Ketika Pernikahan Menjadi Luka Baru
-
Film Family Force Mulai Syuting, Ini Daftar Para Pemain Utama Penuh Bintang
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film Fall (2022): Saat Ketinggian Ekstrem Membongkar Rahasia dan Trauma Terkelam
-
Mengulas Film 'Fall 2: Deadpoint' dan Ketakutan yang Tidak Selesai
-
Review Film Reawakened Man: Kombinasi Fantasi dan Laga yang Sangat Pas!
-
Ulasan Perahu Kertas: Kisah Cinta, Mimpi, dan Perjalanan Menemukan Diri
-
Batavia Awal Abad ke-20: Menyusuri Wajah Jakarta Era Kolonial
Terkini
-
Tren Joki Baca Buku: Melorotnya Literasi atau Jadi Ladang Cuan Kutu Buku?
-
Jeda dari Media Sosial: Kita Tetap Baik-baik Saja Tanpa Update Setiap Hari
-
Fenomena Information Overload: Terlalu Banyak Informasi, Terlalu Minim Jeda
-
Intip Sinopsis Street Fighter, Tayang 14 Oktober di Bioskop Indonesia
-
Bukan Earbud Biasa, Baseus MC2 NC Bawa ANC dan Baterai 60 Jam