"iPhone kupi, restoran oplati...."
Media sosial pernah ramai dengan backsound berjudul Bare Minimum yang mengisi tiap-tiap konten keren bergaya glamor hingga nuansa old money yang elegan tapi kuat. Terutama konten mengenai kehidupan ala miliarder, atau bahkan mencoba menguatkan stigma kaum Adam sebagai provider mutlak bagi kaum Hawa. Jujurly, saya tergelitik untuk ikutan mengeluarkan uneg-uneg.
Sejarah Singkat
Bare Minimum sendiri merupakan lagu berbahasa Rusia yang dinyanyikan oleh Sabi dan Mia Boyka yang rilis pada 1 Agustus 2025 di channel Youtube Mia Boyka. Bernafas hiphop dengan tempo ketukan pelan, lagu ini juga digugah dengan bass jedag jedug yang cukup elegan. Tipe lagu anak muda banget!
Semula, Bare Minimum digaetkan dengan konten cuplikan manga Veil yang bernuansa artistik, glamour, fashionable, dengan percikan romansa yang lebih nyerempet hubungan platonis. Manga ini sendiri merupakan karya Kotteri alias Ikumi Fukuda yang diterbitkan oleh Jitsugyi no Nihon Sha, Ltd pada 15 November 2019 melansir laman Veil Manga Fandom Wiki. Statusnya sendiri masih on-going dengan 7 volume.
Ilusi Stigma yang Diharapkan
Menurut opini saya, manga Veil berhasil membius pembaca lewat gaya plot yang slowburn, ditunjang dengan ilusi stigma berbalut art glamour tadi. Mengisahkan Aleksander, seorang polisi yang bertemu Emma, seorang perempuan tunanetra. Hubungan mereka perlahan dekat, dan perjuangan Aleksander menjadikan Emma sebagai pusat perhatian lewat style yang mencolok, tapi justru menguarkan auranya.
Hal ini rasa-rasanya semu, atau justru hanya sebatas fiksi mengingat kondisi di lapangan yang kadang bikin ngelus dada. Apalagi adanya stigma lekat dimana pengabdi negara harus bersanding dengan tenaga kesehatan yang turut diglorifikasi lewat karya hingga drama.
Kendati demikian, manga ini turut menerbangkan lampion harapan dalam menyikapi tindak-tanduk lembaga berwenang. Bahwasanya tidak semua pengabdi negara itu buruk, pun tidak semuanya sebaik cendekiawan.
Bare Minimum Tidak Bisa Dipukul Rata
Kendati stigma bare minimum lekat dengan royal dan loyalitas yang menohok kaum Adam, terkadang kita harus lebih mengerti pada keadaan. Bare minimum tidak bisa dipukul rata dengan membabi buta, sebab masing-masing individu memiliki pertarungannya sendiri.
Takdir dan dunia bukanlah esensi yang bisa dibaca, atau bahkan menjumpai plot twist dan plot hole bertebaran. Tidak semua kaum Adam baik, pun tidak semuanya buruk. Selalu ada kelebihan dan kekurangan, karena itu semua berkaitan.
Kaum Adam memang didesain menanggung tanggung jawab lebih berat, sekaligus menjamin kehidupan kaum Hawa sebagai pasangan sahnya sebagaimana keyakinan server saya ya. Mereka memang dituntut menjadi provider sesuai batas kemampuannya. Sementara kaum Hawa memang tidak dituntut menjadi provider, tetapi respect dan loyalitas terhadap pasangan sah.
Keduanya wajib menjaga komitmen, loyalitas, trust, dan respect satu sama lain. Kaum Adam tidak boleh merendahkan kaum Hawa, pun sebaliknya.
Backsound yang Sukses Kawin dengan Manga
Dari praktis saya menikmati ketukan Bare Minimum, saya kira efektifitasnya dalam mengenalkan manga Veil sangat berjaya. Bukan hanya seputar budaya manga Jepang yang artistik, tetapi gaya fashion yang diusung cukup menarik. Kendati berasal dari mangaka Jepang, Veil mampu menyajikan paras dan fashion bernuansa luar negeri lho!
Seragam kerja Aleksander didesain mirip seperti seragam militer Rusia atau Jerman. Entah ya, tapi esensinya bak Matthias dalam manhwa Cry Or Better Beg. Sedangkan fashion Emma lekat dengan nuansa glamour, baddie, dan seperti model yang mengenakan brand high class.
Kendati art-nya artistik, menjadi Emma maupun Aleksander sendirian memang tidak mudah. Namun cinta kasih keduanya menjadikannya indah. Dalam hal ini, perpaduan Bare Minimum dan manga Veil patutlah mendapat nilai 9/10.
Identitas Manga
- Judul: Veil
- Author: Kotteri (Ikumi Fukuda)
- Mangaka: Kotteri (Ikumi Fukuda)
- Genre: romance, friendship, fashion
- Rilis: 15 November 2019
- Penerbit: Jitsugyi no Nihon Sha, Ltd
- Jumlah Volume: 7 Volume
- Negara Asal: Jepang
- Bahasa: Jepang
- Status: on-going
Baca Juga
-
Review Drama Thailand Hua Jai Sila: Plot Balas Dendam dan Dark Romance yang Brutal
-
Rahasia Bumbu Aromatik Masakan Nusantara dan Segudang Manfaat Kemangi
-
Ulasan The Early Spring: Akting Kece dan Puppy Eyes Gemas ala Jing Bo Ran
-
Sayur Nangka: Hasil Kebun dan Gaya Hidup Mengikat Perut in This Economy!
-
Antara Sejarah, Kuliner Warisan, dan Gaya Hidup Pedas Manis ala Sambal Bajak
Artikel Terkait
-
Rilis Trailer Perdana, Anime Just Like Mona Lisa Tayang 2027
-
Manga The Summer Hikaru Died Tamat, Begini Akhir Kisah Yoshiki dan Hikaru
-
Mirip Indonesia, Bendera One Piece Jadi Simbol Perlawanan Anak Muda Prancis Lawan Rezim
-
Manga Gachiakuta Siap Kembali Terbit 11 November Usai Hiatus Tiga Bulan
-
Manga Komedi Happy Kanako's Killer Life Diadaptasi Anime, Tayang April 2027
Ulasan
-
Perjamuan Arwah: Ketika Keinginan Manusia Menuntut Harga yang Mengerikan
-
Review Drama Thailand Hua Jai Sila: Plot Balas Dendam dan Dark Romance yang Brutal
-
Waiting for Iced Tea: Kisah Hangat tentang Kesabaran dan Keluarga
-
Review The Rope Curse 4: Hadirkan Kisah Kutukan Tali Gantung dan Kuntilanak
-
Pelajaran Penting Mengenai Dampak Memanjakan Anak lewat Novel Childish Boy
Terkini
-
Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu
-
Kiamat Ekologis: Ketika Desa Adat, Hutan, dan Satwa Liar Perlahan Hilang
-
Militerisasi Sektor Sipil: Saatnya TNI Jadi Pemicu, Bukan Operator Permanen
-
4 Brightening Micellar Water, Anti-Ribet Angkat Kotoran dan Bikin Cerah
-
Kasta Sosial Lewat Caption: Fenomena Gen Z yang Takut Terlihat Terlalu Indonesia