Sekar Anindyah Lamase | Ryan Farizzal
Tangkapan layar adegan di film Detective Conan: Episode "ZERO": The Shinichi Kudo Aquarium Case (YouTube/CBI Pictures)
Ryan Farizzal

Detective Conan: Episode “ZERO”: The Shinichi Kudo Aquarium Case merupakan episode spesial berdurasi sekitar satu jam yang diproduksi untuk memperingati 30 tahun penayangan anime Detective Conan.

Episode ini merupakan remake dari kasus akuarium yang sebelumnya ditayangkan sebagai episode 772–773 pada tahun 2015, dengan penyesuaian struktur narasi dan penambahan elemen yang menghubungkan langsung ke titik awal cerita utama.

Di Jepang, episode ini tayang perdana pada 3 Januari 2026 sebagai episode 1187. Di Indonesia, episode spesial ini diputar di jaringan bioskop mulai 28 Oktober 2026, termasuk di CGV, Cinepolis, FLIX, dan beberapa jaringan lainnya.

Menelusuri Jejak Misteri Pembunuhan di Dalam Akuarium Raksasa

Tangkapan layar adegan di film Detective Conan: Episode "ZERO": The Shinichi Kudo Aquarium Case (YouTube/CBI Pictures)

Kisah berlatar sebelum Shinichi Kudo menelan APTX 4869 dan berubah menjadi Conan Edogawa. Shinichi menemani Ran Mouri ke Akuarium Beika dengan tujuan melakukan survei lokasi untuk rencana Operasi Reuni Kejutan Akuarium yang bertujuan mempertemukan kembali orang tua Ran yang sedang berpisah, Kogoro Mouri dan Eri Kisaki.

Suasana kunjungan yang semula ringan berubah ketika Shinichi mendeteksi kejanggalan di kerumunan pengunjung. Ia mengarahkan Ran untuk memanggil petugas, lalu mendekati lokasi dan menemukan mayat seorang pria yang ditikam di dada. Korban adalah Kunihiro Shumoto, berusia 26 tahun. Tidak ada teriakan yang terdengar, dan Shinichi menyimpulkan bahwa ia mengenali kehadiran kasus dari bau darah.

‎‎Investigasi melibatkan Inspektur Megure. Shinichi memanfaatkan indra dan observasi detail: isi dompet korban, aroma parfum di bahu kanan, serta catatan panggilan telepon untuk mempersempit tersangka menjadi tiga orang—Kanoko Nakagiri (pacar korban saat itu), Naho Ojiro (mantan pacar), dan Kodai Jinbe (pacar baru Naho).

Proses penalaran berlangsung sistematis, memanfaatkan bukti fisik seperti jejak stun gun di leher korban dan ketidaksesuaian alibi. Pelaku akhirnya terungkap sebagai Naho Ojiro, dengan motif balas dendam atas tindakan korban yang menyebarkan foto intim serta melakukan pemerasan.

Review Detective Conan: Episode "ZERO": The Shinichi Kudo Ak Case

Tangkapan layar adegan di film Detective Conan: Episode "ZERO": The Shinichi Kudo Aquarium Case (YouTube/CBI Pictures)

Episode ini tidak hanya menyajikan kasus klasik Detective Conan, tetapi juga menempatkan peristiwa tersebut sebagai pengantar menuju hari yang menentukan. Setelah kasus terselesaikan, narasi beralih ke survei solo Shinichi di Tropical Land, tempat yang kemudian menjadi lokasi transformasinya menjadi Conan.

Adegan penutup menampilkan Shinichi mengamati interaksi Kaito Kuroba dan Aoko Nakamori di dekat air mancur, lalu mencatat niat untuk datang ke tempat yang sama bersama Ran.

Narasi Conan kemudian menutup dengan pernyataan bahwa ia tidak pernah bisa datang ke air mancur tersebut, menciptakan resonansi emosional bagi penonton yang mengenal keseluruhan seri.

‎Dari segi produksi, animasi menampilkan kualitas yang lebih halus dibandingkan versi 2015, khususnya pada penggambaran lingkungan akuarium yang kaya detail visual dan pencahayaan.

Karakterisasi Shinichi sebagai detektif SMA tetap konsisten: cerdas, sedikit sombong, namun peduli terhadap Ran. Interaksi keduanya masih berada pada tahap persahabatan masa kecil yang hangat, sebelum hubungan mereka menjadi lebih kompleks. Penggunaan musik pembuka dan penutup yang relevan dengan periode awal seri memperkuat nuansa nostalgia.

‎Adegan paling dramatis terletak pada pengungkapan motif pelaku dan konfrontasi yang menyertainya. Ketika Naho mengakui tindakannya yang dilatarbelakangi rasa malu dan tekanan akibat distribusi konten intim tanpa izin serta ancaman lanjutan, suasana menjadi berat.

Adegan tersebut memperlihatkan sisi gelap hubungan interpersonal yang berujung pada tindakan ekstrem, sekaligus menunjukkan kemampuan Shinichi dalam menyingkap kebenaran tanpa mengabaikan dimensi manusiawi dari kasus tersebut. Ketegangan emosional semakin terasa karena adegan ini berlangsung di tengah latar akuarium yang seharusnya menjadi tempat rekreasi.

‎Adegan paling seru terjadi selama proses deduksi di terowongan bawah air dan saat Shinichi mengumpulkan bukti untuk menjebak pelaku. Ketegangan dibangun melalui pengamatan detail yang cepat, penggunaan telepon genggam untuk memverifikasi alibi, serta penataan ulang lokasi kejadian yang memaksa tersangka menghadapi inkonsistensi cerita mereka. Momen ketika Shinichi menjelaskan bagaimana pelaku memanfaatkan keramaian dan alat kejut listrik agar korban tidak sempat berteriak memberikan kepuasan intelektual yang khas seri ini. Penonton dibawa mengikuti alur penalaran langkah demi langkah hingga klimaks pengungkapan.

‎Secara keseluruhan, episode “ZERO” berfungsi sebagai pengingat akan akar cerita Detective Conan. Episode ini menawarkan kasus yang solid, penekanan pada kemampuan observasional Shinichi, serta jembatan emosional menuju peristiwa di Tropical Land.

Buat kamu yang telah mengikuti seri selama bertahun-tahun, penayangan di bioskop memberikan kesempatan untuk menikmati kembali fondasi narasi dengan kualitas visual yang diperbarui.

Bagi penonton baru, episode ini dapat menjadi pintu masuk yang menampilkan Shinichi sebelum transformasinya, lengkap dengan dinamika awal bersama Ran. Dengan durasi yang padat dan fokus yang jelas, episode spesial ini berhasil memenuhi fungsinya sebagai pembuka perayaan 30 tahun sekaligus penghormatan terhadap materi sumber.

Penonton yang menghargai deduksi klasik dan nuansa prekuel akan menemukan nilai yang memadai dalam penayangan bioskop ini. Rating pribadi: 7.8/10.