Bayangkan kalau pencarian jodoh kita tidak lagi pakai hati, melainkan dihitung lewat teknologi sains. Ide cerita yang unik inilah yang ditawarkan di film drama romantis All of You. Ditulis langsung oleh sang aktor utama, Brett Goldstein, bersama sutradara William Bridges, film ini mengajak kita melihat bagaimana rumitnya sebuah hubungan saat teknologi mulai ikut campur dalam urusan perasaan manusia.
Lewat duet akting Brett Goldstein dan Imogen Poots, kita bakal diajak masuk ke dalam hubungan mereka yang super rumit. Film ini sama sekali bukan tipe film romantis biasa yang isinya cuma gombalan, melainkan sebuah cerita yang blak-blakan soal penyesalan, waktu yang salah, dan ego masing-masing.
Saat Takdir Cinta Ditentukan oleh Teknologi
Cerita dimulai dengan hubungan Simon (Brett Goldstein) dan Laura (Imogen Poots), sepasang sahabat karib sejak masa kuliah. Mereka memiliki kedekatan yang luar biasa, penuh dengan candaan sardonik yang hanya dimengerti oleh berdua.
Namun, dinamika persahabatan platonik ini mendadak terguncang ketika sebuah korporasi teknologi bernama Soul Connex menciptakan tes pemindaian mata yang mampu mendeteksi belahan jiwa sejati seseorang secara mutlak.
Laura memutuskan untuk mengambil tes tersebut demi mencari kepastian hidup, sebuah langkah yang sempat ditentang keras oleh Simon. Simon merasa teknologi tersebut justru merampas kebebasan manusia dalam memilih cinta.
Ketakutan Simon terbukti ketika hasil tes Laura keluar dan langsung mencocokkannya dengan seorang pria bernama Lukas. Pertemuan Laura dengan belahan jiwa resminya itu secara perlahan mendorong jarak yang lebar di antara dirinya dan Simon.
Waktu pun terus bergulir hingga mencakup linimasa sepanjang hampir satu dekade. Laura akhirnya menikah dengan Lukas dan membangun keluarga, sementara Simon tetap menjalani hidupnya dengan bayang-bayang perasaan yang tak pernah tersampaikan.
Meskipun terpisah oleh status pernikahan dan kehidupan baru, ikatan batin antara Simon dan Laura ternyata tidak pernah benar-benar putus. Mereka berulang kali dipertemukan kembali dalam berbagai situasi emosional.
Di tengah-tengah pergolakan hidup, pernikahan Laura, dan tragedi pribadi masing-masing, keduanya sadar bahwa mereka telah melewatkan kesempatan emas untuk bersama sejak dulu. Ketika perasaan terpendam itu meledak menjadi sebuah perselingkuhan yang rumit, Simon dan Laura harus menghadapi konsekuensi berat dari pilihan-pilihan egois mereka. Mereka terjebak dalam dilema antara mematuhi takdir sains atau memperjuangkan rasa cinta yang tumbuh secara organik.
Review Film All of You
Ekspektasiku di awal nonton film ini agak meleset karena kukira bakal disuguhkan sci-fi penuh teknologi canggih. Ternyata, elemen tes soulmate itu cuma jadi latar belakang pemicu konflik saja. Fokus utamanya murni ke drama hubungan dua manusia yang super rumit. Aku suka dengan chemistry antara Brett Goldstein dan Imogen Poots, interaksi mereka terasa alami kayak sahabat beneran yang sudah kenal belasan tahun. Obrolan santai mereka di awal film bikin penonton senyum-senyum.
Masuk ke pertengahan film, dinamika ceritanya mulai bikin ikutan frustrasi dan gemas. Karakter Laura dan Simon ini digambarkan sebagai dua orang dewasa yang egois dan enggak berani ambil keputusan tegas. Mereka terjebak dalam toxic hubungan berkedok persahabatan, bahkan sampai ke tahap perselingkuhan yang mengorbankan perasaan orang-orang di sekitar mereka. Ada momen di mana aku malah kasihan sama karakter Lukas (suami Laura) yang eksistensinya seperti dianggap angin lalu demi romansa dua tokoh utamanya.
Gaya akting Brett Goldstein di sini juga patut diacungi jempol karena dia lepas dari persona galak ala Ted Lasso. Di film ini dia kelihatan lebih rapuh, lembut, dan penuh keraguan. Sayangnya, alur filmnya terasa melompat-lompat dengan perpindahan tahun yang agak terlalu cepat, jadi kadang aku agak kesusahan buat ikutan sedih di beberapa bagian karena emosinya kurang dibangun pelan-pelan. Beberapa adegan juga terasa repetitif, bolak-balik ketemu, flirty, lalu berantem lagi karena masalah yang sama.
Satu hal yang paling bikin aku agak kecewa adalah bagian konklusinya. Akhir cerita film ini terasa menggantung dan mendadak selesai begitu saja, seolah-olah sineasnya kehabisan ide atau durasi buat menyelesaikan masalah Simon dan Laura secara tuntas. Lagu latar yang emosional di bagian akhir film bukannya bikin aku terharu, malah bikin makin geregetan karena resolusi konfliknya yang kurang memuaskan. Rasanya penonton dipaksa menerima begitu saja keputusan-keputusan ajaib yang mereka ambil.
Kesimpulannya, All of You adalah tipe film romantis yang punya potensi besar dan konsep yang fresh meski eksekusi akhirnya kurang matang. Secara akting dan sinematografi luar biasa indah. Kalau kamu suka drama romantis yang bikin mikir dan tipe-tipe cerita cinta tragis yang bikin emosi naik turun, film ini cocok buat masuk daftar tontonanmu di Apple TV.
Baca Juga
-
Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel
-
Sinopsis Jumanji 3: Penutup Trilogi Era Dwayne Johnson, Tayang 25 Desember
-
Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield
-
Fenomena Tren Hopping: Ambisi Kekinian yang Merusak Identitas Diri
Artikel Terkait
-
Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah
-
Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?
-
Ngeri Banget! Serial Carrie Buktikan Cyberbullying Jauh Lebih Kejam dari Kutukan
-
Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru
-
Film Jumbo Akhirnya Tembus Pasar Italia, Kini Diputar di 121 Bioskop
Ulasan
-
Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik
-
Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel
-
Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca
-
Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah
-
Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya
Terkini
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
-
Sukses Besar, Serial Carrie Resmi Lanjut Musim 2 Gandeng Mike Flanagan
-
Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan
-
Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan