Berawal dari belum move on dengan genre youth pada Embracing the Stars Together, aku kembali scrolling hingga menemukan nuansa serupa bertajuk The Rainbow in Our Memory.
Menurut MyDramalist, The Rainbow in Our Memory merupakan drama yang diadaptasi dari web novel berjudul Lian Lian Bu Wang karya Bing Lan Sha yang mengusung konsep persahabatan khas genre youth yang hangat. Drama ini sendiri resmi rilis pada 16 - 31 Agustus 2022 lewat saluran Mango TV hingga Tencent Video. Dalam 20 episode saja, penonton bakal dibawa menjelajahi dunia remaja yang hangat, semangat, penuh cita-cita, dan rivalitas tengil yang bikin ketawa.
Persahabatan yang Kuat Tanpa Tedeng Aling-aling
Kisahnya mengikuti persahabatan Chen Mu Guang (Ao Zi Yi) dan Shi Fan Tuan (Yang Zhi Wen) yang selalu bersama-sama dari kecil. Bermain bersama, saling support hobi dan cita-cita, berdiskusi bareng, sampai mencuri chiki di toko ayah Mu Guang sendiri.
Namun, intensitas kedekatan mereka sedikit terkendala sejak masuk SMP. Dimana Mu Guang yang mulai sadar mengenai perasaannya terhadap sang sahabat, Fan Tuan yang naksir pada sang juara kelas Bai Ha Chuan (Ge Qiu Gu), problem masing-masing keluarga yang memengaruhi kehidupan sekolah, sampai kondisi kesehatan Fan Tuan.
Ketika kehidupan SMP mereka berakhir dan harus mengambil jalan masa depan masing-masing, akankah mereka kembali bersinggungan seperti semula?
Warm Tone Segar yang Syahdu di Hati
Youth dan colourful, bikin adem sekaligus terpukau. Itu yang kurasakan dari sinematografinya yang kalem dengan nuansa lighting yang natural, mengikuti setting lokasi pedesaan yang autentik. Beberapa spot-spot cantik turut dihadirkan, dengan intensitas yang merayu penonton untuk takjub.
Namun, yang menggodaku untuk tersenyum ada pada plot yang berwarna tanpa harus mencampur baurkan aroma romansa. Drama ini telah menawan, karena interaksi siswa-siswi SMP yang sangat bisa diterima. Bukan soal flexing kekayaan, tapi murni kehidupan yang diisi belajar, bermain, jahil, dan sedikit cinta monyet. Betul-betul nuansa youth segar yang bikin baper tapi nggak mual.
Hal lain yang nggak bisa diabaikan adalah akting karakter utamanya. Yang Zhi Wen berhasil mengeksekusi Fan Tuan yang polos, cerdas, tapi tiba-tiba salting saat melihat Hai Chuan. Ekspresi malu-malu, atau saat galak betul-betul menggemaskan dengan nggak berlebihan.
Tapi yang memukau adalah Ao Zi Yi yang ciamik dalam menampilkan ekspresi dan tatapan mata yang dalam. Sorot matanya seakan mengandung pengertian, cinta tulus, kepedulian, dan jealousy tipis yang bikin penonton kesengsem. Bukan tatapan obsesif, tapi support penuh dan tangguh.
Dukungan Sekolah Pada Siswa yang Kuharapkan dalam Realita
Selain sinematografi, lighting, dan akting karakter utama memukau, aku salut pada cara drama ini menyampaikan pesan positif. Dengan gamblang, drama ini menyajikan kegiatan belajar mengajar, self study, sampai punishment pada siswa-siswa yang nakal. Dibarengi dengan support sekolah pada bakat dan minat murid, tanpa mendiskriminasi mereka selama kegiatan yang dilakukan positif.
Terlebih, ada beberapa scene kejahilan murid SMP yang relate denganku, sehingga membuat nostalgia jaman dulu. Terutama guyonan khas, momentum salting ala cinta monyet, sampai kejahilan-kejahilan yang tetap eksis. Nah, yang cukup mengocok perut disini ada pada lakon Guo Bu Li (Wu Tian Hao) dan Zhu Gang Lie (Xie Ze Cheng) sebagai duo kocak yang absurd.
Meski menonjolkan dunia youth dengan school setting dan best friend relationship hangat, drama ini juga menyertakan contoh problem keluarga yang relate. Seperti problem ekonomi, gaya parenting, interaksi orang tua, hingga menyentil ego remaja yang sedang berapi-api.
Kalau boleh jujur, drama ini mencoba menampilkan struktur masyarakat yang relate dimanapun. Nggak melulu hal-hal bagus, tapi ada sisi nyesek yang menyertai.
Pure Friendship, No Kiss
Mengingat masifnya drama-drama China yang selalu ada scene kissing, aku awalnya meragukan drama ini. Jangan-jangan, juga ada seperti Hidden Love atau Our Generation. Namun, ternyata drama ini jauh lebih hangat dan haru.
Isinya full friendship tanpa kissing, jadi terasa lebih tulus. Diawali dengan nuansa kocak nan semangat, drama ini ditutup dengan vibes keikhlasan, perjuangan, dan kenangan manis bak pelangi yang berwarna warni. Menjadikannya bisa ditonton untuk semua usia, dan membuatku menaruh nilai 9/10.
Identitas Drama
Judul: The Rainbow in Our Memory
Adaptasi: web novel Lian Lian Bu Wang karya Bing Lan Sha
Sutradara: Li Jie
Genre: youth, drama
Rilis: 16 Agustus 2022 - 31 Agustus 2022
Platform: Mango TV, Tencent Video
Negara Asal: China
Bahasa: Mandarin
Jumlah Episode: 20
Baca Juga
-
Review Fatal Proximity to Him: Poster Bikin Kepincut, Eksekusi Agak Kecut
-
Don't Disturb Me Farming: Love-Hate yang Dibalut Pertanian dan Peternakan
-
Ulasan Drama Love For You: Saat Hidup Nyeseknya Zhang Jing Yi Nembus Layar
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Mengupas Luka Batin Masa Kecil Lewat Buku 'Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero'
-
Ketika Menjadi Berbeda Justru Membuatmu Istimewa
-
Uang Asuransi 2 Miliar Melayang Gara-Gara Mati Suri? Intip Serunya Film Gak Ada Matinya!
-
Gadis Minimarket: Satir Jenius Pegawai Toko Melawan Stigma Sosial
-
Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube
Terkini
-
Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!
-
Godzilla Minus Zero Pecahkan Rekor Opening Day Film Live-Action di Jepang
-
UMKM Menjamur, Pekerjaan Layak Menghilang: Ironi Sistem Kerja di Indonesia
-
Bebas Bibir Pecah: 4 Lip Care Sunflower Seed Oil Penjaga Kelembapan
-
Niat Hati Healing, Malah Jatuh Miskin: Kenali Jebakan Doom Shopping di Kala Stres!