Entertainment
Sinopsis Jangan Buang Ibu, Film Drama Keluarga yang Menampar Nurani
Film Jangan Buang Ibu menjadi salah satu drama Indonesia yang paling menyita perhatian jelang perilisannya. Diproduksi oleh Leo Pictures, film ini menghadirkan kisah keluarga yang dekat dengan realitas sosial, terutama soal relasi orang tua dan anak di usia senja. Mengangkat tema pengorbanan ibu dan luka batin akibat pengabaian, Jangan Buang Ibu digadang-gadang akan menguras emosi penonton.
Film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul Jangan Buang Ibu Nak karya Wahyu Dera Priangga, yang sebelumnya telah lebih dulu menyentuh banyak pembaca lewat ceritanya yang sederhana, namun menyakitkan. Versi layar lebar film ini disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, yang dikenal piawai mengolah drama emosional dengan pendekatan yang membumi.
Sinopsis Jangan Buang Ibu
Film Jangan Buang Ibu berfokus pada sosok Ristiana, seorang ibu tunggal yang harus membesarkan tiga anaknya seorang diri setelah kepergian sang suami. Dalam keterbatasan ekonomi dan kondisi hidup yang tidak mudah, Ristiana menjalani perannya sebagai ibu dengan penuh pengorbanan. Ia bekerja keras, menahan lelah, dan menomorsatukan masa depan anak-anaknya di atas kebahagiaannya sendiri.
Namun, seiring waktu berlalu dan anak-anaknya tumbuh dewasa, kehidupan Ristiana justru berbalik arah. Di masa tuanya, ketika fisik mulai melemah dan ia membutuhkan perhatian, Ristiana malah diantar ke sebuah panti jompo oleh anak-anak kandungnya sendiri. Keputusan tersebut menjadi titik balik emosional dalam film ini.
Di tempat tersebut, Ristiana harus menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya dianggap sebagai beban. Hari-harinya di panti diisi dengan rasa sepi, penyesalan, dan pertanyaan yang terus menghantui, di mana letak kesalahannya sebagai seorang ibu?
Alih-alih menampilkan konflik besar yang berisik, Jangan Buang Ibu memilih pendekatan emosional yang lebih sunyi dan menyayat. Film ini menyoroti luka batin seorang ibu yang tidak pernah benar-benar meminta balasan atas pengorbanannya, namun tetap berharap dicintai oleh anak-anaknya.
Ristiana digambarkan sebagai sosok yang pasrah, tetapi bukan tanpa perasaan. Dalam kesendiriannya, ia mengingat kembali masa lalu, saat ia rela kehilangan banyak hal demi memastikan anak-anaknya tumbuh dengan layak. Ironisnya, justru di masa rapuh itulah ia ditinggalkan.
Film ini juga memperlihatkan dinamika anak-anak Ristiana yang masing-masing memiliki alasan, ego, dan pembenaran sendiri atas keputusan mereka. Tanpa menghakimi secara gamblang, cerita mencoba mengajak penonton memahami kompleksitas hubungan keluarga, di mana cinta sering kali berbenturan dengan kesibukan, ambisi, dan ketidakdewasaan emosional.
Daftar Pemain Jangan Buang Ibu
Daya tarik lain dari film Jangan Buang Ibu terletak pada jajaran pemainnya yang diisi aktor dan aktris ternama. Nirina Zubir dipercaya memerankan Ristiana, sebuah peran yang menuntut kedalaman emosi dan ekspresi batin yang kuat. Karakter ini disebut-sebut sebagai salah satu peran paling menantang dalam karier Nirina.
Sementara itu, anak-anak Ristiana diperankan oleh aktor muda berbakat seperti Refal Hady, Amanda Manopo, dan Saputra Kori, yang masing-masing membawa dinamika konflik tersendiri. Kehadiran nama-nama lain seperti Dwi Sasono, Fadly Faisal, Erika Carlina, dan Basmalah Gralind semakin memperkuat atmosfer drama keluarga dalam film ini.
Jadwal Tayang Jangan Buang Ibu
Proses syuting Jangan Buang Ibu telah dimulai pada akhir tahun 2025. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2026, meski tanggal resminya masih belum diumumkan. Meski begitu, antusiasme penonton sudah terlihat dari respons hangat terhadap pengumuman pemain dan tema ceritanya.
Dengan cerita yang relevan, emosional, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, Jangan Buang Ibu berpotensi menjadi salah satu film drama keluarga yang paling membekas. Film ini tidak hanya mengajak penonton menangis, tetapi juga bercermin, tentang bagaimana kita memperlakukan orang tua, terutama ibu, yang sering kali memberi tanpa pernah meminta kembali.