Rilis 15 Januari, Film Penunggu Rumah: Buto Ijo, Adaptasi Timun Mas Lebih Gila dan Seram

Hayuning Ratri Hapsari | Angelia Cipta RN
Rilis 15 Januari, Film Penunggu Rumah: Buto Ijo, Adaptasi Timun Mas Lebih Gila dan Seram
Poster Film 'Buto Ijo' (YouTube/Cinema 21)

Legenda Buto Ijo selama ini dikenal sebagai dongeng pengantar tidur yang menakutkan, kisah tentang raksasa yang haus tumbal, perjanjian gelap, dan ancaman yang mengintai manusia.

Sosok yang dikenal memiliki tubuh yang besar berwarna hijau dengan wajah seram dan bergigi aneh ini memiliki energi besar yang membuat banyak orang takut dengan kemunculannya.  Apalagi sosok ini juga akan muncul di saat orang-orang mulai takut padanya.

Dalam film horor Indonesia 2026 ‘Penunggu Rumah: Buto Ijo’, cerita rakyat tersebut tidak sekadar dihidupkan kembali, tetapi ditarik ke dunia modern dengan pendekatan horor yang lebih dekat, lebih personal, dan terasa nyata.

Kabarnya, film ini dibintangi oleh sederet aktor dan aktris ternama tanah air seperti Celine Evangelista, Meryem Hasanah, Gandhi Fernando, Valerie Thomas, Adnan Djani, Arie Dwi Andika, Femmy Magnalia dan Pratito Wibowo.

Sinopsis Film ‘Penunggu Rumah: Buto Ijo’

Film ini mengisahkan Srini (dibintangi oleh Celine Evangelista), seorang ibu tunggal yang menjalani hidup sederhana bersama anak semata wayangnya. Menjelang ulang tahun sang anak yang keenam, ketenangan rumah mereka mulai terusik oleh kejadian-kejadian ganjil.

Suara langkah di malam hari, bayangan besar yang muncul tanpa wujud jelas, hingga mimpi buruk yang terus menghantui sang anak menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang mengintai dari balik dinding rumah tua tersebut.

Perlahan, teror itu menampakkan wajah aslinya. Sosok Buto Ijo hadir bukan sebagai ancaman sesaat, melainkan sebagai makhluk yang seolah telah lama menunggu. Yang membuat situasi semakin mencekam, gangguan tersebut tampak berfokus pada sang anak, seakan ada ikatan tak kasatmata yang menghubungkan mereka.

Dalam keadaan terdesak dan diliputi ketakutan, Srini menghubungi Ali, mantan kekasihnya yang kini dikenal sebagai kreator konten uji nyali. Ali (yang diperankan oleh Gandhi Fernando) datang bersama adiknya, Lana, dengan niat awal membantu sekaligus mendokumentasikan kejadian aneh yang terjadi di rumah tersebut.

Namun apa yang mereka temukan jauh melampaui ekspektasi. Rumah yang terlihat biasa itu menyimpan sejarah kelam, berkaitan dengan ritual lama, janji yang dilanggar, dan dosa masa lalu yang belum terbayar.

Seiring waktu, teror Buto Ijo semakin agresif. Bukan hanya penampakan fisik yang mengerikan, tetapi juga tekanan psikologis yang mengikis keberanian para tokohnya.

Film ini tidak terburu-buru memunculkan kejutan, melainkan membangun ketegangan lewat atmosfer sunyi, simbol-simbol budaya, serta rasa takut yang tumbuh perlahan.

Disutradarai oleh Achmad Romie, tontonan seram bertajuk ‘Penunggu Rumah: Buto Ijo’ ini benar-benar memadukan horor mistis dengan drama keluarga. Diadaptasi langsung dari dongeng Timun Mas diolah ulang menjadi kisah yang lebih gelap, dewasa, dan relevan dengan realitas kehidupan masa kini.

Sosok Buto Ijo tidak hanya tampil sebagai monster, tetapi sebagai representasi dari konsekuensi perjanjian, keserakahan, dan rahasia yang diwariskan lintas generasi.

Film ini berupaya menghadirkan horor yang tidak hanya menakutkan secara visual, tetapi juga meninggalkan bekas emosional. Ketakutan dalam film ini tidak berhenti di layar, melainkan meresap lewat pertanyaan tentang masa lalu yang tidak pernah benar-benar selesai.

‘Penunggu Rumah: Buto Ijo’ ini dijadwalkan akan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026. Film ini menjadi salah satu upaya menarik untuk memperkenalkan kembali legenda Nusantara dalam balutan sinema horor modern sekaligus mengingatkan bahwa kisah lama, jika dibangkitkan kembali, bisa menjadi mimpi buruk yang terasa sangat dekat. Jadi, siapakah kamu menjadi saksi dari teror misteri sosok buto ijo dalam rumah?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak