Unik! Novel Tentang Reinkarnasi Jadi Tulang Rusuk Pahlawan Diadaptasi Anime

Bimo Aria Fundrika | Anggia Khofifah P
Unik! Novel Tentang Reinkarnasi Jadi Tulang Rusuk Pahlawan Diadaptasi Anime
Megami: "Isekai Tensei Nani ni Naritai desu ka" Ore: "Yusha no Rokkotsu de" (X/animeupdates)

Genre isekai kembali menghadirkan kejutan unik lewat adaptasi anime berjudul Megami: “Isekai Tensei Nani ni Naritai desu ka” Ore: “Yusha no Rokkotsu de” (Goddess: “What Do You Want to Turn Into When You’re Reincarnated in Another World?” Me: “Into a Hero’s Rib”).

Serial anime ini dijadwalkan tayang perdana pada April mendatang dan langsung menarik perhatian berkat premisnya yang tak biasa serta jajaran pengisi suara yang sangat besar.

Kisah ini berangkat dari web novel karya Antai yang pertama kali dipublikasikan di platform Shosetsuka ni Naro pada 2017. Ceritanya berpusat pada seorang protagonis yang hanya dikenal sebagai “Ore” atau “Aku”.

Setelah meninggal dunia, ia terbangun di dunia lain dan disambut oleh seorang dewi yang menawarkan kesempatan untuk bereinkarnasi menjadi apa pun yang diinginkannya.

Namun, pilihan populer seperti “pahlawan dengan kemampuan curang dan harem (sebutan untuk tokoh utama yang dikelilingi banyak karakter lawan jenis)” atau “Raja Iblis” ternyata memiliki daftar tunggu yang sangat panjang, bahkan mencapai 50.000 tahun.

Untuk menghindari penantian tersebut, sang protagonis memilih terus bereinkarnasi berulang kali ke dalam berbagai wujud yang tak biasa, mulai dari tulang rusuk pahlawan berkemampuan curang dalam akhir bahagia cerita harem, seekor kelomang, hingga bahkan menjadi sayuran.

Premis inilah yang membuat seri ini menonjol di tengah banjir cerita isekai dengan konsep serupa, sebagaimana dijelaskan oleh Crunchyroll dalam pengumuman adaptasi animenya.

Adaptasi anime ini diproduksi oleh studio Qzil.la dan S.o.K, dengan Yasufumi Soejima sebagai sutradara. Nama Soejima dikenal lewat keterlibatannya dalam proyek seperti Ensemble Stars!, sehingga ekspektasi terhadap kualitas penyutradaraan pun cukup tinggi.

Penulisan komposisi seri ditangani oleh Zipper Sojo, sementara desain karakter dikerjakan oleh Miki Matsumoto. Untuk desain karakter animasi orisinal, Kagiji Kumanomata—yang dikenal lewat Sleepy Princess in the Demon Castle—turut ambil bagian. Unsur visual seri ini juga diperkuat oleh ilustrasi dari Kopo dan Mebaru, ilustrator versi light novel aslinya.

Dari sisi musik, produksi ini melibatkan Yuta Uraki, Kayo Konishi, Yukio Kondo, Nomi (VSQ Sports), serta Shunya Watanabe sebagai komposer.

Dari sisi pengisi suara (seiyuu), anime ini menghadirkan jajaran pemeran yang tergolong masif. Atsushi Abe dipercaya mengisi suara tokoh utama “Ore”, sementara karakter Dewi diperankan oleh M.A.O. Karakter unik seperti Master Sockeye Salmon disuarakan oleh Daisuke Namikawa, Tanaka-san oleh Toshihiko Seki, dan God of Creation oleh Show Hayami.

Selain itu, sejumlah seiyuu ternama lain juga terlibat dalam peran yang belum diumumkan secara detail, antara lain Kana Asumi, Yuka Iguchi, Marina Inoue, Yuji Ueda, Yuma Uchida, Megumi Ogata, Nobuhiko Okamoto, Tomoko Kaneda, Ayako Kawasumi, Ayana Taketatsu, Shigeru Chiba, Miina Tominaga, Kazuya Nakai, Yoko Hikasa, Nobuyuki Hiyama, Yoshikazu Hirano, Minori Fujidera, Maxwell Powers, Rica Matsumoto, Shinichiro Miki, Ayumu Murase, dan lainnya.

Visual resmi pertama anime ini bahkan menampilkan rangka tulang rusuk yang tersusun dari nama-nama pengisi suara tersebut.

Untuk merayakan pengumuman anime ini, tiga ilustrasi spesial juga dirilis, masing-masing digambar oleh Mebaru, Kopo, dan Kagiji Kumanomata. Ilustrasi-ilustrasi tersebut memberikan gambaran gaya visual yang unik dan cenderung humoris.

Sebagai karya yang bermula dari web novel, Megami: “Isekai Tensei Nani ni Naritai desu ka” Ore: “Yusha no Rokkotsu de” telah berkembang cukup signifikan. Penerbit Takarajimasha mulai menerbitkan versi cetak light novel ini sejak 2021 dengan ilustrasi karya Mebaru, dan hingga kini telah mencapai lebih dari sepuluh volume.

Adaptasi anime yang akan tayang pada April ini dipandang sebagai puncak popularitasnya, sekaligus menjadi bukti bahwa konsep isekai yang kreatif dan tidak konvensional masih memiliki tempat tersendiri di hati para penggemar.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak