Entertainment
Billie Eilish Menang Song of the Year Grammy 2026 Lewat Lagu Wildflower
Billie Eilish kembali mencatatkan namanya dalam sejarah Grammy Awards. Penyanyi asal Amerika Serikat tersebut memenangkan penghargaan Song of the Year pada ajang Grammy Awards 2026 berkat lagu Wildflower, sebuah balada akustik bernuansa folk-pop yang ia tulis bersama sang kakak sekaligus kolaborator setianya, Finneas O'Connell.
Kemenangan ini menjadi yang ketiga bagi duo kakak-beradik tersebut di kategori Song of the Year, setelah sebelumnya meraih penghargaan serupa lewat Bad Guy pada 2020 dan What Was I Made For? dari soundtrack Barbie pada 2024.
Wildflower merupakan bagian dari album ketiga Billie Eilish bertajuk Hit Me Hard and Soft yang dirilis pada 2024. Meski dikenal sebagai salah satu lagu paling lembut dan muram di album tersebut, Wildflower justru mendapat pujian luas dari kritikus musik.
Secara naratif, Wildflower mengisahkan dilema emosional seseorang yang awalnya menghibur seorang teman yang patah hati, lalu tanpa disadari justru menjalin hubungan dengan mantan kekasih temannya tersebut.
Lagu ini menggambarkan rasa bersalah, kebingungan, dan pertanyaan moral yang terus menghantui, sebagaimana tergambar jelas dalam penggalan lirik "Did I cross the line?".
Billboard bahkan menempatkan Wildflower sebagai lagu favorit mereka dari album Hit Me Hard and Soft, dengan pujian terhadap kedewasaan penulisan lagu Billie yang mampu menyederhanakan kisah kompleks menjadi emosi yang sangat personal.
Meski Billie Eilish tidak pernah secara eksplisit mengonfirmasi sosok di balik lagu ini, sejumlah media, termasuk American Songwriter, melaporkan bahwa beberapa liriknya merujuk pada hubungan Billie dengan Jesse Rutherford, mantan kekasih Devon Lee Carlson yang merupakan teman dekatnya. Judul Wildflower sendiri diyakini terinspirasi dari Wildflower Cases, merek yang didirikan Carlson. Alex Hopper dari American Songwriter menilai lagu ini sebagai bentuk "pseudo apology" yang menampilkan Billie sebagai penulis lagu yang jujur dan berani menunjukkan sisi rapuh dirinya.
Dalam pidato penerimaannya di panggung Grammy Awards 2026 yang digelar di Crypto.com Arena, Los Angeles, Billie Eilish memanfaatkan momen tersebut untuk menyuarakan sikap politiknya. Ia menyatakan, "No one is illegal on stolen land," sembari mengenakan pin bertuliskan "ICE Out" bersama Finneas.
Pernyataan tersebut merujuk pada kritik terhadap kebijakan imigrasi di Amerika Serikat dan tindakan Immigration and Customs Enforcement (ICE). Billie menegaskan bahwa para musisi memiliki suara yang penting dan dapat digunakan untuk membela kemanusiaan.
Kemenangan ini terasa semakin istimewa mengingat pada Grammy Awards 2025, Billie pulang tanpa piala meski mengantongi tujuh nominasi. Dengan tambahan penghargaan Song of the Year 2026, total koleksi Grammy Billie Eilish kini mencapai 10 piala, memperkuat posisinya sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di generasinya.
Dalam kategori Song of the Year tahun ini, Wildflower mengungguli sejumlah nomine kuat lainnya, termasuk APT. kolaborasi Rose BLACKPINK dan Bruno Mars, luther dari Kendrick Lamar bersama SZA, Golden dari proyek animasi Netflix KPop Demon Hunters, hingga karya Lady Gaga, Sabrina Carpenter, Bad Bunny, dan Doechii.
Daftar tersebut menunjukkan betapa ketatnya persaingan di kategori ini, sekaligus menegaskan kualitas Wildflower di mata para pemilih Recording Academy.
Menariknya, Billie mengungkap bahwa proses penulisan lagu ini berlangsung sangat sederhana dan intim. Kepada Spotify, ia bercerita bahwa separuh awal lagu ditulis di halaman rumah Finneas, sambil berbaring di rumput, ditemani suara air mancur, burung-burung, dan anjing peliharaan mereka. Kesederhanaan proses tersebut justru melahirkan karya yang resonansinya terasa luas dan mendalam.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS