Entertainment
Aktris Nana Kembali Tolak Bersaksi, Sidang Perampokan Terancam Molor
Kasus perampokan yang melibatkan aktris sekaligus mantan anggota After School, Nana, kembali menjadi sorotan publik setelah perkembangan terbaru dalam proses persidangan. Dikutip dari Allkpop, Nana dan ibunya kembali menyatakan penolakan untuk hadir sebagai saksi dalam sidang yang digelar pada 24 Maret di Pengadilan Distrik Uijeongbu, Korea Selatan.
Dalam sidang kedua tersebut, terdakwa yang merupakan pria berusia 30-an hadir bersama tim kuasa hukumnya. Namun, Nana dan ibunya tidak tampak di ruang sidang dan hanya diwakili oleh perwakilan hukum. Sebelumnya, keduanya telah beberapa kali mengajukan pernyataan resmi yang menegaskan keengganan mereka untuk berhadapan langsung dengan pelaku di pengadilan.
Meski demikian, pihak pengadilan tetap melanjutkan proses hukum dengan menjadwalkan sidang berikutnya pada 21 April. Pengadilan juga kembali mengeluarkan surat panggilan saksi kepada Nana dan ibunya sebagai bagian dari upaya verifikasi fakta dalam kasus tersebut.
Kasus ini bermula dari insiden pada 15 November 2025, ketika seorang pria diduga membobol rumah Nana di kawasan Guri, Gyeonggi. Menurut laporan, pelaku masuk dengan membawa senjata dan mengancam Nana serta ibunya untuk menyerahkan barang berharga. Dalam situasi yang menegangkan tersebut, Nana dan ibunya melakukan perlawanan hingga berhasil melumpuhkan pelaku sebelum akhirnya menghubungi pihak kepolisian.
Akibat insiden tersebut, baik Nana maupun ibunya mengalami luka fisik. Sang ibu bahkan dilaporkan mengalami cedera serius di bagian leher akibat dicekik dan sempat kehilangan kesadaran sehingga harus mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, pelaku juga mengalami luka di bagian rahang selama perkelahian berlangsung.
Dalam persidangan sebelumnya, terdakwa mengakui telah memasuki rumah Nana, namun membantah niat melakukan perampokan. Ia mengklaim hanya berniat melakukan pencurian biasa dan tidak membawa senjata. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa dirinya menjadi korban kekerasan sepihak selama insiden berlangsung.
Bahkan, pelaku sempat mengajukan laporan balik dengan tuduhan percobaan pembunuhan terhadap Nana. Namun, klaim tersebut telah ditolak oleh pihak kepolisian karena tidak ditemukan bukti yang mendukung. Sebaliknya, Nana justru mengambil langkah hukum dengan melaporkan pelaku atas tuduhan memberikan laporan palsu.
Agensi Nana, Sublime, juga angkat bicara terkait situasi ini. Dalam pernyataannya, mereka mengecam keras tindakan pelaku yang dinilai tidak menunjukkan penyesalan, serta terus menyebarkan klaim yang dianggap tidak berdasar. Agensi tersebut menegaskan bahwa tindakan tersebut telah menimbulkan "secondary victimization" atau penderitaan tambahan bagi korban.
Di sisi lain, alasan ketidakhadiran Nana dalam sidang juga sempat dikaitkan dengan jadwal kegiatan yang telah ditentukan sebelumnya. Perwakilan dari pihak Nana menyampaikan bahwa sang aktris berencana untuk menyesuaikan jadwalnya dan kemungkinan akan hadir sebagai saksi pada persidangan berikutnya. Hal ini membuka peluang bahwa proses hukum dapat berjalan lebih lancar apabila kehadiran tersebut terealisasi.
Dalam sebuah wawancara singkat di sebuah acara YouTube, Nana sempat mengungkapkan pengalamannya saat kejadian berlangsung. Ia menyebut situasi tersebut sebagai momen hidup dan mati yang terjadi sangat cepat, sehingga dirinya hanya bisa bertindak berdasarkan insting untuk melindungi sang ibu. Ia juga membantah rumor terkait kemampuan bela diri, dengan menegaskan bahwa ia tidak memiliki pelatihan khusus.
Kasus ini menarik perhatian luas karena tidak hanya melibatkan figur publik, tetapi juga menyentuh isu penting seperti keamanan pribadi dan hak korban dalam proses hukum. Banyak pihak yang bersimpati terhadap keputusan Nana dan ibunya untuk tidak hadir, mengingat trauma yang mungkin masih mereka rasakan akibat insiden tersebut.
Namun demikian, dari sudut pandang hukum, kehadiran saksi tetap menjadi elemen penting dalam memastikan kejelasan fakta di persidangan. Oleh karena itu, keputusan Nana dan ibunya dalam sidang berikutnya akan menjadi faktor krusial yang menentukan kelanjutan kasus ini.