Entertainment
Anime We Are Aliens Tampil di Cannes, Film Kolaborasi Jepang-Perancis
Film anime panjang terbaru berjudul We Are Aliens (Wareware wa Uchuujin) mulai mencuri perhatian publik global setelah merilis teaser trailer dan visual terbarunya. Dikutip dari Crunchyroll, film kolaborasi Jepang dan Prancis ini dijadwalkan tayang di Jepang pada 2026 dan telah dipilih untuk tampil dalam program Directors' Fortnight di Cannes Film Festival 2026 yang berlangsung pada 12 hingga 23 Mei di Prancis.
Partisipasi dalam ajang Cannes menjadi pencapaian penting bagi film ini, mengingat Directors' Fortnight dikenal sebagai program non-kompetitif yang menyoroti karya-karya sinematik inovatif dari berbagai negara. Hal ini menandakan bahwa We Are Aliens telah mendapat pengakuan awal sebagai proyek dengan pendekatan artistik yang kuat.
Film ini menghadirkan dua aktor utama, yaitu Ryota Bando sebagai Tsubasa dan Amane Okayama sebagai Akitaro. Selain itu, versi karakter masa kecil mereka juga diisi oleh aktor muda hasil audisi, yaitu Yuto Maki dan Tasuku Nakagome.
Dari sisi produksi, film ini digarap oleh Kohei Kadowaki yang bertindak sebagai kreator utama. Ia tidak hanya menyutradarai, tetapi juga bertanggung jawab atas penulisan naskah, storyboard, hingga proses penyuntingan. Kadowaki sebelumnya dikenal melalui karya visual kreatifnya, termasuk video musik untuk YOASOBI berjudul Comet, Yokubari milik Ayase feat. Hatsune Miku, serta Sore o Sekai to Iun da ne milik KAF.
Kolaborasi internasional dalam proyek ini juga melibatkan MIYU Productions sebagai mitra produksi, sementara label film NOTHING NEW memegang peran dalam perencanaan dan produksi.
Cerita We Are Aliens berfokus pada dua anak laki-laki yang tumbuh di sebuah kota pedesaan pada era Heisei di Jepang. Tsubasa digambarkan sebagai sosok yang gelisah karena merasa dirinya terlalu "biasa", sementara Akitaro justru dipandang sebagai individu yang "istimewa". Pertemuan keduanya memunculkan hubungan pertemanan yang erat, namun seiring waktu, perasaan cemburu dan kesalahpahaman mulai merusak kedekatan tersebut.
Seiring berjalannya waktu, kedua karakter mengambil jalan hidup yang berbeda. Namun, kenangan masa lalu yang belum terselesaikan kembali menghantui mereka, memaksa keduanya untuk menghadapi peristiwa yang pernah mengubah hubungan mereka secara drastis.
Teaser yang dirilis memperlihatkan nuansa cerita yang perlahan berubah menjadi lebih gelap dan emosional. Pada awalnya, hubungan Tsubasa dan Akitaro terlihat hangat dan penuh kebersamaan, tetapi kemudian berkembang menjadi penuh ketegangan.
Musik dalam film ini digarap oleh Yaffle, produser yang sebelumnya dikenal melalui kolaborasinya dengan berbagai artis ternama Jepang, termasuk Fujii Kaze dan Kenshi Yonezu. Sentuhan musik Yaffle diharapkan mampu memperkuat atmosfer emosional yang menjadi inti dari cerita film ini.
Menariknya, proyek We Are Aliens juga mendapat dukungan dari publik melalui kampanye crowdfunding di platform Motion Gallery. Kampanye tersebut berhasil melampaui target awal sebesar 8 juta yen dan mengumpulkan lebih dari 9,6 juta yen. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan kualitas produksi serta memperluas distribusi film ke pasar internasional. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan kepercayaan penggemar terhadap proyek ini sejak tahap awal pengembangannya.