Entertainment

GTO Kembali! Takashi Sorimachi Jadi Eikichi Onizuka Lagi Setelah 28 Tahun

GTO Kembali! Takashi Sorimachi Jadi Eikichi Onizuka Lagi Setelah 28 Tahun
Great Teacher Onizuka (X/GTO2026summer)

Drama legendaris Jepang Great Teacher Onizuka atau GTO dipastikan kembali hadir dalam format serial live-action terbaru pada 20 Juli 2026. Menurut pengumuman resmi Kansai TV, aktor Takashi Sorimachi akan kembali memerankan karakter ikonik Eikichi Onizuka setelah 28 tahun sejak serial pertamanya tayang pada 1998.

Kembalinya Sorimachi sebagai guru nyentrik tersebut langsung menarik perhatian penggemar lama maupun generasi baru penonton drama Jepang.

Serial baru ini akan tayang di Kansai TV, Fuji TV, dan jaringan afiliasinya di Jepang. Tidak hanya menghadirkan pemeran utama yang sama, proyek ini juga mempertemukan kembali tim kreatif dari versi original, termasuk penulis naskah Kazuhiko Yukawa, sutradara Satoru Nakajima, serta produser Kazuhisa Ando.

Cerita terbaru GTO akan membawa Onizuka ke era Reiwa, masa Jepang modern yang dipenuhi teknologi digital dan perubahan sistem pendidikan. Jika dahulu Onizuka menghadapi kenakalan remaja dengan cara-cara ekstrem khas era 1990-an, kini ia harus berhadapan dengan tantangan yang jauh berbeda.

Dalam serial baru ini, Onizuka yang kini berusia 52 tahun bekerja sebagai guru di Seishin Academy, sekolah elite yang dijalankan dengan sistem serba digital. Seluruh siswa dan guru menggunakan tablet untuk berkomunikasi, sementara penilaian guru dilakukan melalui sistem anonim bernama "Teacher Feedback System." Guru yang mendapat penilaian buruk bahkan bisa kehilangan posisi mereka sebagai wali kelas.

Situasi tersebut membuat metode mengajar Onizuka dianggap kuno dan bermasalah. Namun, di tengah sistem pendidikan yang terlalu bergantung pada ranking, media sosial, serta efisiensi digital, karakter Onizuka justru kembali dibutuhkan. Ia tetap menjadi sosok guru yang percaya bahwa hubungan manusia lebih penting daripada sekadar angka atau penilaian online.

Takashi Sorimachi mengatakan bahwa proyek ini terasa seperti tantangan baru baginya. Menurutnya, versi Onizuka yang lebih tua tidak pernah digambarkan dalam manga original karya Tooru Fujisawa. Karena itu, ia ingin menunjukkan bagaimana seorang mantan berandalan dari generasi lama menghadapi masalah siswa di zaman modern.

"Aku ingin membuat karya yang bisa memenuhi harapan penonton yang menyaksikan GTO pada 1998," ujar Sorimachi seperti dikutip Crunchyroll. Ia juga berharap serial ini dapat menyampaikan pesan yang relevan untuk masyarakat saat ini.

Sementara itu, pencipta manga GTO, Tooru Fujisawa, mengaku sangat penasaran melihat bagaimana karakter Onizuka menghadapi persoalan generasi Reiwa. Menurut Fujisawa, benturan antara cara berpikir Onizuka yang berasal dari era Showa dengan realitas siswa modern akan menjadi daya tarik utama serial tersebut.

Manga Great Teacher Onizuka sendiri pertama kali terbit di majalah Weekly Shonen Magazine milik Kodansha pada 1996 hingga 2002 dengan total 25 volume. Ceritanya mengikuti perjalanan Eikichi Onizuka, mantan anggota geng motor yang memutuskan menjadi guru demi menjalani hidup baru. Namun, alih-alih menjadi guru biasa, Onizuka dikenal karena metode mengajarnya yang tidak konvensional dan sering kali nekat.

Versi drama live-action tahun 1998 berhasil menjadi fenomena besar di Jepang. Berdasarkan laporan media Jepang, serial tersebut mencatat rating rata-rata 28,5 persen di wilayah Kanto, sementara episode terakhirnya mencapai angka 35,7 persen. Popularitasnya membuat GTO dianggap sebagai salah satu drama sekolah paling berpengaruh di era Heisei.

Selain drama live-action, waralaba GTO juga melahirkan berbagai adaptasi lain, termasuk anime televisi tahun 1999, film layar lebar, hingga remake versi baru yang dibintangi Akira EXILE pada 2012. Pada April 2024, Sorimachi sempat kembali memerankan Onizuka dalam drama spesial GTO Revival, yang ternyata mendapat respons positif dari penonton.

Kini, serial terbaru GTO disebut akan mempertahankan semangat asli karya tersebut sambil menyesuaikannya dengan isu pendidikan modern. Mulai dari tekanan media sosial, komunikasi digital, hingga hilangnya hubungan emosional antara guru dan murid menjadi tema utama yang akan diangkat.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda