Entertainment
Didominasi Genre Self-Help, Intip 4 Buku Rekomendasi Sungjin DAY6!
Sungjin DAY6 dikenal sebagai salah satu idol yang gemar membaca. Ia cukup sering membagikan beberapa rekomendasi buku yang sudah ia baca. Ditilik dari buku-buku yang ia selesaikan, sepertinya Sungjin menyukai genre self-help.
Rata-rata buku rekomendasinya berbicara tentang kesehatan mental, validasi emosi, dan ketenangan jiwa. Meski demikian, ia juga tetap membaca buku fiksi seperti karya penulis terkenal Jepang, Keigo Higashino.
Berikut empat rekomendasi buku bacaan oleh Sungjin DAY6, siap menemani hari-harimu yang berat dengan kalimat hangat!
1. Keajaiban Toko Kelontong Namiya

Keajaiban Toko Kelontong Namiya (The Miracles of the Namiya General Store) adalah novel fiksi dan fantasi karya Keigo Higashino. Cerita berpusat pada tiga pemuda berandal yang bersembunyi di toko tua setelah mencuri.
Di sana, mereka mendapati lubang surat toko tersebut bisa menghubungkan waktu masa kini dan masa lalu, lalu membalas surat permintaan nasihat hidup dari orang-orang puluhan tahun silam.
Buku ini cocok buat kamu:
- Penyuka Cerita Hangat: Kisahnya penuh empati, kebaikan, dan hubungan antarmanusia.Penggemar
- Fantasi Ringan: Elemen perjalanan waktu sederhana dan mudah dipahami.
- Pembaca yang Butuh Motivasi: Banyak nasihat kehidupan yang menyentuh dan reflektif.
2. Aku Bukannya Menyerah hanya Sedang Lelah

Buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah adalah karya self-improvement nonfiksi dari penulis Korea Selatan, Geulbaewoo.
Buku ini berisi kumpulan esai pendek yang membahas cara menghargai diri sendiri saat berada di titik jenuh dan kehilangan minat pada segala hal.
Lewat pengalaman pribadinya, penulis ingin memvalidasi bahwa merasa lelah dengan tuntutan hidup, pekerjaan, atau hubungan adalah hal yang manusiawi.
Cocok dibaca bagi:
- Korban Burnout: Pekerja atau mahasiswa yang jenuh dengan rutinitas harian.
- Orang yang Lelah: Mereka yang merasa lelah fisik dan emosional tapi takut berhenti.
- Pengidap Overthinking: Orang yang sering mencemaskan masa depan secara berlebihan.
3. Jawaban untuk Kecemasanmu

Buku Jawaban untuk Kecemasanmu adalah karya pengembangan diri (self-improvement) nonfiksi yang juga ditulis oleh Geulbaewoo.
Buku ini membahas bagaimana cara menghadapi, mengurai, dan menemukan solusi atas berbagai kecemasan yang terus berdatangan di setiap fase usia manusia.
Penulis menekankan bahwa kecemasan tidak bisa diselesaikan hanya dengan menangis, melainkan butuh pikiran dan hati yang damai untuk mengatasinya.
Cocok dibaca oleh:
- Pencemas Masa Depan: Mereka yang takut gagal dalam karier, finansial, maupun hubungan asmara.
- Penyintas Krisis Seperempat Abad: Anak muda yang bingung menentukan arah hidup di usia 20-an.
- Pencari Ketenteraman Batin: Orang yang butuh panduan praktis untuk menenangkan pikiran yang bising.
4. Berani Tidak Disukai

Buku Berani Tidak Disukai (The Courage to Be Disliked) adalah buku pengembangan diri (self-improvement) fenomenal karya penulis asal Jepang, Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga.
Buku ini membahas konsep Psikologi Adlerian (teori psikologi Alfred Adler) yang dikemas dalam bentuk dialog filosofis antara seorang pemuda yang sinis dan seorang filsuf bijak.
Buku ini menjelaskan bahwa kebahagiaan sejati berada di tangan kita sendiri, bukan ditentukan oleh masa lalu atau penilaian orang lain.
Buku ini direkomendasikan untuk:
- Tahanan masa lalu: Mereka yang merasa masa depan mereka hancur akibat trauma atau kegagalan masa lalu.
- Korban tekanan sosial: Orang yang lelah membandingkan diri dan hidup demi memenuhi ekspektasi orang lain.
- Pencari kebebasan mental: Seseorang yang ingin hidup tenang tanpa terus-menerus mencemaskan penilaian orang lain.