Ulasan

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Makam Obelisk (Dok Pribadi/Chairun Nisa)

Pernahkah Sobat Yoursay melewatkan sebuah rahasia besar tepat di halaman belakang rumah Anda sendiri? Ironis memang. Lebih dari 20 tahun saya tinggal di Purworejo, melangkah melewati hari-hari sekolah di MAN Purworejo, tapi buta sama sekali bahwa tepat di belakang pagar sekolah saya dulu tersembunyi sebuah arsip sejarah kolonial yang megah sekaligus sunyi: Kompleks Makam Kerkhof.

Semua itu bermula dari sebuah ketidaksengajaan ketika guliran beranda Instagram saya memperlihatkan visual kompleks makam ini. Tiba-tiba saja, dorongan kuat untuk menelusuri jejak-jejak masa lalu menguasai diri. Siang ini, di bawah terik matahari yang menyengat tahun 2026, saya akhirnya memutuskan melangkah masuk ke area pemakaman seluas sekitar 1,7 hektar di Jalan Mayjend Sutoyo, Kelurahan Sindurjan ini.

Setibanya di lokasi, atmosfer masa lalu langsung terasa begitu pekat. Di gerbang masuk sebelum menjejakkan kaki ke area pemakaman, terukir jelas tulisan "MEMENTO MORI" yang menjadi pengingat abadi akan kematian. Kompleks yang diperkirakan sudah ada sejak sekitar tahun 1850 ini dinamai Kerkhope. Seperti yang dijelaskan oleh sejarawan lokal Oteng Suherman, kata tersebut berakar dari bahasa Belanda kerkhof, di mana kerk berarti gereja dan hof berarti taman—istilah yang dulunya merujuk pada pemakaman di halaman gereja sebelum akhirnya meluas untuk menyebut pekuburan kaum Eropa dan Afrika yang menetap di Purworejo pada masa lampau.

Tempat ini dulunya menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi para serdadu kolonial, termasuk tentara bayaran Afrika atau yang dikenal sebagai "Londo Ireng" (asal Afrika Barat seperti Ghana dan Burkina Faso yang direkrut Belanda abad ke-19 setelah Perang Diponegoro berakhir sekitar tahun 1831) beserta keluarga mereka. Seiring berjalannya waktu, seperti yang dituturkan oleh juru kunci area ini kini juga difungsikan secara umum untuk pemakaman warga Kristiani di Purworejo.

Menelusuri kompleks ini seperti membuka lembaran arsip lintas benua, yang sayangnya banyak yang telah terkoyak oleh tangan-tangan jahil. Pada tahun 1980-an, kompleks ini sempat menjadi sasaran penjarahan brutal; hiasan perunggu, keramik, marmer, hingga papan nama di banyak nisan raib dicuri, meninggalkan deretan pusara tanpa identitas yang berdiri bisu. Juru kunci juga mencatat bahwa dulunya terdapat berbagai variasi bentuk makam di sini, mulai dari sekitar 142 bentuk rebah, 79 bentuk tugu, hingga 4 bangunan mausoleum yang kini sebagian besar kondisinya telah memprihatinkan.

Berikut foto-foto makam paling unik di kompleks Kerkhof yang tulisannya masih dapat dibaca.

1. Makam Bentuk Rebah

Makam kotak (Dok Pribadi/ Chairun Nisa)
Makam kotak (Dok Pribadi/ Chairun Nisa)

Makam berbentuk kotak atau menyerupai peti batu yang letaknya rebah/mendatar di atas tanah ini berdiri berdampingan dengan pohon trembesi. Di kompleks Kerkhof, terdapat empat makam dengan bentuk serupa. Dalam catatan mengenai tipe makam di Kerkhof, bentuk rebah seperti ini merupakan salah satu jenis arsitektur makam kolonial yang cukup umum dijumpai. Jumlahnya jauh lebih banyak, tetapi beberapa di antaranya kini telah rusak atau bahkan hilang. Bentuknya menyerupai peti atau bangunan kecil tertutup yang dibangun di atas tanah untuk menempatkan jenazah di dalamnya.

2. Makam Govert Land

Makam Londo Ireng (Dok. Pribadi/ Chairun Nisa)
Makam Londo Ireng (Dok. Pribadi/ Chairun Nisa)

Satu lagi nisan yang sangat autentik dan penting adalah milik Govert Land, dengan tulisan: "Hier Rust Govert Land, Geboren: 13-11-1842 in Elmina - Afrika, Overleden: 16-07-1899 te Poerworedjo." Nisan ini menjadi bukti nyata sejarah hubungan langsung antara Purworejo dan Elmina (Ghana, Afrika Barat) pada abad ke-19, tempat asal para tentara bayaran Afrika direkrut oleh kolonial Belanda.

3. Makam Lenna De Ruiter

Makam  Lena de Ruiter (Dok. Pribadi/ Chairun Nisa)
Makam Lena de Ruiter (Dok. Pribadi/ Chairun Nisa)

Berikutnya ada makam Lena de Ruiter (lahir Klink), istri tercinta yang wafat dalam usia muda. Berdasarkan prasasti batunya, tertulis: "Hier Rust Mijn Geliefde Echtgenoote Lena de Ruiter, Geb: Klink, Geb: 5 Mei 1897, Overl: 15 Juni 1915 te Poerworedjo, R.I.P." Keluarga De Ruiter sendiri merupakan bagian dari keturunan komunitas Londo Ireng yang menetap di Purworejo (Kampung Afrikan).

4. Makam Lord Prancis

Makam Lord Prancis (Dok. Pribadi/ Chairun Nisa)
Makam Lord Prancis (Dok. Pribadi/ Chairun Nisa)

Makam tua berbentuk bangunan bertingkat yang kini tidak lagi memiliki tulisan atau penanda nama. Menurut keterangan juru kunci, makam ini merupakan makam seorang bangsawan asal Prancis yang menjadi tempat peristirahatan tujuh orang.

5. Makam Obelisk Klasik

Makam Obelisk (Dok Pribadi/ Chairun Nisa)
Makam Obelisk (Dok Pribadi/ Chairun Nisa)

Berjalan lebih jauh, kita akan menjumpai makam megah berbentuk tugu atau obelisk klasik berukuran raksasa dengan puncak melengkung. Pada masanya, arsitektur pilar menjulang ini adalah simbol status sosial kaum elite atau petinggi militer kolonial, yang sayangnya kini bagian badannya banyak yang kosong melompong akibat penjarahan.

6. Makam Anna Duren

Makam Anna Duren (Dok. pribadi/ Chairun Nisa)
Makam Anna Duren (Dok. pribadi/ Chairun Nisa)

Pusara mungil milik Anna Duren, yang memuat tulisan: "Hier Rust Onze Kleine Lieveling Anna Duren, Geb: 22 April 1899, Overl: 18 Febr: 1900 te Poerworedjo, R.I.P." Makam ini menjadi saksi bisu betapa rapuhnya kehidupan anak-anak bangsa Eropa di tanah koloni yang asing dan keras.

Pada akhirnya, Makam Kerkhof Purworejo kini banyak yang rusak dan tak terawat akibat minimnya kepedulian kita, hingga akhirnya hanya terselamatkan oleh kepedulian keluarga atau keturunan para bule yang datang jauh-jauh untuk merenovasi makam leluhur mereka. Semoga dari sisa-sisa kisah dan batu nisan yang sunyi ini, kesadaran kita untuk menghargai sejarah—sekaligus merawat warisan masa lalu—bisa ikut terbangun sebelum semuanya benar-benar musnah.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda