Post-Holiday Fatigue: Liburan Tak Selalu Menyembuhkan, Tetap Merasa Lelah

Hayuning Ratri Hapsari | e. kusuma .n
Post-Holiday Fatigue: Liburan Tak Selalu Menyembuhkan, Tetap Merasa Lelah
ilustrasi post-holiday fatigue (Pexels/cottonbro studio)

Merasa lelah setelah liburan panjang terdengar aneh, tapi kenyataannya ini dialami banyak orang. Liburan yang seharusnya membuat tubuh dan pikiran segar justru sering berakhir dengan rasa capek, malas, dan sulit fokus saat kembali ke rutinitas. ternyata fenomena ini bukan sekadar perasaan, lho.

Ada istilah post-holiday fatigue yang menjelaskan kondisi ini di mana seseorang mengalami kelelahan fisik dan mental yang muncul setelah  selesai menjalani liburan. Meski secara logika liburan seharusnya membuat tubuh lebih segar dan rileks, tapi tubuh dan pikiran seolah perlu waktu untuk beradaptasi kembali dari pola hidup santai ke ritme yang lebih terstruktur dan penuh tuntutan.

1. Perubahan Pola Tidur Selama Liburan

Salah satu penyebab utama rasa lelah setelah liburan adalah pola tidur yang berantakan. Saat liburan, banyak orang tidur lebih malam, bangun lebih siang, atau bahkan begadang terus-menerus. Ritme sirkadian, jam biologis yang mengatur kapan kita tidur dan bangun, pun terganggu.

Dalam kondisi ini, tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali ke ritme awal. Akibatnya, meski durasi tidur terasa cukup, kualitasnya menurun dan tubuh tetap merasa lelah karena “kaget” dan belum siap berfungsi optimal saat dipaksa kembali ke mode "sibuk".

2. Terlalu Banyak Aktivitas Saat Liburan

Liburan tidak selalu berarti istirahat total, valid? Sudah jadi rahasia umum kalau momen liburan diisi dengan jalan-jalan, berpindah tempat, naik kendaraan jauh, dan aktivitas fisik berlebihan yang justru bisa menguras energi selama seharian penuh bahkan dalam durasi panjang yang intens.

Alih-alih beristirahat, tubuh malah jadi bekerja lebih keras dari hari biasa. Setelah liburan selesai dan aktivitas normal dimulai kembali, kelelahan yang “tertunda” baru terasa. Tidak heran kalau kemudian banyak orang masih merasa lelah setelah pulang liburan.

3. Konsumsi Makanan dan Minuman Tidak Teratur

Selama liburan, pola makan sering berubah. Makan tidak teratur, konsumsi makanan tinggi gula, lemak, atau minuman manis berlebihan dapat menyebabkan energi tubuh naik turun drastis.

Lonjakan gula darah yang cepat diikuti penurunan tajam bisa membuat tubuh terasa lesu, mengantuk, dan tidak bertenaga. Inilah alasan kenapa setelah liburan, tubuh terasa “berat” meski tidak melakukan banyak aktivitas.

4. Post-Holiday Blues 

Secara psikologis, banyak orang mengalami post-holiday blues, yaitu perasaan sedih, cemas, atau tidak bersemangat setelah liburan berakhir. Tanpa disadari, momen healing yang disibukkan dengan jadwal dan aktivitas padat justru menjadi celah datangnya stres pasca liburan.

Saat liburan, otak terbiasa dengan suasana santai dan minim tekanan. Namun, saat harus kembali ke sekolah, pekerjaan, atau rutinitas harian, otak mengalami stres ringan. Sayangnya, stres ini bisa memicu kelelahan mental yang terasa seperti kelelahan fisik.

5. Kurangnya Waktu Adaptasi Kembali ke Rutinitas

Banyak orang langsung “tancap gas” setelah liburan tanpa memberi waktu adaptasi. Padahal tubuh dan pikiran butuh transisi bertahap. Tanpa masa penyesuaian, tubuh bisa mengalami kelelahan mendadak, sulit fokus, dan mudah mengantuk. Hal ini sering disalahartikan sebagai kurang istirahat, padahal masalah utamanya adalah perubahan ritme yang terlalu cepat.

6. Liburan Tidak Selalu Memberi Istirahat Mental

Tidak semua liburan benar-benar menyegarkan pikiran. Liburan yang penuh tekanan sosial, perjalanan melelahkan, atau ekspektasi tinggi justru bisa membuat mental tetap bekerja keras. Jika pikiran tidak benar-benar beristirahat, tubuh akan ikut merasakan dampaknya. Inilah sebabnya seseorang bisa merasa lelah meski secara fisik tidak banyak bergerak.

7. Tubuh Butuh Waktu untuk “Reset”

Liburan panjang sering mengubah banyak kebiasaan sekaligus, mulai dari tidur, makan, aktivitas, hingga cara berpikir. Saat liburan selesai, tubuh butuh waktu untuk "reset" ke mode normal. Proses penyesuaian ini bisa menimbulkan rasa lelah sementara dan biasanya akan berlangsung beberapa hari hingga satu minggu.

Bagaimana Atasi Post-Holiday Fatigue?

Merasa lelah setelah liburan panjang adalah hal yang wajar dan memiliki banyak penyebab, mulai dari perubahan pola tidur, aktivitas berlebihan, hingga faktor psikologis seperti stres setelah liburan. Oleh karena itu, penting untuk mengatasi post-holiday fatigue agar tubuh kembali bugar.

Di antaranya, dengan mengatur ulang jam tidur secara bertahap, mengonsumsi makanan bergizi, dan memberi waktu adaptasi sebelum kembali ke rutinitas penuh. Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, kamu bisa lebih bijak dalam mengelola energi setelah liburan agar bisa kembali produktif tanpa merasa terbebani.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak