Hobi
Gagal di GP Prancis, Pecco Bagnaia Tatap Seri Catalunya dengan Optimis
Akhir pekan di GP Prancis 2026 kemarin mungkin terasa berat untuk pembalap Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia. Pembalap asal Italia tersebut sejatinya mengawali dengan sangat baik dengan meraih pole position di sesi kualifikasi.
Dengan posisi start yang baik, semua berharap Pecco bisa meraih kemenangan. Namun, saat balapan sprint Pecco gagal mewujudkan harapan tersebut karena finis di urutan kedua.
Berlanjut ke sesi balap utama, kejadiannya semakin buruk, start yang dilakukan Pecco tidak cukup baik sehingga dia merosot ke P5 di lap awal. Kemudian, dia harus berjuang lagi untuk bisa naik ke posisi depan.
Sayangnya, saat Pecco sudah berhasil mencapai P2, dia mengalami kecelakaan dan gagal finis. Ini adalah DNF ketiga Pecco di sesi grand prix dalam 5 seri awal MotoGP 2026.
Usai balapan, juara dunia tahun 2022 dan 2023 ini terlihat sangat frustrasi dengan menendang properti di luar lintasan. Wajar saja, di awal pasti dia melihat adanya peluang untuk menang atau setidaknya podium, tapi itu gagal dia dapatkan.
Di sisi lain, Pecco tetaplah Pecco yang selalu memberi komentar bijak terhadap apa yang dia alami selama balapan. Menurutnya, meskipun dia jatuh dan gagal naik podium, dia mengetahui masalah yang terjadi pada motornya.
“Sayangnya, kami mengalami sedikit masalah, dan lap demi lap, saya kehilangan kepercayaan diri pada bagian depan motor, berusaha mempertahankan kecepatan yang sama. Hal itu bisa terjadi, dan kami akan mencoba mengatasinya. Kami tahu mengapa saya mengalami kecelakaan, jadi tim pasti sedang mengupayakannya, tetapi ini bukan kesalahan manusia, dan hal itu bisa terjadi," ujar Pecco, dilansir dari laman Crash.
Pecco Bagnaia sendiri menjadi pembalap tunggal Ducati yang turun di lintasan Le Mans karena rekan setimnya, Marc Marquez, harus absen karena mengalami cedera usai kecelakaan di sesi sprint.
Pecco merasa sudah berada di jalur yang benar dengan berada di barisan depan sebelum terjatuh, kemudian mampu bangkit meskipun mengalami start yang buruk. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa Ducati telah membuat kemajuan di sesi uji coba setelah GP Jerez lalu.
“Kami tampil cepat sepanjang akhir pekan, kami meraih pole position. Hari ini kami berada di posisi yang tepat, kami berada di belakang Bez di awal balapan, tetapi saya mampu mengatasinya dengan cukup baik, dan sayangnya apa yang terjadi, terjadilah," tambahnya.
Lantas, dengan performa setengah-setengah di Le Mans, apa yang bisa diharapkan dari Pecco untuk GP Catalunya yang akan datang?
Kendati gagal mengeksekusi pole position menjadi kemenangan, Pecco Bagnaia tetap merasa optimis untuk GP Catalunya yang akan datang karena dia dan tim sudah mengetahui masalah penyebab kecelakaannya.
Jika masalah tersebut sudah diketahui, maka bisa segera diatasi, dan performa Pecco kemungkinan bisa lebih baik, mengingat dia bisa meraih pole position dan finis P2 di Prancis, jika tidak mengalami masalah/kecelakaan. Pecco yakin performanya bisa menyaingi atau bahkan melampaui Aprilia.
"Saya memiliki keyakinan penuh pada pekerjaan yang kami lakukan, dan saya yakin kami akan tiba di Barcelona minggu depan setelah membuat langkah besar ke depan sejak pengujian, dan saya berharap kami dapat membuat langkah maju lainnya untuk menyamai, atau bahkan melampaui, Aprilia," katanya.
Nah, dari pernyataan-pernyataan Pecco di atas, apakah menurut kalian Pecco Bagnaia dan Ducati bisa tampil lebih baik di Catalunya? Perlu diingat bahwa Ducati punya statistik yang baik di sirkuit ini, tapi Pecco sendiri hanya memenangkan balapan 1 kali dalam 4 tahun terakhir di sana.