facebook

9 Sampul Majalah Paling Berani Sepanjang Masa

Ruben Setiawan
9 Sampul Majalah Paling Berani Sepanjang Masa
Laman Twitter Caitlyn Jenner. (Twitter/@Caitlyn_Jenner)

Tidak mudah memang untuk benar-benar mengekspresikan diri atau ingin menyampaikan kejujuran ketika jutaan orang di seluruh dunia memandang Anda. Selebritis atau orang terkenal biasanya mengalami problem ini.

Mereka merasa tidak mudah untuk bersikap jujur hanya karena takut dihakimi oleh publik. Majalah akhirnya menjadi salah satu pilihan yang diminati para selebritis atau orang-orang yang ingin menyampaikan kisahnya kepada dunia.

Berikut adalah sederet orang-orang yang berani tampil jujur, apa adanya dan lepas dalam berekspresi di sampul depan sebuah majalah ternama yang kisahnya dijamin tak akan mudah dilupakan.

Yang pertama: Demi Moore

DItulis oleh Okta, Karyawati Swasta, Jakarta

Anda memiliki cerita atau foto menarik? Silakan kirim ke email: yoursay@suara.com

Demi Moore

Demi Moore mendulang sensasi di tahun 1991 saat ia menjadi cover majalah Vanity Fair. Kala itu Demi yang masih berstatus sebagai istri dari aktor Bruce Willis melakukan pose pemotretan yang bisa dibilang sangat berani. Demi Moore bersedia difoto dengan 'angle' yang berbeda oleh Annie Leibovitz tanpa sehelai benang pun saat dirinya mengandung anak dari Bruce Willis.

Meski payudaranya ditutupi oleh tangan dan kaki yang disilangkan agar bagian paling 'intim' tubuhnya tidak kelihatan, foto kontroversial Demi Moore itu langsung dicap aneh dan cabul oleh masyarakat. Namun, tidak semua mencap negatif foto Demi Moore itu. Pose foto kehamilan Demi Moore itu dianggap unik sehingga banyak yang ditiru oleh perempuan-perempuan hamil di dunia.

Foto Demi Moore yang sangat tenar ini sempat bikin 'panas' bagi si fotografer. Leibovitz pada tahun 1997 diketahui pernah menyeret Paramount Pictures ke pengadilan karena perusahaan film itu mem-photoshop wajah Leslie Nielson dan menempelkannya ke tubuh hamil Demi Moore untuk promosi film Naked Gun 33 1/3: The Final Insult (1994). Sayangnya, Leibovitz tidak berhasil memenangkan kasus itu.

Selanjutnya: Madonna

Madonna

Sosok Madonna memang tidak bisa dilepaskan dari yang namanya sensasi. Salah satu sensasi Madonna yang masih segar di ingatan masyarakat dunia adalah ketika diva pop itu melakukan pemotretan dengan majalah Interview 2014 lalu.

Publik sangat dikagetkan dengan gaya berfoto Madonna yang tanpa malu-malu mengumbar payudaranya. Ibu dari dua anak ini 'menjatuhkan' bra kerucutnya, kemudian membiarkan semua payudaranya terlihat. Bahkan di salah satu foto majalah itu jelas sekali 'aset' Madonna itu terlihat tanpa sensor atau ditutup-tutupi.

Keberanian Madonna melakukan sesi foto 'topless' membuatnya dihujani kritik negatif di media karena usianya yang tak lagi muda, yaitu 56 tahun. Menanggapi kritikan pedas itu, janda Guy Ritchie ini menjawab "Ketika seorang perempuan mencapai usia tertentu, mereka harus menerima kenyataan tidak lagi diperbolehkan berperilaku tertentu. Tetapi aku tidak mengikuti aturan (itu). Saya tidak akan pernah melakukannya, dan aku tidak akan pernah memulainya."

Selanjutnya: Malala Yousafzai

Malala Yousafzai

Pada tahun 2012, seorang gadis ditembak di kepala oleh Taliban karena gadis itu menyerukan tentang hak-hak pendidikan bagi anak perempuan. Gadis bernama Malala Yousafzai itu dituduh melakukan tindak pidana oleh Taliban hanya karena ingin melakukan perubahan positif bagi dunia. Untungnya, Malala berhasil selamat dari percobaan pembunuhan Taliban.

Setelah pulih dari perawatan intensif, ia mulai menceritakan kisahnya kepada dunia. Pada usia 16, Malala mendapat tepuk tangan dari PBB dan Perdana Menteri Inggris menobatkannya sebagai ikon 'Keberanian dan Harapan'.

Seakan menantang mereka yang ingin membunuhnya, Malala berani tampil untuk sampul depan majalah Time pada tahun 2013 dan dinobatkan sebagai orang yang paling berpengaruh di dunia. Saat ini Malala tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai aktivis pendidikan untuk perempuan.

Selanjutnya: Nicole Trunfio

Nicole Trunfio

Model cantik Nicole Trunfio juga bisa dibilang berani saat melakukan pemotretan untuk majalah Elle Australia baru-baru ini. Trunfio berdalih pose foto di sampul majalah itu sebenarnya tidak direncanakannya, tetapi sebagai ibu baru, pose itu adalah sesuatu yang datang secara alami.

Pose Trunfio memang tak se-vulgar Madonna, ia hanya menggendong anaknya yang berumur lima bulan, Zion, sambil menyusui. Karena menyusui, blouse coklat model ini otomatis diturunkan, sedangkan si bayi 'dipakai-nya' sebagai alat untuk menutupi payudaranya. Dukungan kemudian mengalir untuk Trunfio karena penampilannya sebagai sosok ibu yang bangga, tetapi tak jarang pula kritikan pedas menghampirinya.

Trunfio kemudian mengatakan Good Morning America , "Tidak ada yang lebih buruk sebagai seorang ibu yang akan melakukan sesuatu yang sangat diperlukan, seperti menyusui anak Anda dan kemudian merasa seseorang melihat apa yang Anda lakukan itu salah". Dia kemudian mulai kampanye Twitter menggunakan hashtag #normalizebreastfeeding untuk mendorong orang lain untuk merasa bebas untuk menyusui anak-anak mereka di depan umum.

Selanjutnya: Laverne Cox

Laverne Cox

Bintang drama "Orange is the New Black" mengambil sebuah gebrakan berani setelah dirinya menerima wawancara untuk majalah Time pada tahun 2014 lalu. Kepada Time, Laverne Cox berbicara soal masa lalunya yang ternyata terlahir sebagai lelaki, ia juga mengungkapkan bagaimana kelamnya dirinya menjadi korban pem-bully-an oleh teman-temannya di sekolah karena dianggap terlalu feminim.

Kini, kepercayaan diri Cox makin meningkat setelah ia menjadi satu-satunya transgender pertama yang menerima nominasi untuk Primetime Emmy Award dalam kategori akting. Tahun 2015, Laverne Cox termasuk dalam daftar 100 Wanita Paling Cantik majalah People. Sampul depan yang memuat gambar Cox dianggap sebagai waktu yang tepat oleh masyarakat LGBT yang saat itu juga tengah dalam perdebatan besar menuntut hak-hak sipil bagi mereka.

Selanjutnya: Ellen DeGeneres

Ellen DeGeneres

Tak perlu diragukan lagi, Ellen DeGeneres adalah pembawa acara paling dicintai di Amerika sejak acara 'talk show' yang menggunakan namanya sendiri mengudara di tahun 2003. Tapi tahukah kalian? Di tahun-tahun sebelumnya, tak jarang Ellen membuat para penggemarnya menebak dan bertanya-tanya seputar seksualitasnya.

Bagaimana tidak, gaya Ellen yang sedikit 'boyish' dan sikap canggungnya saat ia sedang beradu akting dengan bintang laki-laki membuat penggemarnya hampir yakin Ellen adalah seorang penyuka sesama jenis. Pertanyaan penggemar akhirnya terjawab ketika Ellen memutuskan untuk tampil di sampul majalah Time edisi April 1997 dan memberitahu dunia tentang seksualitasnya.

"Yep, I'm gay" adalah kalimat yang bersandar di sebelah foto Ellen di sampul majalah Time. Bintang 57 tahun ini mengatakan, "Saya benci istilah lesbian. Lesbian terdengar seperti seseorang dengan beberapa jenis penyakit. Aku tidak seperti itu, jadi aku memilih menggunakan kata 'gay' lebih sering". Pada tahun 2008, Ellen memutuskan menikah dengan kekasihnya artis Portia de Rossi.

Selanjutnya: Turia Pitt

Turia Pitt

Setiap majalah ternama tentunya tak sembarangan memilih publik figur siapa yang akan menjadi sampul majalahnya. Biasanya sampul majalah akan didominasi selebriti atau model cantik yang mempunyai tubuh nyaris sempurnya.

Tapi tidak kali ini, pada edisi Juni 2014 majalah Women's Weekly Australia menampilkan wajah perempuan bernama Turia Pitt. Turia adalah korban kebakaran yang selamat setelah 80 persen tubuhnya menderita luka bakar.

Akibat insiden itu, selama 2 tahun Turia harus memakai stoking kompres di seluruh tubuhnya untuk meredam rasa perih akibat luka bakar. Tak hanya itu, empat jari-jari lentik perempuan ini terpaksa harus diamputasi. Meskipun kini wajahnya tak sesempurna dulu, Turia menjadi ikon keberanian sejati setelah berani tampil di Women's Weekly dengan judul "Aku adalah gadis paling beruntung di dunia".

Selanjutnya: Bibi Aisha

Bibi Aisha

Bibi Aisha merupakan perempuan Afghanistan yang wajahnya menjadi sampul majalah Time pada tahun 2010. Wajah Bibi Aisha yang ditunjukkan jelas tanpa hidung itu sontak membuat berjuta-juta pasang mata menoleh kepadanya. Sebenarnya bukan kisah bahagia yang membuatnya bisa masuk ke majalah Time. namun kisah pilu saat dirinya dimutilasi oleh ayah mertua dan suaminya sendiri.

Penderitaan bertubi-tubi dirasakan Aisha sejak umur 14 tahun yang terpaksa menikah dengan seorang pejuang Taliban. Bukan pernikahan indah yang didapatnya, Aisha malah menjadi sasaran pelecehan sepanjang menikah dengan suaminya itu. Pada usia 18 tahun, Aisha mencoba melarikan diri tetapi ia ditangkap oleh polisi, dipenjara dan kemudian dipaksa kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, suami dan ayah mertuanya sudah bersiap menghukumnya. Aisha lalu dibawa ke pegunungan Afghanistan di mana hidungnya kemudian dipotong, dirinya sengaja ditinggalkan oleh suami dan ayah mertuanya agar mati. Beruntung, nyawa Aisha diselamatkan oleh militer AS.

Sebuah langkah berani akhirnya diambil oleh Aisha, ia menceritakan kisahnya kepada dunia dan membantu untuk meningkatkan kesadaran tentang perlakuan terhadap wanita di negara asalnya sendiri yaitu Afghanistan. Dia akhirnya ditawari operasi konstruktif gratis untuk oleh majalah Time dan memulai kehidupan yang lebih baik dengan bantuan dari organisasi kemanusiaan di Queens , New York.

Selanjutnya: Caitlyn Jenner

Caitlyn Jenner

Bintang 'reality show' dan juga mantan ayah tiri sosialita Kim Kardashian, Caitlyn Jenner blak-blakkan soal penampilan barunya eksklusif di Vanity Fair baru-baru ini. Berusia 65 tahun, Jenner mengambil langkah mengejutkan dengan melakukan sesi pemotratan oleh fotografer ternama, Annie Leibovitz, untuk menunjukkan sisi feminimnya kepada dunia.

Tampak di sampul majalah dengan dibalut korset putih, rambut terurai bergelombang dan make up tipis yang menghiasi wajahnya, Caitlyn benar-benar sudah membuang jauh sosok Bruce Jenner, sosok lelaki gagah yang memenangkan emas di Olimpiade. Sukses bertransformasi sebagai perempuan, Caitlyn memang tak lagi mendapatkan emas sebagai hadiah, namun ia berhasil memecahkan rekor dunia karena mendapatkan banyak pengikut dari akun Twitternya yang baru berumur sehari.

Di sisi lain, setelah pemotretan yang dilakukannya untuk Vanity Fair menyebabkan Jenner mengalami kecemasan yang amat sangat."Saya selalu khawatir - Anda tidak pernah ingin melihat seorang pria memakai gaun. Oke, jika Anda tidak mau, Anda benar-benar harus melihatnya dari sisi yang berbeda" ucapnya. Identitas seksual Caitlyn Jenner telah dirahasiakan selama beberapa dekade sepanjang pernikahan 23 tahunnya dengan Kris Jenner. Sebelum Caitlyn 'lahir' ke dunia, pasangan Bruce dan Kris Jenner memutuskan berpisah dan kemudian fokus ke perceraian.

DItulis oleh Okta, Karyawati Swasta, Jakarta

Anda memiliki cerita atau foto menarik? Silakan kirim ke email: yoursay@suara.com

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak