Lifestyle
3 Tahap Pendidikan Seks yang Wajib Diberikan pada Anak Sedini Mungkin, Bukan Hal Tabu!
Di Indonesia, sebagian besar orang tua masih menganggap pendidikan seks merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan kepada anak-anak mereka. Padahal pendidikan seks merupakan hal yang penting karena memberi informasi mengenai organ reproduksi, kesehatan reproduksi, dan identitas seksual. Selain itu, pendidikan seks juga membentuk moral yang sesuai dengan agama dan norma masyarakat agar anak tidak melakukan perilaku yang menyimpang.
Keluarga, terutama orang tua merupakan orang yang wajib memberikan pendidikan seks pada anak sejak usia dini. Berikut 3 tahap memberikan pendidikan seks berdasarkan usia anak:
1. Mengenalkan organ reproduksi beserta fungsinya (3-5 tahun)

Orang tua mengenalkan anggota tubuh anak termasuk alat kelamin beserta fungsinya. Ajarkan kepada mereka bahwa seluruh anggota tubuhnya adalah miliknya yang harus dijaga baik-baik dan tidak boleh ada yang menyentuhnya sembarangan meskipun orang-orang terdekat dan keluarga.
BACA JUGA: Minta Sidang Online, Bharada E Takut Diintimidasi Ferdy Sambo saat Berhadapan Langsung Besok?
Beritahu juga kepada mereka bahwa mereka tidak boleh menunjukkan alat kelaminnya sembarangan dan berhak menolak ketika seseorang memberikan ciuman, pelukan, maupun bentuk kasih sayang yang lainnya berupa sentuhan fisik. Hal ini dikarenakan orang-orang terdekat bisa menjadi pelaku pelecehan seksual pada anak dengan dalih rasa sayang.
2. Mengenalkan perbedaan jenis kelamin dan cara membersihkannya (6-10 tahun)

Pada usia ini, anak mulai menanyakan mengapa alat kelamin antara laki-laki dan perempuan berbeda dan bagaimana ia bisa lahir. Orang tua bisa menjelaskan pada anak seperti cara yang dilakukan Ibu Seungjae di acara TV The Return of Superman (https://youtu.be/yvhfXIs4OEE). Ajarkan juga pada mereka bagaimana cara membersihkan alat kelaminnya agar terhindar dari penyakit
3. Mengenalkan perubahan tubuh yang akan dialami ketika memasuki masa remaja (11 tahun)

Pada usia remaja, tubuh akan mengalami beberapa perubahan termasuk kematangan organ reproduksi. Kenalkan pada anak bahwa laki-laki akan mengalami mimpi basah dan perempuan akan mengalami menstruasi ketika memasuki usia remaja dan bagaimana cara menyikapinya.
Beritahukan pada anak konsekuensi yang akan mereka terima jika melakukan hubungan seksual sebelum masa dewasa. Ajarkan juga kepada anak bagaimana cara menjaga kesehatan alat kelamin agar terhindar dari penyakit.
Nah, dari ketiga tahapan di atas diharapkan orang tua bisa memberikan pendidikan seks pada anak sejak usia dini. Jika para orang tua masih merasa malu membicarakan hal ini pada anak, orang tua bisa meminta bantuan guru BK di sekolah anak atau ke psikolog anak. Pendidikan seks merupakan hal yang dibutuhkan oleh anak agar mereka mengenal kondisi tubuh dan mengetahui hak-hak atas tubuh mereka.
Video yang Mungkin Anda Suka.