Puasa memang identik dengan menahan lapar dan haus, tetapi tantangan yang muncul tak berhenti di situ. Sebagian orang kerap merasakan pusing saat puasa, terutama di siang hari ketika energi mulai menurun dan tubuh terasa lemas.
Kondisi ini sebenarnya cukup umum dan bisa dipicu oleh banyak faktor, seperti kurang cairan, kadar gula darah turun, atau kurang tidur. Kabar baiknya, pusing saat puasa bisa diatasi dengan langkah yang tepat agar ibadah tetap nyaman dan aktivitas berjalan lancar.
Berikut beberapa tips mengatasi pusing saat puasa yang bisa kamu terapkan.
1. Jangan Sepelekan Sahur
Sahur bukan sekadar formalitas agar kuat puasa. Ini adalah “bekal energi” utama untuk bertahan seharian. Banyak orang memilih sahur ala kadarnya atau bahkan melewatkannya karena malas bangun. Padahal, melewatkan sahur bisa membuat kadar gula darah turun drastis di siang hari, yang akhirnya memicu pusing.
Pilih menu sahur yang mengandung karbohidrat kompleks seperti oatmeal, nasi merah, roti gandum, atau kentang rebus. Tambahkan protein dari telur, ayam, tahu, atau tempe agar energi bertahan lebih lama. Jangan lupa serat dari sayur dan buah supaya tubuh tetap segar.
2. Cukupi Kebutuhan Cairan
Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama pusing saat puasa. Saat tubuh kekurangan cairan, tekanan darah bisa menurun dan aliran oksigen ke otak tidak optimal. Hasilnya? Kepala terasa ringan dan berkunang-kunang.
Terapkan pola minum 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Hindari minuman berkafein berlebihan seperti kopi atau teh pekat karena bisa memicu tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
Air putih tetap jadi pilihan terbaik. Jika ingin variasi, tambahkan infused water dengan irisan lemon atau mentimun agar lebih segar.
3. Atur Pola Tidur dengan Baik
Perubahan jadwal tidur selama Ramadan sering tidak disadari sebagai penyebab pusing. Tidur terlalu larut karena ibadah malam atau scrolling media sosial bisa membuat tubuh kurang istirahat.
Kurang tidur memengaruhi konsentrasi dan kestabilan tekanan darah. Cobalah tidur lebih awal dan manfaatkan waktu siang untuk power nap 15–20 menit jika memungkinkan. Tidur singkat ini cukup membantu memulihkan energi tanpa membuat tubuh lemas.
4. Bangun Secara Perlahan
Pusing juga bisa terjadi karena perubahan posisi tubuh yang terlalu cepat, misalnya langsung berdiri setelah duduk atau berbaring. Saat puasa, tekanan darah cenderung lebih rendah, sehingga risiko pusing meningkat.
Biasakan bangun secara perlahan. Duduk dulu beberapa detik sebelum berdiri. Cara sederhana ini bisa membantu tubuh menyesuaikan diri dan mencegah kepala terasa melayang.
5. Hindari Aktivitas Fisik Berlebihan
Puasa bukan berarti tidak boleh bergerak, tapi penting untuk menyesuaikan intensitas aktivitas. Aktivitas fisik yang terlalu berat, terutama di bawah terik matahari, dapat memicu dehidrasi dan membuat kepala terasa berdenyut.
Jika ingin berolahraga, pilih waktu menjelang berbuka agar tubuh tidak terlalu lama kehilangan cairan. Olahraga ringan seperti jalan santai atau stretching sudah cukup untuk menjaga kebugaran.
Pada akhirnya, pusing saat puasa bukan hal yang aneh. Tubuh sedang beradaptasi dengan pola baru. Namun, dengan pola makan seimbang, asupan cairan cukup, tidur teratur, dan manajemen aktivitas yang baik, keluhan ini bisa diminimalkan.
Ramadan seharusnya menjadi momen meningkatkan kualitas diri, bukan ajang menahan sakit kepala sepanjang hari. Jadi, yuk lebih bijak mengatur pola hidup agar ibadah tetap lancar, kerja tetap produktif, dan tubuh tetap bertenaga sampai waktu berbuka tiba.