News

Ulasan Agito Psychic War: Bukan Sekadar Nostalgia, Ini Pembuktian Keadilan Tanpa Kekuatan Super

Ulasan Agito Psychic War: Bukan Sekadar Nostalgia, Ini Pembuktian Keadilan Tanpa Kekuatan Super
Salah satu adegan di film Agito Psychic War (IMDb)

Agito Psychic War (judul asli Jepang: Agito: Chnryoku Sens) merupakan film tokusatsu superhero produksi Toei yang dirilis di Jepang pada 29 April 2026. Film ini menjadi bagian dari peringatan 25 tahun serial televisi Kamen Rider Agito sekaligus 55 tahun waralaba Kamen Rider secara keseluruhan, sekaligus menjadi entri pertama dalam proyek THE KAMEN RIDER CHRONICLE. Disutradarai oleh Ryuta Tasaki dengan skenario karya Toshiki Inoue (penulis utama serial aslinya), film berdurasi sekitar 97 menit ini menampilkan Jun Kaname sebagai Makoto Hikawa dan Toshiki Kashu sebagai Shoichi Tsugami, bersama sejumlah pemeran pendukung yang kembali dari serial televisi.

Di Indonesia, film ini resmi tayang di bioskop mulai 26 Agustus 2026. Jadwal tersebut telah diumumkan melalui berbagai jaringan bioskop, termasuk CGV, Cinema XXI, dan Cinépolis, sehingga kamu bisa menyaksikannya di layar lebar pada hari yang sama dengan tanggal rilis internasionalnya.

Ketika Kekuatan Psikis Mengancam Keselamatan Bumi

Salah satu adegan di film Agito Psychic War (IMDb)
Salah satu adegan di film Agito Psychic War (IMDb)

Untuk sinopsisnya dimulai dengan dunia yang mengalami gelombang kebangkitan kekuatan psikis (psychic powers) pada manusia. Sebagian individu menyalahgunakan kemampuan tersebut sehingga menimbulkan kekacauan dan kejahatan mustahil, seperti penemuan mayat dengan kondisi separuh tubuh membeku dan separuh lainnya hangus. Unit khusus polisi (G Unit) dikerahkan, namun kekuatan lawan terbukti jauh melampaui peralatan standar. Di tengah situasi genting itu, perhatian kembali tertuju pada Makoto Hikawa—seorang polisi biasa tanpa kekuatan super yang pernah bertugas dengan armor G3—serta Shoichi Tsugami, yang dulu dikenal memiliki kekuatan misterius Agito. Film mengeksplorasi tema evolusi manusia, resolusi orang tanpa kekuatan, serta benturan antara kekuasaan dan keyakinan moral.

Review Film Agito Psychic War

Poster film Agito Psychic War (IMDb)
Poster film Agito Psychic War (IMDb)

Sebagai kelanjutan spiritual dari serial Kamen Rider Agito, film ini lebih menitikberatkan pada karakter Hikawa sebagai tokoh sentral. Ia digambarkan sebagai pria jujur, sedikit canggung, namun memiliki keyakinan kuat terhadap keadilan. Pendekatan ini memberikan nuansa yang berbeda dari film anniversary Kamen Rider lainnya yang sering berfokus pada transformasi spektakuler sang Rider utama. Aksi psikis dan pertarungan dengan armor khusus (termasuk evolusi ke G7) menjadi daya tarik visual, sementara elemen drama karakter dan nostalgia bagi penggemar serial lama turut memperkuat narasi. Tema lagu Dramatic Heibon oleh Orange Range menambah lapisan emosional pada keseluruhan karya.

Salah satu adegan paling emosional adalah momen-momen yang menyoroti hubungan antar karakter lama dan penerimaan terhadap perubahan waktu. Interaksi Hikawa dengan Shoichi, termasuk kunjungan yang penuh nuansa akrab sekaligus getir, berhasil menangkap esensi persahabatan dan perjuangan yang telah berlangsung selama dua dekade. Pengungkapan nasib salah satu tokoh penting dari serial asli juga menimbulkan dampak emosional yang kuat bagi banyak penonton yang terikat secara sentimental dengan trilogi Rider Agito. Adegan-adegan kecil seperti perkembangan pribadi Hikawa—simbol pertumbuhan manusia biasa yang terus berjuang—memberikan lapisan kehangatan di tengah ketegangan.

Di sisi lain, klimaks paling emosional berada di pertengahan perseteruan sengit dan berbagai pertarungan batin para tokohnya. Pembukaan dengan penemuan mayat dengan kondisi fisik yang mustahil langsung menetapkan nada gelap dan menegangkan. Pertarungan Unit G melawan individu berkemampuan super, yang menampilkan penggunaan armor terbaru, menghasilkan ketegangan visual yang intens. Klimaks film, yang melibatkan benturan ideologi tentang evolusi manusia serta resolusi moral para tokoh utama, menjadi puncak dramatis yang memadukan aksi spektakuler dengan pertanyaan filosofis mengenai tanggung jawab dan keadilan. Kalau menurutku sih, bagian akhir memiliki nada yang unik dan sedikit kontroversial, di mana para tokoh memilih jalur yang menekankan akuntabilitas personal.

Pada akhirnya, Agito Psychic War berhasil menghadirkan pengalaman tokusatsu yang ditujukan terutama bagi penonton dewasa dan penggemar serial asli. Kekuatannya terletak pada fokus karakter Hikawa, aksi yang memadai, serta penghormatan terhadap tema-tema klasik Agito tentang potensi manusia. Kelemahannya, mencakup alur yang terasa terburu-buru di bagian tengah hingga akhir, keterbatasan layar waktu bagi tokoh tertentu, serta elemen visual yang tidak selalu sebanding dengan produksi modern lainnya. Akan tetapi, buat kamu yang menghargai nuansa drama dan keyakinan moral di atas spektakel semata, film ini memberikan pengalaman yang memuaskan.

Dengan durasi yang relatif padat dan tema yang relevan tentang kekuasaan serta tanggung jawab, Agito: Psychic War layak ditonton di bioskop, terutama bagi penggemar Kamen Rider era Heisei. Film ini tidak sekadar nostalgia, melainkan upaya untuk membawa cerita lama ke konteks baru yang menantang. Dengan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 Agustus 2026. Kamu bisa menikmati karya ini sebagai bagian dari perayaan waralaba yang telah berusia lebih dari setengah abad. So, Selamat menonton ya, Sobat Yoursay! Rating pribadi: 7.9/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda