News

Setiap Orang Punya Cerita, Story on Stage Buka Panggung Buat Kamu yang Ingin Didengar

Setiap Orang Punya Cerita, Story on Stage Buka Panggung Buat Kamu yang Ingin Didengar
Komunitas Story on Stage dalam agenda rutin di Zow Kopitiam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10). (dok. Story on Stage/Ryanendry)

Tanpa kita sadari bahwa tidak semua orang memiliki panggung untuk membagikan pengalaman hidupnya. Padahal, cerita sebenarnya tak harus selalu datang dari tokoh terkenal ataupun peristiwa besar.

Mulai dari pengalaman sehari-hari pun bisa saja tersimpan makna yang layak dibagikan.

Gagasan tersebut menjadi salah satu titik awal berdirinya Story on Stage, yakni komunitas yang menyediakan wadah bagi orang-orang untuk bercerita di hadapan pendengar.

Pendiri Story on Stage sekaligus seorang story developer dan penulis, Luqman Baehaqi, saat ditemui di Zow Kopitiam, Jakarta Selatan pada Sabtu malam itu membeberkan bahwa gagasan komunitas ini muncul setelah ia membaca buku Storyworthy: Engage, Teach, Persuade, and Change Your Life through the Power of Storytelling karya Matthew Dicks.

Buku itulah yang menguatkan pandangannya bahwa setiap orang memiliki cerita yang berharga untuk didengar.

Dari gagasan itu, ia kemudian menghadirkan ruang bagi orang-orang untuk menyampaikan cerita mereka. Bahkan nama Story on Stage sendiri dipilih untuk mempertegas bahwa setiap cerita layak untuk mendapatkan "panggung".

"Bagaimana sebuah cerita itu dapat panggung," kata Luqman.

Menurutnya, panggung tidak harus selalu berupa tempat pertunjukan. Cerita juga bisa menemukan tempatnya sendiri, baik melalui buku, film, maupun media lainnya.

Di situlah Story on Stage menjadi salah satu media untuk membuka kesempatan tersebut.

Bukan Sekadar Jadi Ajang Curhat

Untuk Story on Stage ini sengaja mengusung konsep storytelling sebagai bentuk kegiatan utamanya. Luqman menekankan bahwa komunitas ini bukan hanya menjadi tempat untuk mencerahkan perasaan.

"Ini adalah komunitas storytelling. Komunitas bercerita," tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa cerita yang dibagikan tidak harus selalu sedih atau mengharukan. Peserta juga bisa menyampaikan pengalaman menyenangkan, perspektif personal, hingga kisah ringan yang sebenarnya memiliki makna.

Bagi Luqman, storytelling tidak berhenti pada urutan kejadian. Sebuah cerita perlu memiliki perubahan maupun pemaknaan yang membuat pengalaman tersebut menjadi berarti bagi pencerita dan pendengar.

Karena dirinya sendiri memiliki latar belakang di dunia stand-up comedy, ia membedakan tujuan dari storytelling ini dengan komedi.

Jika stand-up comedy berorientasi pada tawa, storytelling ini lebih menekankan pada makna yang muncul melalui pengalaman.

Dengan pendekatan itu, peserta tidak dituntut untuk memiliki kisah dramatis. Pengalaman sederhana tetap dapat menjadi cerita selama ada hal yang ingin disampaikan atau dipahami dari pengalaman tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Story on Stage memberikan kesempatan kepada peserta untuk tampil dan berbagi cerita secara bergantian. Setiap penampil mendapat waktu sekitar tujuh menit.

Untuk dapat bergabung ke komunitas ini, kita hanya perlu mendaftarkan diri melalui tautan yang dicantumkan di media sosialnya. Setelah mendaftar, mereka dimasukkan ke dalam grup untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai acara.

Luqman membeberkan bahwa komunitas ini tidak melakukan kurasi terhadap peserta yang ingin tampil seperti proses seleksi naskah. Sebagai contoh, ada masa di mana orang-orang yang mendaftar Story on Stage ini lebih dari target yang ia tetapkan.

Mengatasi hal tersebut, Luqman dengan mudah membagi jumlah peserta seperti sebuah kelompok.

"Waktu di minggu kedua itu yang daftar 50 orang. Akhirnya kita bagi. Misalnya separuhnya minggu ini, sisanya di minggu depan," terangnya.

Meski komunitas ini membebaskan peserta untuk menceritakan apa saja, perlu diingat bahwa ada batasan penting yakni tidak menyudutkan orang atau pihak lain. Menurutnya, peserta boleh membicarakan pengalaman yang berkaitan dengan berbagai permasalahan selama penyampaiannya tidak menyerang pihak tertentu.

"Kalau ada yang lewat dari batasan itu, ya distop. Tapi, sejauh ini peserta pada paham, sih. Jadi gak pernah lewat dari batasan itu," ucapnya.

Dengan adanya aturan tersebut sama halnya dengan upaya menjaga ruang berbagi agar tetap terbuka bagi pengalaman yang beragam.

Mengembangkan Ruang Bercerita

Pendiri komunitas Story on Stage, Luqman Baehaqi. (dok. Pribadi/ Chairun Nisa)
Pendiri komunitas Story on Stage, Luqman Baehaqi. (dok. Pribadi/ Chairun Nisa)

Bagi Story on Stage, kegiatan tampil di panggung merupakan salah satu cara untuk memperluas ruang bagi cerita personal.

Luqman melihat kemungkinan pengembangan kegiatan lain yang berhubungan dengan penulisan dan pengolahan cerita.

Bahkan gagasan agenda dari komunitas ini yang berjudul "Kita Cerita" sebagai salah satu pengembangan yang ingin dijalankan. Melalui gagasan itu, ia menemukan komunitas ini tidak hanya berfokus pada penampilan, melainkan juga membuka peluang bagi cerita yang dapat dikembangkan dalam bentuk lain.

Melihat dari segi tantangannya, Luqman memberi tahu bahwa ia cukup kesulitan dalam menjaga keberlangsungan kegiatan serta mengajak lebih banyak orang untuk berpartisipasi. 

Sebab, ruang bercerita hanya dapat hidup jika ada orang yang bersedia membagikan pengalaman dan orang lain yang mau mendengarkan.

Melalui komunitas ini, Luqman ini memberikan kesempatan kepada orang-orang biasa untuk membagikan cerita mereka yang bermakna.

Mengingat Story on Stage ini berangkat dari keyakinan bahwa pengalaman seseorang tidak harus terkenal terlebih dahulu agar layak didengar.

Dengan menyediakan panggung bagi beragam kisah, Story on Stage berupaya mempertemukan orang-orang melalui pengalaman yang mereka bagikan.

Karena bagi komunitas ini, cerita bukan hanya tentang apa yang pernah terjadi begitu saja, tetapi juga tentang makna yang bisa ditemukan dan dibagikan kepada orang lain.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda