Oppenheimer telah tayang di Indonesia pada hari Rabu, 19 Juli 2023 lalu. Karya besutan Sutradara kenamaan Christopher Nolan ini menjadi salah satu film yang paling banyak dinantikan. Bukan hanya karena nama besar sang sutradara, tetapi film ini turut dibintangi beragam aktor serta aktris kenamaan yang sudah tidak diragukan lagi kualitas aktingnya.
Film yang diangkat dari sebuah buku Biografi berjudul "American Prometheus: The Triumph and Tragedy of J. Robert Oppenheimer" ini mengisahkan tentang kehidupan dari Fisikawan penggagas pembuatan Bom Atom untuk mengakhiri Perang Dunia Ke-2 yaitu J. Robert Oppenheimer.
Sedikit gambaran cerita, di film ini kita akan diajak menyatu dengan perjalanan kisah keilmuan Oppenheimer mulai dari masa kuliahnya, hingga akhir masa Perang Dunia Kedua. Ditambah mendekati akhir film, saat Oppenheimer mulai dihadapkan pergulatan moral atas apa yang telah dia ciptakan, kemudian dampaknya atas jalannya arah jalannya sejarah manusia hingga hari ini.
Memang banyak hal yang bisa membuat kita tertarik untuk menonton film ini. Mungkin karena nama besar sang sutradara, Aktor aktris favorit yang hadir di film ini, mengetahui lebih jauh tentang siapa sosok Oppenheimer itu sendiri.
Namun, di sisi lain juga banyak yang merasa enggan menonton film ini karena takut tidak bisa memahami jalan ceritanya. Apalagi bagi mereka yang kurang familiar dengan dunia sains yang disuguhkan oleh sosok Oppenheimer, yang dikenal sebagai seorang fisikawan terkemuka di zamannya. Ditambah dengan hadirnya berbagai tokoh ilmuwan lainnya yang turut mempengaruhi jalannya cerita.
Namun, hilangkan saja rasa cemas itu. Memang jujur secara pribadi, diriku juga merasa lelah selama menonton film ini yang berdurasi 3 jam.
Meski begitu, sebagai mahasiswa SOSHUM(Sosial Humaniora) yang tentu saja membenci pelajaran matematika, tetapi aku sangat menikmati jalannya cerita yang disuguhkan. Apalagi untuk dirimu yang menaruh minat tentang Sejarah Jalannya Perang Dunia Kedua serta Hubungan Internasional antar negara-negara sekutu, terkhusus Amerika dengan rival lama nya yaitu Uni Soviet.
Alih-alih sepanjang cerita kita akan mendapatkan 3 SKS penuh mata kuliah Fisika. dengan istilah-istilah njelimet yang sebenarnya 3 SKS itu bila dibagi isinya 1 SKS untuk pembahasan mengenai beragam teori Fisika yang dikemukakan tentang fisika quantum, serta rumus-rumus untuk membuat bom atom.
Lantas sisa 2 SKS nya benar-benar menguliti aspek pergumulan politik yang melingkupi zaman itu. Siapa yang menyangkal, bahwa ideologi politik yang identik dengan anak soshum, juga bisa berpengaruh terhadap jalannya pengembangan ilmu sains. Ketika sebuah penemuan rumus fisika, akan direalisasikan menjadi sebuah bom atom yang sangat menentukan jalannya sejarah dunia, menjadi yang kita kenal saat ini.
Akhir kata, untuk yang ingin menonton film ini tidak perlu cemas tidak bisa mengikuti jalan ceritanya. Sebab, alih-alih menganggap film ini sebagai sesuai yang sulit di angkau oleh orang awam, bisa film ini menjadi gerbang bagi kita untuk mengenal lebih jauh tentang sesuai yang belum bisa kita pahami sebelumnya.
Terakhir ucapan terima kasih kepada Sang Sutradara Christopher Nolan yang telah menghadirkan film yang bisa kita jadikan sebagai pengingat tentang apa yang kita putuskan saat ini, bisa saja akan membawa dapat yang besar terhadap arah gerak sejarah di masa mendatang.